Jalanan berlubang di Jakarta selain telah menewaskan
35 orang dan melukai ratusan pengendara lainnya juga
menimbulkan kemacetan.

Sebagai contoh di dekat pom bensin Asia Makmur jalan
Otista Raya Jakarta Timur. Meski Pemda DKI dan PU
telah melakukan beberapa penambalan, namun di jalan
raya yang jaraknya hanya 1 km dari rumah kediaman
Wagub Priyanto itu masih berlubang cukup besar. Lebih
dari satu jalur jalan sehingga menimbulkan kemacetan
yang parah hingga Terminal Kampung Melayu.

Polisi-polisi dan Petugas DLLAJR yang bertugas di situ
sebenarnya bisa jadi mata bagi Pemda DKI dan depatemen
PU untuk melaporkan lubang tersebut sehingga bisa
segera dilakukan perbaikan. Namun berbulan-bulan tetap
saja lubang tersebut menganga di Jalan Otista Raya.

Sebaliknya akibat kemacetan yang ditimbulkan lubang
tersebut, petugas polisi di sekitar Kampung Melayu
sering over acting dengan menggedor-gedor angkutan
umum seperti Mikrolet dengan tongkat besi yang mereka
miliki. Mereka tak peduli kalau dalam mikrolet
tersebut ada anak kecil dan bayi yang bisa ketakutan
karena ulah mereka.

Memang menteri PU Kirmanto terkesan agak lamban dalam
melakukan perbaikan. Bahkan sempat berdalih ada hujan
sehingga perbaikan permanen baru bisa dilakukan
pertengahan April. Padahal meski musim hujan, namun
Jakarta tak selamanya hujan. Ada juga waktu matahari
bersinar terik hingga lebih dari 10 jam yang
seharusnya cukup untuk mengeringkan aspal/semen
tambahalan. Meski pelapisan permanen tak bisa, minimal
dilakukan tambalan sehingga lubang jalan tertutup dan
tidak membahayakan pengendara.

Meski menteri PU Kirmanto agak lamban, toh Sutiyoso
ketika jadi gubernur DKI cukup gesit sehingga lubang
jalanan di Jakarta cepat diperbaiki. Bagaimana pun
juga pemimpin Jakarta adalah Gubernur DKI. Gubernur
inilah yang seharusnya bertanggung-jawab jika ada
kerusakan jalan di Jakarta.

Saya melihat Fauzi Bowo sangat lamban dalam hal ini.
Bahkan sempat melempar tanggung-jawab bahwa itu urusan
PU karena jalan berlubang itu jalan nasional. Padahal
selaku Gubernur Jakarta, dia harus bisa membuat
Jakarta jadi kota yang aman dan nyaman. Dia sudah
dibayar cukup besar untuk itu.

Jalanan berlubang di Jakarta selain telah menimbulkan
korban jiwa juga menimbulkan kemacetan. Para sopir
angkutan umum yang sebelumnya bisa jalan sampai 10 rit
lebih sehari, karena kemacetan ini paling hanya mampu
6-7 rit saja. Penghasilan mereka berkurang. Mereka
jadi lebih miskin.

Semoga semua lubang besar di jalanan Jakarta yang
membuat jalanan Jakarta jadi seperti ”Off Road” atau
jalan kampung bisa segera diperbaiki.



===
Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau 
http://syiarislam.wordpress.com


      
____________________________________________________________________________________
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.  
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com

Kirim email ke