Apabila pada tahun 2000 Anda membeli rumah dengan harga Rp 200 juta, mungkin nilai rumah Anda sekarang sudah sudah naik menjadi Rp 300 juta. Dari segi nilai uang berarti ada kenaikan 50%, tetapi apabila ini di nilai dengan emas, maka sebenarnya harga nilai rumah Anda ini anjlok drastis. Dengan uang Rp 200 juta di tahun 2000 Anda masih bisa mendapatkan 2.365 gr emas, sedangkan dengan uang Rp 300 juta di tahun 2008 Anda hanya akan mendapatkan 1.001 gr emas alias anjlok lebih dari 50% atau setengahnya. Kenapa demikian ?
Nilai uang semakin hari semakin melorot, tanya saja sama diri sendiri apa yang Anda bisa dapatkan dengan uang Rp 10.000 sekarang ini dibandingkan dengan tahun 2000. Kebalikannya ditahun 2000 harga emas masih US$ 288,50 per troy ounce (troy ounce = 31,1035 gr) sedangkan pada bulan Maret 2008 harga emas sudah mencapai US$ 1.030 per troy ounce. Atau kenaikan lebih dari 350% dalam kurun waktu hanya delapan tahun, berarti apabila di tahun 2000 Anda bukannya beli rumah melainkan beli emas, maka uang Anda sekarang ini dari Rp 200 juta sudah menjadi berlipat kali ganda mencpai Rp 700 juta. Maka dari itu apabila Anda ingin nabung bukannya nabung uang melainkan belilah emas batangan, apalagi bunga bank pada saat ini rendah, sedang harga minyak dipasar dunia maupun bahan pangan naik gila-gilaan, sehingga nilai rupiah semakin anjlok. Tetapi bagaimana dengan investasi dalam jual beli saham ? David Rubenstein seorang pialang saham yang telah menjadi kaya melalui saham, sehingga pada saat ia jaya, ia mampu membeli secarik kertas tua dengan harga US $ 21,3 juta. Ialah kertas bersejarah Magna Charta, tetapi sekarang ini perusahaannya Calyle-Fonds hampir bangkrut dengan menanggung hutang sebesar US $ 20 milyar. Hal yang sama dialami oleh Stephen Schwarzman dalam beberapa bulan saja harta kekayaannya anjlok melorot habis lebih dari 90%, karena main saham, padahal ia termasuk sebagai pialang saham yang paling sukes sehingga pada saat kejayaannya ia mampu menyumbangkan uang sebesar US $ 100 juta untuk Perpustakaan di New York. Bukan saja para pialang saham yang menjadi bangkrut dan miskin, melainkan banyak bank diseluruh dunia pada saat mengalami krisis berat, bahkan banyak juga yang sudah tutup karena mereka salah investasi dalam saham. Beberapa bank di Jerman satu negara kaya, kalau tidak dibantu oleh pemerintahnya sudah lama ditutup, karena kerugian besar salah investasi main saham. Pada bulan Maret 2007 harga emas US $ 646, sedangkan pada bulan Maret 2008 sudah mencapai US $ 1.030 hanya dalam kurun waktu satu tahun; kenaikan US $ 384 atau lebih dari 50%. Mana ada bank di dunia yang akan bisa memberikan bunga sedemikian tingginya, menabung Rp 10 juta dalam setahun menjadi Rp 15 juta ! Bagaimana dengan kita yang tidak punya modal untuk beli emas ? Bagi mereka yang berani mengambil risiko atau gambling, Anda bisa pinjam uang dari bank dengan bunga 15% walaupun bunga tinggi, tetapi Anda masih tetap bisa meraih untung banyak. Investasi emas bukan hanya dalam bentuk emas batangan saja, melainkan bisa juga dengan membeli koin emas misalnya uang Dinar Emas, akhir Desember 2006 harga Dinar Emas per koin masih sekitar Rp 500 ribu sedangkan sekarang sudah mencapai Rp 1.183.000. Koin emas lainnya yang digemari ialah koin Krugerrand dari Afrika Selatan mulai dari 3,3931 gr s/d 33,9305 gr ataupun Double Eagle koin emas US Dollar (15, 046 gr). Harga emas memang naik turun, tetapi ini masih jauh lebih baik daripada memiliki saham. Misalnya apabila pada bulan Oktober 2007 Anda membeli saham dari salah satu bank terkemuka di Amerika "Bear Stearns" Anda harus bayar sekitar US $ 85,00 per saham, tetapi apabila Anda mau jual sekarang ini; nilai saham tersebut tidak lebih dari "dua" US $ atau kerugian lebih dari 90%. Hal ini tidak akan terjadi apabila Anda memiliki logam mulia, emas adalah emas, kertas saham adalah kertas, jadi nyata benar bedanya antara kertas dengan logam mulia. Yang sudah bisa dipastikan nilai US Dollar akan semakin turun melorot, sedangkan harga minyak semakin melambung tinggi . Konon, hal inilah yang mendorong pemerintah China yang merencanakan untuk menukar dana reserve mereka sebesar satu triliun US $ dengan emas. Anda bisa bayangkan sendiri apa yang akan terjadi di pasaran, apabila China memborong senilai satu triliun US $ emas, bisa-bisa harga emas akan melambung naik tiga kali lipat daripada harga sekarang ini. Jadi kesimpulannya walaupun harga emas sekarang ini sudah cukup tinggi, tetapi saya yakin dalam kurun mendatang ini harga mas masih tetap akan meroket naik melambung tinggi. Bagi mereka yang tertarik untuk mengetahui tentang emas dan bagaimana caranya investasi dalam bentuk emas, mohon jangan investasi terlebih dahulu melainkan bacalah sambungan dari oret- oretan emas nya Mr Goldfinger Ucup Mang Ucup Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.org

