Jangan Berebut Mencintaiku
      Oleh :    Mochammad Moealliem 
               
              Apa        jadinya jika kalimat diatas yang menyebutkan adalah    
    penulis, pembaca boleh menebak dengan konsep positif        thinking 
tentunya, sebab kalau pembaca memakai kacamata        yang negative thinking 
akan masuk pada syuudzhon,        padahal penulis hanya ingin dengan tulisan 
yang        ditulisnya mengajak pembaca menjadi positif meskipun        
kebanyakan manusia kurang berminat.
               
                     Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik,       
 meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka        bertakwalah 
kepada Allah hai orang-orang berakal, agar        kamu mendapat 
keberuntungan."QS.5:100
               
              Sering        kita dengar berita, bahwa ada seseorang membakar 
mantan        pacarnya karena cemburu, ada yang bunuh diri juga karena        
cemburu, ada juga yang lebih dari itu, berbagai macam        bentuk 
problematika yang berkembang di masyarakat        tersebut tentunya ada sebab 
yang melatar-belakanginya        sebuah peristiwa.  Apalagi disaat harga 
berbagai        kebutuhan membumbung tinggi, maka sesuai kodratnya orang        
lapar cenderung anarkis.
               
              Salah satu        sebab yang lain adalah berebut ruang istimewa 
dihati        seseorang, dan tidak siap untuk mencari yang lebih baik        
dari yang pernah ada, atau mungkin ada hal yang telah        terjadi antara 
keduanya hingga berpisah dengan orang itu        akan sia-sia dan mengalami 
kerugian dalam berbagai        aspek. Bahkan dalam novel pun begitu indah jika 
dibumbui        seseorang yang cemburu, apapun akan dilakukan, bahkan        
metoda yang dipakai meminjam metodenya syeitan "Kalau        bisa pesaing harus 
rugi, paling tidak pesaing tidak        untung".
               
              Memang        tidak semua orang berani berprinsip "jangan berebut 
       mencintaiku", namun manusia lebih bangga ketika menjadi        rebutan, 
dengan adanya rebutan mereka merasa punya nilai        jual yang sangat 
menguntungkan dalam segi materi,        tentunya bukan hanya dalam persoalan 
hati saja, bahkan        harga sembako pun akan menjadi mahal ketika untuk      
  memperolehnya harus rebutan.
               
              Mungkin        dilihat dari kata "jangan berebut mencintaiku" 
terasa        begitu sombongnya, bahkan memancing orang lain berkata,        
"koyok payu-payuo" alias dalam bahasa gaul "kayak        laku aja". Apalagi 
bagi mereka yang tak punya modal yang        layak jual, cakep tak nampak, 
pintar tak pasti, duit pun        tak punya, tentunya tak akan setuju jika 
memakai prinsip        tersebut, boro-boro dengan prinsip, ikut menjadi peserta 
       berebut aja tak pernah menang, dan selalu bertahan        dengan medali 
jomblo yang gagal. 
               
              Coba        pembaca ingat, bukankah pembaca begitu bahagia ketika 
       ada banyak orang yang mencintai anda? Bahkan pembaca pun        akan 
terus-terusan menarik-ulur keputusan anda untuk        menentukan siapa yang 
anda pilih? Atau bahkan melempar        ujian-ujian yang begitu menghibur hati 
anda? What a pity        they are.
               
              Sekarang        coba anda pindah tempat, anda harus berebut untuk 
       mendapat jawaban dari seseorang, dan anda sedikit tahu        lawan 
politik anda, kalau anda bisa merasakan keindahan        berarti anda hebat, 
namun jika anda merasa sakit hati,        membenci lawan politik, bahkan kalau 
saja semua doa anda        terkabulkan maka bisa jadi anda akan berdoa buruk    
    untuknya, atau bahkan jika anda punya kekuatan akan anda        gerakkan 
untuk menggempur pihak lawan dengan berbagai        dalih untuk membenarkan 
tindakan anda.
               
              Kalau pun        mungkin, apa yang menjadi sumber hukum dipihak 
lawan,        anda sangkut pautkan dengan berbagai hal yang akan        
mencipta opini, sementara anda tak peduli apakah dokumen        yang ada itu 
benar-benar bersangkutan, atau hanya        meneruskan sebuah tuduhan tanpa 
bukti yang penting anda        memberi kabar bahwa "si A" kejam. Sebagaimana 
yang        terjadi belakangan yang dipraktekkan oleh orang belanda,        
hanya karena cemburu melihat populasi pihak lain yang        begitu cepat, 
sementara populasi pada pihaknya malah        menurun, sebab orang-orang 
dipihaknya lebih memilih non        berpihak meski tidak masuk dipihak lawan.
               
              Disisi        lain, sebagai orang kecil tentu akan sangat sulit 
untuk        unjuk diri untuk kepentingan tertentu, kecuali harus        
menjerit atau berteriak sekeras-kerasnya kalau bisa        bahkan mengundang 
pro dan kontra, walaupun sebenarnya        membahayakan kedamaian lingkungan. 
Tentunya akan        memberikan kontribusi positif dalam periklanan dengan      
  biaya yang semurah-murahnya. 
               
                     Sebagaimana partai politik yang berebut gadis cantik       
 bernama "suara rakyat", hati sang gadis semakin lama        semakin 
berkapasitas luas, gadis bernama "suara rakyat"        dari desa Indonesia, 
punya hati berkapasitas total        sekitar 160 juta, kalau komputer mungkin 
160 juta        gigabith, Nah dari sekian itu setiap partai punya local        
drive, dan setiap local drive akan menyimpan beberapa        folder, Anggap 
saja pemegang pemerintahan adalah local        drive C.
               
              Kebanyakan        program yang diterapkan akan berhubungan dengan 
drive C,        meski master aslinya dari drive lain, kesuksesan        
pelaksanaan program perlu dukungan semua pihak, baik        software (pikiran) 
dan Hardware (kerja keras), kerusakan        bidang hardware adalah kerusakan 
fisik, dan kerusakan        software adalah kesalahan pengambilan keputusan 
yang        sangat rentan dengan virus-virus yang memang hidup dan        terus 
berkembang sesuai kebutuhan, setidaknya akan        membuat instal ulang 
program pada drive C, atau bahkan        partisi ulang dengan revolusi.
               
              Sebagai        rakyat tentunya punya harga jual yang tinggi, 
namun        sayangnya rakyat hanya akan dimanja beberapa saat dan        
setelah itu di hidden seolah tidak ada, namun rakyat        dalam keadaan 
terikat dan suatu saat akan ditarik        kembali, kemudian di manja lagi, dan 
begitu seterusnya.
               
              Memang        butuh biaya yang sangat mahal untuk menjalankan 
program        yang begitu cepat, aman, dan menguntungkan, bagaimana        
tidak jika hardisk berkapasitas 160 juta giga, sementara        procesor 
komputer kita masih produk lama, dana pembelian        VGA berkapasitas besar 
pun harus dipangkas untuk        pembelian aksesoris yang tak begitu berguna.
               
              Sementara        virus-virus software didalam hardisknya tak 
pernah        tidur, dimana ada kehidupan disitu ada virus, dan dimana        
ada virus akan ada obatnya, hanya saja obat sering tak        berguna ketika 
virus bekerja keras sementara sang obat        malas-malasan. Apalagi 
komputernya connect dengan dunia        luas, tentu tidak mustahil akan 
menambah beban kerja        komputer tersebut, belum lagi virus dari luar lebih 
       canggih. Bisa jadi kita akan bilang ABCD.....(Aduh Bo'        Capek 
Dech.....)
               
              Bagitulah        kerja virus yang cemburu dengan program komputer 
kita        yang berjalan begitu indahnya, teori yang dipakai virus        
adalah yang penting orang lain rugi, atau minimal tidak        untung. Bahkan 
terkadang pengrusakan tidak hanya pada        software nya saja bahkan hingga 
hardwarenya, padahal        hanya lewat alam pikiran yang diacak-acak fisik 
komputer        pun terpaksa mengganti yang baru. Virus layaknya ombak        
lautan bagi pelaut, semakin bisa mengatasi ombak yang        besar maka pelaut 
akan semakin hebat. Namun kalau tak        bisa mengatasi mungkin regenerasi 
pelaut yang lebih        cepat.
               
              Kalau kata        para pakar, dimana ada medan perang, maka 
disitulah akan        terjadi perang, dumana ada lapangan, akan ada permainan,  
      antara virus dan anti virus, dunia ini pun medan perang        dan 
lapangan bermain antara kebaikan dan keburukan,        antara nurani dan hawa 
nafsu, antara benci dan cinta,        hingga saat yang telah ditentukan. 
               
              Seperti        itu mungkin kalau kita bermain dilapangan, berebut 
       ternyata memberi rasa lebih bagi yang mendapatkan porsi        lebih 
banyak, apalagi untuk mendapat sesuatu yang cuma        satu-satunya tentunya 
apapun akan dilakukan, bahkan        diving pun dalam bermain bola terkadang 
merupakan sebuah        cara untuk menjebol gawang lawan, tentunya siapapun 
akan        mengalami gesekan. Namun semoga kita bisa berbagi        kebenaran, 
dan berbagi kehidupan yang damai.
               
              Dalam        cinta, dalam politik, dalam bermain bola, kita 
memang        berebut, sebab lapangan yang tersedia begitu sempit.        dalam 
beragama pun kita saling berebut, saling tendang,        saling telikung, 
padahal jalan begitu luas menuju satu        tujuan pada Yang Maha Luas, 
orang-orang        berkelompok-kelompok setiap kelompok punya pimpinan dan      
  punya simbol masing-masing, kalau saja mulut dan hati        mereka berdzikir 
tentu tak begitu lambat jalan mereka,        dan tak perlu berhenti hanya untuk 
bercanda tentang        jalan yang benar, sebab jalan itu begitu luas.
               
              Hanya        Allah mungkin yang patut untuk berkata "jangan 
berebut        mencintai-Ku" Sebab Dialah Yang Maha Luas, Kalau        
diibaratkan seperti para jamaah haji menuju arafah,        setiap ketua 
rombongan membawa jamaahnya, dengan        tandanya masing-masing, mulutnya 
berdzikir, perjalanan        begitu jauh ada yang sedang berhenti, ada yang 
berjalan        pelan-pelan, bahkan ada yang berjalan, sendirian, dua        
orang, tiga orang dan macam-macamnya. Bahkan ada yang        diantar bus dan 
berbagai macam mobil.
               
              Berbagai        macam madzhab, itu ibaratnya adalah bus-bus 
pengangkut        jamaah menuju tujuan agar lebih mudah dan cepat, tidak        
harus memang bermadzhab, namun kalau ingin kemudahan        lebih baik 
bermadzhab. Setiap madzhab punya peraturan,        namun tidak mungkin satu 
orang menaiki dua bus.        Begitulah madzhab, tujuan mereka adalah sama-sama 
menuju        satu tujuan yang sangat luas.dengan kecepatan lebih        
dibanding yang berjalan sendiri-sendiri. Kalaupun        sopir-sopir travel 
tiap madzhab kebut-kebutan atau        bahkan zig-zag, dan mungkin ada gesekan 
disisi        kendaraan, semoga saja kita selamat sampai tujuan. Kata        
pepatah cepat dan selamat lebih baik daripada sudah        lambat tidak selamat 
lagi, kalau pepatah jawa        alon-alon waton kelakon, pelan-pelan asal 
tercapai,        terserah anda pilih yang mana?
               
              Namun yang        jelas kita harus bergerak, sebab tidur tak 
mengantar        kemana-mana kecuali ke alam mimpi, tidur dan mimpilah        
setelah kita berada ditempat tujuan, dan kita semua akan        tidur sepuasnya 
setelah jadwal perjalan kita tempuh        sesuai waktu yang ada, tidurlah 
secukupnya dalam        perjalanan ini, dan mari terus bergerak menciptakan     
   langkah dengan karya yang positif.
               
              Alliem
              Cairo,        Senin 07 April 2008
              Berbagi        Untuk Tidak Berebut


  Mochammad Moealliem
  http://www.muallimku.tk  or  http://www.muallimku.blogspot.com 
  Ingin gabung di komunitas sahabat lintas batas? Klik aja
  http://tech.groups.yahoo.com/group/kang_guru/ 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke