http://www.antara.co.id/arc/2008/4/4/presiden-minta-dunia-perbankan-perkuat-kelembagaan/


Presiden Minta Dunia Perbankan Perkuat Kelembagaan

Jakarta (ANTARA News) - Menghadapi kondisi perekonomian nasional yang tertekan 
gejolak ekonomi global, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta dunia 
perbankan memperkuat kelembagaan.

Pada acara makan siang dengan para Direktur Utama bank-bank nasional di Istana 
Merdeka, Jakarta, Jumat, Presiden mengharapkan kontribusi bank-bank nasional 
untuk memperkuat kelembagaan yang merupakan kewajiban mereka dalam arsitektur 
perbankan.

"Sesuai dengan restrukturing, reformasi, dan inovasi. Peran dan fungsi 
perbankan untuk gerakan ekonomi, sektor riil dengan pemberian pinjaman yang 
nyata dan tepat," kata Presiden.

Dalam acara itu, Presiden juga menyampaikan agar terjadi komunikasi tiga arah 
yang baik antara perbankan, pemerintah dan Bank Indonesia.

"Jangan jalan masing-masing. Sehingga kalau ada apa-apa bisa kita carikan 
solusinya," ujarnya.

Menghadapi kenaikan harga pangan di tingkat dunia dan krisis energi, Presiden 
juga meminta agar kaum perbankan turut berkontribusi kepada dunia usaha di 
bidang pangan dan energi.
"Dalam kaitan itu saya minta tidak perlu saling menunggu antara dunia usaha dan 
perbankan," katanya.

Dari hitungan apa pun, lanjut Presiden, kontribusi dunia perbankan dalam dua 
bidang itu akan bermanfaat besar bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

"Saya meminta kontribusi kebersamaan dengan pihak perbankan untuk alirkan 
`capital`," pintanya.

Sementara itu, Ketua Umum Perbanas, Sigit Pramono, mengatakan jika pemerintah 
ingin mengejar pertumbuhan ekonomi 6,4 persen dan berharap sektor riil 
bergerak, maka harus ada prioritas-prioritas sektor yang ingin didorong, 
pertumbuhannya oleh pemerintah.

"Kita harus sepakat fokusnya, artinya ada prioritas pada sektor-sektor yang 
akan didorong. Dengan demikian, nantinya akan membuat bank-bank tertarik untuk 
membiayai ini," tuturnya.
Pemerintah, lanjut Sigit, harus memprioritaskan sektor ekonomi tertentu yang 
menjadi perhatian guna ditumbuhkan lebih dari sektor yang lain.

Perbankan, kata dia, pada prinsipnya bergerak di belakang dunia usaha.

Sehingga, Sigit berharap pemerintah selalu memberi iklim kondusif bagi para 
pengusaha yang bergerak dalam sektor yang diprioritaskan tersebut.

"Jadi, dunia usahanya dulu. Kalau tidak ada permintaan kredit dari usaha untuk 
investasi, maka tidak ada permintaan kredit. Jadi, bank di belakang dan yang di 
depan adalah sektor riilnya," ujar Sigit.
Ia menilai langkah presiden yang mengundang dunia perbankan untuk berkomunikasi 
setelah pekan lalu berdialog dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) merupakan 
langkah yang tepat.(*)


      
____________________________________________________________________________________
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.  
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke