Munculnya kasus ABAS-ALA ini bukan soal salah atau
benar di provinsi atau kabupaten, tetapi soal tidak
terakomodasinya keluhan dan persepsi komunitas
menyangkut identitas, kultural dan ekonomi ABAS-ALA.
Ketertinggalan kawasan tersebut juga harus dilihat
dari aspek struktur politik yang selama ini terjadi di
Aceh. Termasuk soal pola relasi Banda Aceh dan
ABAS-ALA yang memang tidak harmonis. Persis seperti
pola relasi Aceh-Jakarta, yang selama bertahun-tahun
tegang, karena tidak selesainya soal akomodasi
identitas, kultural dan ekonomi. (Wiratmadinata dalam
Opini terbarunya di web AI:

ABAS-ALA; Tantangan Demokrasi dan Perdamaian Aceh

Klik lengkapnya:
http://id.acehinstitute.org//index.php?option=com_content&task=view&id=48&Itemid=33


      
____________________________________________________________________________________
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.  
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com

Kirim email ke