Pemilihan katanya tendensius tuh bos.. :-|
Kata teror sudah menjadi 'cap' yang akan diberikan pada satu kalangan oleh
kalangan lain.. untuk kepentingan pen-cap itu sendiri..
Apalagi kalau pen-cap-nya sendiri sebenarnya pelaku tindakan yang
di-cap-kan..
(mirip) maling teriak maling..

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

2008/4/23 mediacare <[EMAIL PROTECTED]>:

>   Al Manar hadir di Indonesia, menebar damai atau teror?
>
> Republika - Rabu, 23 April 2008
>
> Kehadiran TV Al Manar Harus Disambut Positif
>
> Karena milik kelompok Islam, Al Manar pasti memiliki muatan syiar Islam.
>
> JAKARTA--Kehadiran stasiun televisi Al Manar harus disambut positif.
> Demikian rangkuman beberapa tokoh yang dihubungi Republika terkait
> mengudaranya siaran televisi Al Manar, stasiun televisi milik kelompok
> Hizbullah ini hadir di layar kaca di Indonesia melalui parabola.
>
> ''Jika Al Jazeera bisa disaksikan di Indonesia, mengapa Al Manar tidak. Al
> Manar lebih kental Islamnya karena tidak ada campur tangan Barat. Saya kira
> ini cocok untuk Indonesia,'' kata Sinansari ketika dihubungi Selasa (22/4).
> Menurut ecip, langit Indonesia bebas dari segala bentuk siaran televisi. Ini
> antara lain dampak dari kebijakan yang diambil oleh pemerintah Orde Baru,
> terutama masa Harmoko menjadi menteri penerangan sehingga semua stasiun
> televisi di dunia bisa disimak lewat parabola. ''Di negara lain siaran lewat
> parabola pun dibatasi,'' kata Sinansari lagi.
> Sinansari lebih jauh mengatakan tak perlu ada yang dikhawatirkan dari
> siaran Al Manar. ''Malah, siaran Fashion TV yang isinya 'agak lain' tidak
> diributkan. Padahal, kita harus bayar untuk menontonnya, '' tambah
> Sinansari.
>
> Al Manar adalah televisi milik kelompok Hizbullah, Lebanon. Saat ini, Al
> Manar bisa disaksikan lewat siaran parabola setelah menandatangani kontrak
> dengan Indosat dan bisa dipancarkan lewat Satelit Palapa C2.
>
> Ketua PP Muhamamdiyah, Din Syamsuddin, juga menilai bahwa siaran televisi
> ini memilik sisi positif karena ada unsur syiar Islam. Bahwa kelompok
> Hizbullah beraviliasai kepada ajarah Syiah menurut Din itu soal lain.
> ''Mereka tetap Islam karena mereka bersyahadat dan menjalankan rukun Islam
> yang sama,'' kata Din. Jika pun ada perbedaan hanyalah pada perlakuan
> terhadap Ali, sepupu Nabi SAW.
>
> Menurut Din, semua kelompok masyarakat termasuk umat Islam punya hak untuk
> mendirikan media termasuk televisi di dalamnya. ''Kita tidak punya alasan
> untuk menghalangi, '' ujar dia kepada Republika. Dia mengatakan, akan sama
> halnya dengan pihak-pihak lain yang membangun jaringan televisi seperti CNN,
> BBC, VoA atau bahkan siaran televisi kelompok gereja atau agama lain. Malah,
> kehadiran Al Manar menurut Din, selain syiar juga menyiarkan berita tentang
> Palestina yang memang diperjuangkan oleh semua umat Islam. ''Sikapi positif
> saja. Tidak perlu cemburu, marah-marah, atau emosi.''
>
> Bicara soal konten siaran, Sinansari mengatakan, sejauh tidak menyiarkan
> teror dan tidak ada keluhan dari masyarakat atau pemirsa di Indonesia, maka
> KPI tidak akan melakukan tindakan apa-apa. Apalagi, siaran televisi asing
> lewat parabola memang tidak perlu izin. Kewenangan KPI sejauh ini masih di
> siaran stasiun televisi nasional. ''Untuk Al Manar karena ada perwakilan,
> jadi lebih mudah. Jika memang ada komplain terkait materi siaran, kita bisa
> undang mereka untuk klarifikasii, '' papar Sinansari lagi.
>
> Sementara itu, perwakilan Al Manar di Indonesia, Ali Assegaf, mengatakan
> siaran televisi Al Manar sudah lama ada di Lebanon dan bisa diterima di
> seluruh dunia. Namun, untuk Indonesia, pihak Al Manar Lebanon baru-baru ini
> menandatangani kontrak dengan Indosat untuk bisa ditangkap siarannya bagi
> televisi yang menggunakan jasa Satelit Palapa C2. ''Kalau tidak salah
> kontraknya satu tahun,'' kata dia.
>
> Mengenai isi menurut Ali tak ada yang perlu dikhawatirkan. Al Manar banyak
> menyiarkan berita, talk show tentang kehidupan keluarga, membahas Alquran,
> dan lainnya. ''Ini seperti televisi biasa,'' kata dia.
> (tid )  <http://www.mediacare.biz>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke