**** Yang aneh, ini terjadi pada bangsa, yang sejak merdeka 62 tahun 
silam, makin lama makin ketat beragama, dimana jumlah rumah ibadah 
kian berlipat ganda, dimana penggunaan busana dan symbol symbol agama 
kian hebat.

Ini belum terhitung hancurnya moral para pejabat negara dan wakil 
rakyat ditengah kemiskinan warga yang kian mencekik...

Aneh




Jumlah Korban Pencabulan Anak Naik
Sabtu, 12 April 2008 | 02:24 WIB 

jakarta, kompas - Jumlah anak-anak yang menjadi korban pencabulan 
anak atau sodomi yang tercatat di Komisi Nasional Perlindungan Anak 
tahun 2007 mencapai lebih dari 2.000 siswa SD. Sebagian besar pelaku 
adalah guru les, termasuk guru agama, guru sekolah, atau sopir 
pribadi.

Demikian disampaikan Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak 
(Komnas Anak) Seto Mulyadi dan mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak 
Indonesia (KPAI) Giwo Rubianto Wiyogo, Jumat (11/4). Menurut mereka, 
jumlah kasus sodomi anak sejak 2007 sudah jauh meninggalkan jumlah 
kasus penculikan, penganiayaan, dan perdagangan anak.

"Dari 1.992 kasus kejahatan anak 2007 yang masuk ke Komnas Anak, 
1.160 kasus di antaranya adalah kasus sodomi anak. Korbannya mencapai 
lebih dari 2.000 siswa SD," ungkap Seto.

Tiga bulan terakhir tahun ini, kata Seto, jumlahnya naik 50 persen 
dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penyebabnya adalah 
stres. "Para pelaku stres karena kacaunya sistem nilai yang 
berkembang di masyarakat, di tengah merosotnya kemampuan ekonomi 
mereka," ujar Seto.

"Saya mengimbau masyarakat bisa membangun sistem nilai yang lebih 
terbuka, lebih pasti, lebih punya pijakan kuat, dan mempunyai dasar 
kemanusiaan yang universal. Kepada para orangtua, belajarlah menjadi 
pendengar yang baik bagi putra- putranya," tutur Seto.

Kondisinya memburuk

Menurut Giwo, catatan kasus Komnas Anak tidak jauh berbeda dengan 
catatan kasus yang masuk ke KPAI. "Korban umumnya baru menyampaikan 
kasusnya kepada orangtua setelah kondisi psikis dan fisiknya 
memburuk. Atau karena korban tidak lagi diberi uang oleh pelaku," 
paparnya.

Giwo menambahkan, anak korban sodomi akut ditandai dengan perilaku 
interaksi yang aneh terhadap ibu dan kawan-kawannya. Mereka berubah 
menjadi sangat kekanak-kanakan, gagap, dan gelisah. "Secara fisik, 
korban umumnya kesakitan waktu buang air besar dan sering demam 
tinggi," ucap Giwo.

Ibu Fh (7), korban sodomi, kemarin, mengaku, sejak disodomi, putranya 
menjadi sangat tertutup. Setiap buang air besar, Fh kesakitan. Hal 
serupa juga dialami oleh korban R.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Kepolisian Resor Metro 
(Polrestro) Jakarta Pusat Inspektur Satu Sentike Bossayor yang 
dihubungi mengatakan, pihaknya menyiapkan terapi kejiwaan untuk 
korban sodomi anak. Rabu (9/4), dua pelaku tersangka sodomi anak 
ditangkap petugas Polrestro Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. 
(ONG/WIN)

Kirim email ke