GUS DUR VS HAMAS
 
Konflik timur tengah hingga sampai hari ini belum usai. bahkan malah 
semakin tidak jelas arah penyelesaiannya. baik dari zionis Israel 
maupun Plaestina, sama-sama mempertahankan pendaptnya dari 
prespektif yang mereka miliki.
 
Kondisi ini mendorong berbagai pihak, termasuk Indonesia, untuk 
berupaya memikirkan bagaimana konflik di Timur tengah, khusunya 
Israel versus Palestina dapat diakhiri tanpa ada yang dirugikan. 
berbagai penawaran pun bermunculan, mulai dari perlunya keterlibatan 
Indonesia dalam menangani persoalan di Palestina dan Israel seperti 
yang ditawaran Majalli Wehbee, deputi Israel untuk Indonesia sampai 
pada penawaran sikap "diam" tak perlu mencampuri urusan orang lain.
 
Gus Dur merupakan tokoh yang menganggap penting untuk segera 
mengakhiri konflik palestina-Israel dengan berupaya memahami kedua 
belah pihak secara langsung. tidak hanya dari satu sumber melainkan 
mencoba masuk dalam rangkaian masing-masing yang terlibat konflik. 
karena itu dia terdorong untuk menghadiri hari ulang tahun 60 tahun 
berdirinya negara Israel . hal ini sekaligus untuk di jadikan pintu 
masuk dalam memahami Israel .
 
Tentu saja  gus dur melakukan itu bukan karena sekedar meneguhkan 
khas kontroversialnya, melainkan menjadi model ijtihad Gus dur dalam 
penyelesaian konflik timur tengah. sebab, ditengah sikap alergi 
Indonesia terhadap Israel bisa jadi menjadi penyebab semakin 
sengsaranya rakyat Palestina. Pendekatan yang dilakukan Indonesia , 
yang dikenal mempunyai khas tawassuth-nya di mata internasional, 
mungkin dalam pendangan Gsu Dur perlu dibuktikan mulai saat ini. 
sehingga konflik Israel-Palestina akan segera di akhiri. 
 
Namun sayangnya, rencana Gus Dur menghadiri peringatan 60 tahun 
berdirinya Negara Israel mendapatkan reaksi keras dari HAMAS. Mereka 
menyayangkan rencana Gus Dur. "semestinya orange-orang Indonesia 
melihat betapa sengasaranya anak-anak palestina hidup tanpa BBM, 
tanpa obat-obatan bukan malah mendekati Israel " kata orang 
Hamas.Ungakapan HAMAS bias jadi karena ktakutan Indonesia akan 
cenderung membela Israeh dari pada Palestina. Padahal hal ini jauh 
dari bayangan bangsa Indonesia 
 
Dan sebenarnya yang perlu dipertanyakan dalam kunjungan Gus Dur ke 
Israel semestinya adalah, bahwa  Israel yang konon dikenal sebagai 
bangsa yang cerdik dan mempunyai kemahiran dalam hal manipulasi 
bangsa-bangsa lain, walaupun ini masih diragukan kebenarannya, 
mampukah Gus Dur lebih cerdik menghalau kepicikan dan rekayasa 
bangsa Israel?. 
 
Dan akhirnya semoga apa yang dilakukan Gus Dur bukan sekedar mencari 
sensasi melainkan dengan  tulus ihlas berusaha membantu saudara-
saudara kita di palestina dengan caranya Gus Dur sendiri. kita 
berharap Gus Dur memberi kontribusi yang cukup besar bagi perdamain 
internasional. Wllahu 'alam bissawab.


Kirim email ke