(Tulisan ini juga disajikan dalam website http://kontak.club.fr/index.htm )
Persatuan Nasional dengan Jalan Baru dan Gerakan banting stir Dalam rangka ikut menyemarakkan perayaan Hari Buruh 1 Mei 2008, website http://kontak.club.fr/index.htm ) sudah menyajikan berita-berita dan tulisan tentang kegiatan dan pernyataan berbagai kalangan gerakan buruh dan ornop. Berikut di bawah ini adalah pernyataan bersama yang ditandatangani oleh para Ketua Umum dari organisasi-organisasi Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), dan Serikat Tani Nasional (STN). Pernyataan yang ditujukan kepada bangsa dan seluruh rakyat Indonesia tersebut berbunyi : Indonesia adalah negeri yang kaya dengan sumber daya alam (pertambangan dan mineral) dan sumber daya agraria. Namun disaat harga-harga minyak dan mineral tambang mengalami lonjakan kenaikan harga, juga ditengah membaiknya harga produk pertanian dan perkebunan kesejahteraan rakyat bukannya meningkat, sebaliknya justru merosot. Tidak terkecuali kesejahteraan kaum buruh. Kenapa hal ini bisa terjadi? Tidak lain dan tidak bukan keadaan kesejahteraan rakyat dan industri dalam negeri yang terus memburuk adalah akibat dari politik perekonomian pemerintah yang sejak Orde Baru hingga Pemerintahan SBY-Kalla keliru, khianat, dan merupakan bentuk pelanggaran konsitusional yang serius, terutama amanat dari Pasal 33 UUD 45. Sayangnya hingga kini belum ada tindakan politik yang korektif untuk merubah keadaan ini . Hampir seluruh industri pertambangan dalam negeri diserahkan kepada asing, akibatnya adalah naiknya pendapatan industri pertambangan sebagian besar juga yang menikmati adalah kaum imperialis pertambangan asing. ExxonMobil, Freeport, Inco, Newmont, Chevron, British Petroleum, ChonocoPhilips, Freeport, Newmont, itulah perampas terbesar hasil-hasil pertambangan dalam negeri. Merekalah yang menguasai cadangan gas alam terbesar di dunia (170 triliun kaki kubik); berpredikat sebagai pengekspor terbesar batubara di dunia (117 juta ton pertahun); kaya dengan minyak bumi (9 miliar barrel), memiliki berpuluh bukit emas (4.400 ton), tembaga, bertanahkan nikel, silika, mangan, alumunium, pasir besi, seng, timah, dan kandungan mineral strategis lainnya. Kenaikan harga produk pangan dan perkebunan juga hanya dinikmati segelintir orang yaitu importir pangan dan kapitalis perkebunan yang serakah yang berkerumun disekitar minoritas kelas penguasa. Politik pemerintah di bidang agraria yang juga keliru seperti liberalisasi perdagangan produk pertanian dan kebijakan perkebunan yang mengutamakan orientasi ekspor telah menghancurkan industri pertanian dalam negeri dan menguras daya beli rakyat. Apa yang disisakan oleh kaum imperialis dengan Pemerintah dan oposisi kompradornya di dalam bagi rakyat, bagi kaum buruh, bagi industri dalam negeri? Antri minyak tanah, kelangkaan dan kenaikan harga gas, listrik, naiknya harga sembako, antri minyak goreng, semakin mahal dan kelangkaan pupuk, kebangkrutan industri dalam negeri, PHK massal, minimnya anggaran pendidikan sehingga biaya pendidikan makin tidak terjangkau oleh sebagian besar rakyat rakyat hanya dibatasi untuk dapat baca tulis saja. Tidak cukup dengan itu semua periuk nasi mayoritas rakyat yang miskin terus menerus dirampas melalui politik dan pembayaran, APBN kita dikuras untuk membayar hutang luar negeri dan hutang warisan konglomerat korup kroni Orde Baru. Sebagian besar yang menikmati uang pembayaran hutang ini adalah juga Pemerintah imperialis asing dan kaum kapitalisnya. Jalan baru dan Gerakan banting stir Inilah dasar pemikiran kita kenapa di dalam peringatan Mayday 2008 ini, kami merasa perlu dan bahkan bersifat mendesak untuk mengajak kembali seluruh rakyat, seluruh kekuatan politik yang peduli dengan nasib mayoritas rakyat untuk bersatu, dan berjuang bersama di segala lapangan politik untuk mengakhiri kekuasaan dan perampasan oleh imperialis asing dan Pemerintah yang menjadi kaki tangannya. Keadaan ekonomi dan politik yang semacam itu harus diakhiri. Untuk menyelamatkan Republik Indonesia, untuk membela Rakyat, juga kaum buruh, Indonesia membutuhkan JALAN BARU, membutuhkan GERAKAN BANTING STIR. Jalan Baru ekonomi Indonesia adalah dengan menyelamatkan aset-aset kekayaan alam nasional. Hal ini berarti kekuasaan dan perampasan oleh kaum imperialis di dalam industri pertambangan harus diakhiri, tuntutan rakyat untuk menasionalisasi, untuk memperbaharui kontrak kerjasama di bidang pertambangan yang lebih berkeadilan sosial harus digulirkan. Hal ini juga berarti uang rakyat, APBN harus diselamatkan dari politik hutang luar negeri, penghapusan pembayaran hutang dan minimal moratorium pembayaran hutang dalam jangka waktu yang panjang adalah agenda perjuangan yang tidak ditawar lagi. Gerakan Banting Stir adalah gerakan untuk merubah sistem ekonomi yang berpihak kepada kaum imperialis menjadi sistem ekonomi yang mandiri, mengutamakan pembangunan dan penyelamatan industri dalam negeri dari jurang kehancuran dan kebangkrutan. Program ekonomi ini akan sukses jika susunan Pemerintah dan kekuasaan dirubah sehingga konsekuen menjalankan program peningkatan kesejahteraan umum, pencerdasan rakyat melalui pendidikan gratis, dan penyelenggaraan fasilitas kesehatan gratis. Oleh karena itu Gerakan Banting Stir secara politik adalah politik persatuan untuk memperjuangkan Pemerintahan Baru!; Presiden Baru! Partai Politik Baru!sebagai alat perjuangan bersama; Sistem Berdikari seperti anjuran Bung Karno Seperti juga sebelumnya dan diwaktu yang akan datang, di dalam peringatan Mayday ini kami kembali menegaskan program perjuangan yang menurut kami penting untuk dijalankan guna terwujudya sistem ekonomi dan politik yang mandiri, yang mau Berdiri Di Kaki SendiriBerdikari seperti pernyataan Bung Karno), dan lebih berkeadilan sosial: 1.. Mensubsidi harga sembako sehingga dapat dikonsumsi oleh rakyat, terutama rakyat miskin. Disaat yang bersamaan harus ada kebijakan untuk menormalisasi harga produk pangan dan perkebunan sehingga harganya terngakau oleh rakyat dengan mensubsidi sara produksi pertanian (pupuk, benih dsb) sehingga rakyat yang menggantungkan hidup di sektor pertanian dan perkebunan dapat terangkat kesejahteraannya. 2.. Menggratiskan pendidikan dan kesehatan bagi seluruh rakyat. 3.. Menyediakan energi murah (minyak, gas, dan batubara) bagi rumah tangga dan industri. Dengan ketersediaan energi murah, industri nasional (ribuan industri manufaktur dan jutaan UKM) dapat: menekan biaya produksi sehingga selamat dari kebangkrutan dan biayanya sebagian harus dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan upah kaum buruh. 4.. Menyediakan bahan baku (nikel, emas, tembaga, alumunium, seng, timah, pasir besi, timbal, dsb) yang melimpah untuk pembangunan industrialisasi nasional ke depan. Seluruh industri asing dibidang pertambangan, tentunya setelah kontrak kerjasamanya diperbarui agar lebih adil, harus mengolah bahan mentahnya menjadi barang setengah jadi di dalam negeri dan harus mengutamakan kebutuhan bagi industri dalam negeri. Hal ini menjadi basis penting untuk menggerakan dan memajukan industri nasional. 5.. Oleh karena itu seluruh industri Pertambangan secara bertahap harus dinasionalisasi, seluruh kontrak kerjasama di bidang pertambangan migas dan mineral harus diperbaharui dengan formula yang lebih menguntungkan rakyat dan industri dalam negeri. 6.. Perlindungan terhadap industri dalam negeri dari keserakahan kaum imperialis yang berkedok perdagangan bebas. Padahal negeri-negeri imperialis dengan kaum kapitalisnya menjalankan perdagangan bebas secara diskriminatif dan penuh kecurangan. 7.. Penghapusan Hutang Luar Negeri. Politik anggaran negara yang menguras APBN untuk membayar hutang harus dihentikan, sekurangnya dalam jangka waktu 10 hingga 15 tahun ke depan. Seluruh APBN harus diprioritaskan untuk memulihkan dan mendorong maju industri dalam negeri dan memperbaiki kesejahteran rakyat. 8.. Agar program perjuangan untuk merubah sistem ekonomi dan Pemerintahan yang pro kaum imperialis ini dapat berhasil seluruh gerakan rakyat harus gigih berjuang di seluruh lapangan politik. Disamping terus mengorganisir gerakan massa untuk menuntut hak-hak kesejahteraan rakyat yang bersifat mendesak dan darurat, seluruh gerakan rakyat harus bersatu dengan kaum intelektual, budayawan, tokoh-tokoh agama yang bersimpati dengan nasib rakyat, dan kaum kapitalis demokrat yang nasionalis untuk berjuang diarena Pemilihan Legislatif, di arena Pemilihan Presiden, di arena Pemilihan kepala daerah, di arena Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah, baik melalui saluran partai politik yang bersedia membuka diri untuk tujuan itu maupun melalui jalur politik calon perseorangan. Kekuatan politik dari kelas penguasa dan kekuatan oposisi yang menjadi agen dan kepanjangan tangan kaum imperialis harus terus disingkirkan, sekuat-kuatnya, secepat-cepatnya dari kekuasaan di Pemerintahan Pusat dan Daerah, di DPR dan DPRD, serta di Dewan Perwakilan Daerah. Pernyataan bersama tersebut ditutup dengan selogan-selogan: Cukup Sudah Jadi Bangsa Kuli, Bangkit Jadi Bangsa Mandiri! Kibarkan Tripanji Persatuan Nasional: Hapuskan utang Luar Negeri, Nasionalisasi (Ambil alih) Industri Pertambangan Asing! Bangun Pabrik (industri) Nasional untuk kesejahteraan rakyat Jalan Baru dengan Gerakan Banting Stir: Sistem Ekonomi Baru! Presiden Baru! Partai Baru! No virus found in this outgoing message. Checked by AVG. Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.5/1400 - Release Date: 27/04/2008 09:39 [Non-text portions of this message have been removed]

