http://www.antara.co.id/arc/2008/4/18/teknologi-sel-punca-indonesia-termaju-di-asia/

Teknologi Sel Punca Indonesia Termaju di Asia

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB 
IDI), Dr dr Fachmi Idris, mengatakan bahwa kemampuan individual para dokter 
Indonesia dalam teknologi sel punca (stem cell) merupakan yang termaju di Asia.

"Bahkan kalangan medik dunia merekomendasikan Indonesia sebagai tempat operasi 
jantung dengan teknologi sel punca untuk kawasan Asia," kata Fachmi Idris di 
Jakarta, Jumat.

Sel punca dimaknai sebagai sel yang secara umum berada pada tahap amat dini dan 
punya kemampuan untuk menjadi sel tipe khusus lain, seperti menjadi sel hati, 
sel kulit, sel saraf, dan sebagainya.
Menurut dia, teknologi dan sarana kesehatan di Indonesia sudah sangat memadai 
untuk menangani tindakan medis yang diperlukan.

"Dan kualitas para dokter kita juga sudah sangat bagus, tidak kalah dengan 
kualitas dokter di luar negeri," kata Fachmi.

Tetapi tren maraknya pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri perlu 
pembenahan yang serius dari sisi pengelolaan non-medis, tambahnya.

"Tentang bagaimana kepuasan pasien itu tercapai, dan masalah pencitraan tentang 
rumah sakit itu yang harus lebih bagus lagi," kata ketua umum periode 2006-2009 
itu.

Dokter keluarga

Ia juga mengingatkan perlunya pengembalian peran penting sistem kesehatan di 
Indonesia, "Harus kembali ke sistem yang terpadu, dan sistem dokter keluarga 
serta sistem rujukan harus diberlakukan lagi."
Sistem rujukan dan dokter keluarga, masih kata Fachmi, akan menghindarkan 
penumpukan pasien di dokter spesialis, sebab seharusnya dokter spesialis tidak 
perlu menangani penyakit yang ringan berupa batuk pilek biasa.

"Dengan sistem dokter keluarga dan sistem rujukan, penyakit-penyakit akan 
tersaring dengan baik, sehingga hanya pasien dengan penyakit benar-benar berat 
saja yang akan ditangani oleh dokter spesialis," katanya.

Selain mendesak revitalisasi peran sistem rujukan dan dokter keluarga, Fachmi 
juga mendorong agar pemerintah segera merealisasikan asuransi kesehatan bagi 
semua penduduk Indonesia.
"Dengan kemauan politik dan sistem yang tepat, asuransi kesehatan ini jangan 
lagi cuma jadi cerita, tapi sudah harus diwujudkan," katanya.

Hal lain yang diinginkan oleh pihak ikatan dokter adalah adanya subsidi di 
bidang pendidikan kedokteran, dengan tujuan semakin banyak orang Indonesia 
menjadi dokter dan mengabdi kepada bangsa. (*)


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke