Alhamdulillah saya mendapat kiriman berupa Tshirt dari seorang sahabat yang
berada di Toronto-Canada, untuk diberikan pada anak-anak jalanan. Dan
liburan kemarin saya telah mencoba mendistribusikan kaos  di stasiun UI -
Depok tersebut dengan menambahkan beberapa potong. sungguh bahagia melihat
raut anak-anak jalanan saat menerima kaos pemberian saya, dengan berebutan
mereka mengambil kaos tersebut. Allhamdulillah masih bisa berbuat baik. Ide
ini tidak akan terlaksana jika sahabat saya tidak berempati dengan anak-anak
jalanan tersebut. terimakasih ya Mba tita... atas idenya untuk melakukan
bakti sosial seadanya tanpa publikasi.

Saat ini Dalam rimba modernitas sekarang ini, empati merupakan barang mahal
yang cukup sulit didapat. Empati bukan hanya sekedar ikut merasakan, tetapi
juga berbuat dengan tindakannya nyata. Didalam tataran praktis hal ini cukup
sulit untuk dilakukan, karena, manusia-manusia modern terkurung oleh egonya.
dan memberi empati sangatlah menyejukan jiwa.

Tidak mengherankan jika modernitas selalu penuh dengan parade depresi dan
anomali. Kehidupan modern hampir identik dengan kehidupan yang tidak
memiliki arah. hilangnya empati merupakan malapetaka besar bagi kehidupan
manusia. Hilangnya empati berarti hilangnya kontak bathin antara jiwa-jiwa
yang hidup. Dan jika dia (baca: Jiwa) tidak lagi hidup, kita tidak bisa
mengatakan lain kecuali kematian. Konon nabi Muhammad pernah bersabda
:"bukan termasuk golonganku orang yang tidak mempedulikan urusan saudaranya
sesama muslim". Atau lebih jauh lagi "laa yu'minu ahadukum, hattaa yuhibbuu
lii akhiih maa yuhibbu lii nafsihi", yang jika diartikan secara radikal
berarti : solidaritas yang didasarkan atas empati dan kecintaan merupakan
fondasi dari keimanan itu sendiri.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, Empati berarti perasaan dimana kita
ikut merasakan dan memahami orang lain. Atau lebih gampangnya empati berarti
menempatkan diri seolah-olah menjadi seperti orang lain. Mempunyai rasa rasa
empati adalah keharusan seorang manusia, karena di sanalah terletak nilai
kemanusiaan seseorang

asa empati pada seseorang harus diasah. Bila dibiarkan rasa empati tersebut
sedikit demi sedikit akan terkikis walau tidak sepenuhnya hilang, tergantung
dari lingkungan yang membentuknya. Misalnya saja mungkin yang terjadi pada
diri saya atau anda pada waktu mengikuti perkuliahan di kampus, kita mungkin
sering mengabaikan dosen yang menerangkan suatu mata kuliah tertentu dan
asyik ngobrol dengan teman di sebelah kita karena mungkin kita merasa tidak
mengerti apa yang dijelaskannya. Tapi, pernahkah kita berpikir bagaimana ya
kalau kita menjadi dosen dan semua mahasiswanya ramai sendiri. Bagaimana
perasaan kita??

Banyak segi positif bila kita berempati. Kita akan agresif dan senang
membantu orang lain. Karena empati berhubungan dengan kepedulian terhadap
orang lain, tak heran kalau empati selalu berkonotasi sosial seperti
menyumbang, memberikan sesuatu pada orang yang kurang mampu.

rasa empati dapat kita lakukan asalkan kita mau, kapan saja dan dimana saja
kita berada. Kita harus membiasakan dari hal-hal yang sederhana. Contoh
ketika kita sedang makan dan di samping kita ada orang, maka kita coba untuk
menawarkan makanan itu kepadanya (walaupun kita cuma nawarin saja) tapi
dengan begitu kita biasa berbagi dan peduli pada orang lain.

Mungkin hal-hal berikut ini dapat membantu kita untuk menumbuhkan rasa
Empati itu, yaitu:
1. Jangan selalu berpikir "Mengapa sih kita harus berempati?" tapi kita
harus berpikir "MENGAPA TIDAK KITA HARUS BEREMPATI, TOH NGGAK MERUGIKAN".
2. Jangan merasa derajat kita lebih tinggi dari orang lain, tetapi selalu
ingat bahwa kehidupan itu seperti roda, kadang kita di atas, kadang kita di
bawah.
3. Jangan kita memberikan perhatian atau bantuan hanya kepada orang yang
menurut kita akan menguntungkan kita saja.
4. Janganlah selalu jalan-jalan ke mal, cobalah jalan-jalan ke tempat di
mana banyak orang susah yang berkumpul di sana. Dengan itu kita akan melihat
ada sisi lain dari kehidupan manusia.
5. Selalu tebarkan senyum kepada orang lain tapi jangan kebanyakan.
Jadi sebagai makhluk sosial sangatlah penting bagi kita untuk memiliki rasa
empati kepada orang lain. Jadilah emas dimanapun kita berada, bila kita
memang emas.
6. Dengar curhat
Biasakan mendengarkan curhatan atau cerota orang sampai habis dan penuh
perhatian. Semakin banyak mendengar cerita, masalah dan perasaan orang lain
maka perasaan kita akan semakin kaya dan pada akhirnya bisa semakin tau cara
memahami masalah dan perasaan orang lain.

Hal ini dapat mendorong kita meLakukan ha Nyata Bahwa Kita Ber-empati

1. Apa akibatnya
Coba pikirkan perilaku dan perkataan kita ke orang lain sebelum kita
melakukannya atau mengucapkannya. Apakah akan menyakitinya, apakah cukup
bijak dll.

2. Adil
Jangan menyuruh orang lain melakukan sesuatu yang kita sendiri malasa atau
tidak melakukannya. Misal menyuruh orang lain untuk berjualan door to door
padahal kita sendiri malas melakukannya, maka jangan menyuruh seperti itu.

3. Kasih bantuan
Bari aksi nyata dengan menanyakan apa yang bisa kita lakukan untuk membantu
seseorang. Jika tidak bisa memberikan apa yang diminta cari alternatif lain
atau menanyakan apakah ada orang lain yang juga bisa ikut membantu.

Marilah kita asah selalu rasa empati kita. Bukan bermaksud riya bahwa kita
telah memilikinya dan kita berjiwa sok sosial namun siapa tau suatu saat
kitalah yang mengalami posisi yang sama sulitnya dan tanpa disangka karena
kita sudah ber-empati maka akan ada yang ber-empati balik tanpa kita
harapkanpun.

Semakin lama semakin sulit mendapatkan ketulusan, semakin lama semakin mahal
untuk mendapatkan kepercayaan dan rasa saling mengerti. Zaman kiwari orang
koq seperti terhanyut dalam budaya tampak luar. Tak menghargai apa yang
berada di dalam sanubari tiap manusia. tidak usah kita menyalahkan orang
lain cobalah tanya dalam diri kita, masih adakah rasa empati itu dalam diri
kita?!
Mampir yuk ke : http://erwin-arianto.blogspot.com

-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
エルイン アリアント (内部監査事務局)
-------------------------------------
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke