Amin al-Khauli tentang "Tajdid" Ruzbihan Hamazani
Amin al-Khauli adalah salah satu pemikir penting dari Mesir yang dikenal karena usahanya untuk mengenalkan pendekatan baru dalam tafsir Qur'an. Dia dianggap sebagai salah satu tokoh pembaharu, "mujaddid". Dia juga salah satu murid Muhammad Abduh dan mewarisi gagasan-gagasan pembaharuan yang ia kenalkan selama ini. Salah satu kontribusi penting Amin al-Khauli adalah dalam bidang metode tafsir Qur'an. Dia, antara lain, dikenal karena metode literer (al-manhaj al-adabi) dalam penafsiran Qur'an yang kemudian diterapkan oleh sejumlah sarjana seperti A'shah bint al-Shathi', isterinya sendiri, dan Muhammad Ahmad Khalafullah yang menulis disertasi tentang kisah-kisah dalam Qur'an yang kemudian dicekal oleh pihak al-Azhar itu. Nama Amin al-Khauli muncul kembali dan menjadi populer, antara lain, karena sering dirujuk oleh salah seorang sarjana Mesir yang sempat menjadi kontroversi beberapa waktu lalu, yakni Prof. Nasr Hamid Abu Zayd. Amin al-Khauli dikenal karena beberapa pernyataannya yang menarik. Antara lain adalah, "awwal al-tajdid qatl al-qadimi bahtan". Pembaharuan, kata al-Khauli, biasa dimulai dengan cara membunuh sesuatu yang lama. Jika yang lama terus dipertahankan, sudah tentu pembaharuan tak akan terjadi. Oleh karena pembaharuan adalah sebentuk "pembunuhan", sudah pasti ia akan menimbulkan perlawanan dari pihak-pihak yang mempertahankan sesuatu yang lama itu, dari kaum "konservatif", yakni mereka yang berusaha mempertahankan (coserve) hal-hal yang telah mapan. Selanjutnya, al-Khauli menyatakan sesuatu yang menarik sekali sebagai berikut: "Tu'addu al-fikratu hinan ma kafiratan tuharramu wa tuharabu, thumma tushbihu ma'a al-zamani mazhaban, bal 'aqidatan wa ishlahan takhthu bihi al-hayatu khathwatan ila al-amam". Artinya: pada suatu waktu, pemikiran dianggap sebagai kafir, dan karena itu diharamkan dan dimusuhi; tetapi dengan perkembangan waktu, pemikiran itu kemudian menjadi sebuah mazhab, bahkan akidah dan pembaharuan yang membuat kehidupan terus maju ke depan. Selengkapnya klik: http://ruzbihanhamazani.wordpress.com/2008/04/12/amin-al-khauli-tentang-tajdid/ mediacare http://www.mediacare.biz [Non-text portions of this message have been removed]

