Baru saja aku bertamu, sambil menikmati hidangan tuan rumah, konco-ku orang 
Chungkuo asal Tsingtao, sempat buicara2 soal hiruk pikuk perkara Tibet dan 
Olympic.
   
  Setelah aku jelaskan bahwa banyak negara barat itu punya sifat hipokrit yang 
dia(koncoku) setujui, malahan koncoku ini menambahi se-suatu yang rupanya bisa 
dianggap adalah realita (apa yang bisa kita temui di Tibet).
   
  Pertama: orang Tibet(Tibetan) itu adalah bangsa yang malas. Kenapa dia bilang 
begini, lalu dia(koncoku) melanjutkan ini karena ,...kedua: karena 
agamanya(Buddha versi Tibet) yang membuat , tanpa disadari orang(Tibet) jadi 
punya watak pemalas.
   
  Coba berapa persen dari penduduk Tibet yang jadi biksu, segedubrak banyaknya. 
Bahkan dari kecilpun, anak2 Tibet sudah di brainwash agar jadi atau punya 
angan2 tujuan hidup untuk jadi biksu. Karena sebelum Tibet di-merdekakan oleh 
Tiongkok, Tibet adalah negara feodal. Bentuk pemerintah feodal ini bukan saja 
kaum elit yang berkuasa tapi juga para ulama Tibet.
  Karena miskinnya Tibet(hasil diperas habis2an oleh para elit dan para lhama) 
maka satu2nya jalan tanpa disadari rakyat Tibet punya kecenderungan untuk jadi 
atau bertujuan jadi ulama Buddhist. Ini paling gampang tanpa banyak kerja keras 
dapat hidup enak, ....at the expense dari rakyat yang di perbudak untuk 
meladeni para elit dan ulama Buddhist.
  Ratusan/ribuan tahun keadaan timpang ini berjalan sehingga watak rakyatnya 
jadi pemalas, tidak kreatip, tujuannya(satu2nya) ya mau jadi ulama Buddhist. 
Karena dengan begitu mereka tidak perlu kerja keras dan terima kehidupan ini 
dengan cara makan/minum prodeo.
   
  Sekarang karena budaya China yang masuk kesitu(Tibet) maka kegoncangan sosial 
terjadi. Masih banyak anasir feodal dan para pemalas cari jalan untuk bikin 
huru hara. Tentunya kesempatan ini tidak dilewatkan oleh kekuatan luar untuk 
memancing di air keruh.
   
  Jadi watak pemalas ini banyak timbul karena pengaruh agama Buddhist versi 
Tibet ini. Lihat saja mau memasuki kuil mereka harus merangkak seperti ular. 
Inilah contoh dimana agama Buddhist versi Dalai Lama ini memang punya tendensi 
menjadikan orang seperti budak dan teguh menerima nasib.
   
  Harry Adinegara

       
---------------------------------
Get the name you always wanted with the new y7mail email address.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke