http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/16/18512958/misi.tur.ke.saturnus.diperpanjang.dua.tahun

Misi Tur ke Saturnus Diperpanjang Dua Tahun
 
JAKARTA, RABU - Perburuan misteri Saturnus dan bulan-bulan yang mengelilinginya 
akan dilanjutkan lagi selama dua tahun setelah misi Cassini-Huygens berakhir. 
Wahana yang diluncurkan sejak tahun 1997 itu seharusnya selesai bertugas Juli 
2008.

"Perpajangan ini tidak hanya mengejutkan komunitas sains, namun bagi dunia 
untuk melanjutkan upaya bersama mengungkap rahasia Saturnus," ujar Jim Green, 
direktur Divisi Sains Keplanetan NASA. Selama ini, foto-foto dan pengukuran 
yang dilakukan wahana tersebut telah menambah pengetahuan sangat banyak 
mengenai Saturnus dan bulan-bulannya.

Dari data-data yang dikirimkan Cassini, para ilmuwan telah menemukan 
bukti-bukti baru seperti kemungkinan adanya laut di bawah kerak Enceladus, 
salah satu bulan Saturnus. Dalam misi perpanjangan nanti, Enceladus menjadi 
salah satu target utama objek penelitian.

Pengamatan Cassini di sekitar Titan, yang merupakan bulan terbesarnya Planet 
Saturnus, juga dapat mengungkap rahasia iklim Bumi di masa lalu  sebelum dihuni 
makhluk hidup. Sebab, para ilmuwan yakin pembentukan danau, sungai, kanal, 
gurun, awan, bahkan gunung api di permukaan Titan mirip dengan proses yang sama 
di Bumi.

"Wahana dalam kondisi baik dan tim sangat temotivasi, sehingga kami sangat 
yakin prospeknya dua tahun ke depan," ujar Bob Mitchell, manajer program 
Cassini di Labotarorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California, AS. Cassini 
telah bekerja selama lebih dari 10 tahun dan berpetualang di sekitar Saturnus 
selama 4 tahun. Tiga instrumen ilmiah yang dibawanya mengalmi gangguan, namun 
tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil pengukuran secara keseluruhan.

Dalam misi perpanjangan selama dua tahun ke depan, Cassini akan mengorbit 
Saturnus 60 kali, Titan 26 kali, Enceladus 7 kali, dan sekali mengorbit Dione, 
Rhea, dan Helena. Selain itu, wahana tersebut juga akan memantau cincin Planet 
Saturnus, karakteristik magnetosfer, dan sifat-sifat fisik lainnya.       
"Saat kami mendesain tur pertama kali, kami benar-benar tidak tahu apa yang 
akan kami temukan, khususnya di Enceladus dan Titan. Tur tambahan memberikan 
kami kesempatan melihatnya lebih jelas," ujar Dennis Matson, salah satu ilmuwan 
proyek Cassini.
    
Wahana Cassini diluncurkan 15 Oktober 1997 dari Cape Canveral, Florida dan 
menghabiskan waktu tujuh tahun dan menyelesaikan perjalanan sejauh 3,5 miliar 
kilometer untuk sampai ke Planet Saturnus. Tidak hanya tangguh, Cassini juga 
merupakan salah satu wahana paling canggih yang pernah diluncurkan dengan 
membawa 12 instrumen ilmiah dalam satu kali misi. Enam instrumen lainnya dibawa 
Huygens yang dikembangkan Badan Antariksa Eropa (ESA). Huygens berhasil 
mendarat di Titan dan mengirimkan data-data pengurkuran atmosfernya ke Bumi 
melalui Cassini. 

Sumber energinya dipasok dari tiga generator termoelektrik radioisotop yang 
berbahan bakar plutonium. Peluruhan unsur radioaktif tersebut secara alami 
menghasilakn panas yang kemudian diubah menjadi listrik.(PHYSORG/WAH)  
WAH


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke