http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.29.1258583&channel=1&mn=9&idx=25
Obama Didukung Senator Senior, Hillary Diminta Mundur
PITTSBURGH, SABTU - Barack Obama secara mengejutkan mendapat dukungan dari
Senator Pennsylvania Bob Casey Jr. Ini merupakan keuntungan besar bagi Obama
menghadapi pemilihan pendahuluan di negara bagian besar itu.
Dengan dukungan Casey itu, Obama berharap bisa merebut kembali kepercayaan dari
kelompok kulit putih, kelas buruh dan pemilih Katolik. Ketiga kelompok ini
selama ini lebih condong mendukung Hillary. Di saat yang sama, para pendukung
Obama mendesak Hillary Clinton mundur dari pencalonan karena dianggap tidak
punya peluang cukup untuk memenangi persaingan.
Dukungan Casey itu agak mengejutkan, karena awal Maret lalu ia menyatakan tidak
akan melimpahkan dukungan baik untuk Obama maupun Hillary demi persatuan
partai. Namun ia mencabut pernyataannya dan ikut dalam bus kampanye Obalam
selama enam hari.
Obama tampaknya sangat membutuhkan bantuan Casey untuk mendapatkan sebagian
besar dari 158 delegasi yang akan diperbutkan di Pennsylvania. Ini merupakan
hadiah terbesar yang pernah diperebutkan dalam satu pemilihan pendahuluan.
"Saya percaya orang ini Obama), seperti ayah saya, satu-satunya kandidat yang
saya pernah saya percaya," kata Casey dalam kampanye di Pittsburg, Jumat (28/3)
atau Sabtu (29/3) waktu Indonesia.
Banyak yang memandang keputusan Casey menjadi bagian dari pukulan politik untuk
keluarga Clinton. Bill Clinton menjadi unggulan Partai Demokrat dalam pemilu
1992, namun saat itu ayah Casey, tokoh senior Demokrat, tidak mendapat bagian
dalam pidato prime time dan itu membuat marah kalangan Demokrat konservatif.
Namun Casey menegaskan keputusannya itu tidak terkait hubungan masa lalu dengan
keluarga Clinton.
Casey mengaku keputusannya itu juga didorong suasana di dalam keluarga yang
seluruh anggotanya sangat antusias pada pencalonan Obama, termasuk anak
perempuannya. "Saya banyak memikirkan soal ini saat liburan Paskah," katanya.
Senator Patrick Leahy dari Vermont yang melimpahkan dukungannya pada Obama
Januari lalu, mendesak Hillary mengakhiri perlawanannya. Alasannya, Hillary
tidak akan mendapatkan cukup delegasi untuk mengalahkan Obama. Leahy termasuk
tokoh Demokrat yang khawatir soal kesiapan calon mereka, padahal John McCain
dari Partai Republik sudah melaju sendirian sebelum konvensi nasional.
"Sebaiknya Hillary melempar handuk, demi kemenangan Demokrat November nanti,"
kata Leahy.
Meski begitu Hillary merasa masih punya alasan untuk melanjutkan pertarungan.
Dalam jajak pendapat menjelang pemilihan pendahuluan itu, Hillary unggul dua
digit. Ia berharap memenangi kontes di Pennsylvania dengan harapan para pejabat
Demokrat tetap percaya dia mampu dan mendapatkan lebih banyak delegasi super
untuk mengalahkan Obama.
Hillary juga merasa masih mendapat dukungan yang cukup untuk bertarung di
Pennsylvania. Ia menggenggam dukungan Wali Kota Philadelphia Michael Nutter,
anggota Kongres antiperang John Murtha dan terutama Gubenur Pennsylvania Ed
Rendell.(AP)
SAS
____________________________________________________________________________________
Special deal for Yahoo! users & friends - No Cost. Get a month of Blockbuster
Total Access now
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text3.com
[Non-text portions of this message have been removed]