Loh enggak begitu.

Ini solusi yang paling tepat.

Agar semua masyarakat jelas.

Islam memang sudah sejak lama terdiri dari berbagai kelompok penafsiran.
Makanya ada dikenal ormas islam NU Muhamadiyah Syiah LDII dan lain-lain.

Yang getol untuk membubarkan ahmadiyah dan memprovokasi masyarakat adalah
Islam HTI, Ikhwanul Muslimin dan FPI hanya mereka itu-itu saja sebenarnya.

Ormas terbesar di Indonesia NU dan Muhamadiyah plus LDII Syiah dan lainnya
sudah tahu masing-masing kebenaran dan kesesatan yang ada pada dirinya dan
kelompok lain termasuk kesesatan ahmadiyah menurut versi mereka.

Nah yang mulai bikin rusuh dan ribut memaksakan kehendak adalah kelompok HTI
cs.

Maka HTI cs, tegaskan diri anda bahwa anda itu adalah Hizbut Tahrir, IM atau
MMI atau apapun jangan pake menyusup dan berpura-pura mewakili umat islam
indonesia seluruhnya. Enggak sopan dong sama NU dan Muhamadiyah.

Nah solusi terbaik adalah sudah jelas Masyarakat Indonesia sudah dari dulu
kenal dengan MUSLIM AHMADIYAH jadi memang berbeda pemahamannya dengan muslim
kelompok lain. JADI tidak usah dipaksa paksa agar bikin agama baru segala.
Wong mereka mengaku islam.

Untuk membedakannya kan jelas dengan payung hukum mereka akan dengan gembira
mengaku kami MUSLIM AHMADIYAH. Enggak tahu yah kalau hukum sendiri tidak
berpihak terhadap mereka ya malah sewajarnya kaum ahmadiyah menyembunyikan
identitas mereka demi keamanan.

Ayo pemerintah bersikap tegas melindungi ahmadiyah dengan payung hukum dan
meminta ahmadiyah dimana-mana pertegas posisi biar dikenali oleh masyarakat
dengan mencantumkan MUSLIM AHMADI. Masa kalau sudah begitu masih tidak
jelas.

Dan untuk yang suka rusuh juga perjelas posisinya kalau kalian itu Ikhwanul
Muslimin, Hizbut Tahrir, MMi dan bukan NU serta Muhamadiyah biar gampang
nanti mengawasi sepak terjangnya hehehehe.


On 4/27/08, Peter Sleman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   jawaban yg tepat!!!!, salut !!!!!!!!!!!!!!!!!!
>
> ----- Original Message ----
> From: qod_80 <[EMAIL PROTECTED] <qod_80%40yahoo.com>>
> To: [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>
> Sent: Friday, April 25, 2008 5:53:23
> Subject: [ppiindia] Re: Apakah Masalahnya Akan Selesai Jika Ahmadiyah
> Menjadi Agama Baru?
>
> ASLM.
> ya kalau boleh komentari tulisan ini:
> Solusi Ahmadiyyah menjadi agama resmi di Indonesia ke tujuh adalah
> solusi kenegaraan seperti di Pakistan menjadikan Ahmadiyah minoritas
> non-muslim.
>
> Solusi alternatif ini merupakan penerapan UUD yang menjamin kebebasan
> beragama di Indonesia dan penerapan kebebasan beragama dalam ajaran
> Islam yaitu "La ikraha fiddin qod tabayyana ar Rusyd minal ghayy "
> yang mana termasuk dalam al-Gayy itu ajaran selain Islam yaitu:
> Ahmadiyah, Kristen, Yahudi dsb
>
> Yang terpenting adalah memaksimalkan ormas-ormas dan elemen-elemen
> keislamn agar lebih giat berdakwah di Masyarakat luas dengan cara-cara
> Rahmatan lil 'alamin dan mengisi nuasa Islam yang benar dalam bingkai
> NKRI.
> Sekian.
> wslm.
>
> M.L. Qodri
> Santri Al-Azhar Univ.
>
> --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, "krs17dkr" <[EMAIL PROTECTED] .> wrote:
> >
> > ngapain harus jadi agama baru ahmadiyah kan agama lama masalah jangan
> > dipersulit sendiri dong
> >
> >
> >
> > -- In [EMAIL PROTECTED] s.com, Ahmad Badrudduja
> > <ahmadbadrudduja@ > wrote:
> > >
> > > Diambil dari:
> > >
> > > http://ruzbihanhama zani.wordpress. com/2008/ 04/24/apakah-
> masalahnya-
> > selesai-jika- ahmadiyah- menjadi-agama- baru/
> > >
> > > Apakah Masalahnya Akan Selesai Jika Ahmadiyah Menjadi Agama Baru?
> > >
> > >
> > > Ruzbihan Hamazani
> > >
> > >
> > > Keberatan sejumlah kelompok Islam terhadap Ahmadiyah, antara lain,
> > adalah bahwa sekte ini menganut ajaran yang berlawanan dengan akidah
> > Islam, terutama kepercayaan tentang adanya nabi setelah Nabi
> > Muhammad. Ini berlawanan dengan doktrin standar Islam tentang
> > finalitas kenabian Muhammad. Mereka mengatakan: jika Ahmadiyah mau
> > tetap diakaui sebagai bagian dari umat Islam, maka sekte itu harus
> > kembali ke ajaran Islam yang benar. Dengan kata lain, harus
> > meninggalkan doktrin kenabian mereka. Jika tidak, mereka harus
> > mendirikan agama baru di luar Islam.
> > >
> > >
> > > Banyak tokoh Islam yang berpandangan bahwa masalah Ahmadiyah akan
> > selesai jika kelompok ini mau memisahkan diri dengan baik-baik dari
> > Islam, dan mendirikan agama baru. Pandangan ini tampaknya mendapat
> > banyak pengikut di kalangan tokoh-tokoh Islam. Mulai dari Ketua MPR,
> > anggota DPR, menteri agama, sejumlah tokoh dalam MUI, dan tokoh-tokoh
> > Islam lain pernah mengemukakan hal ini secara publik lewat media
> > massa.
> > >
> > >
> > > Pertanyaannya: apakah betul jika Ahmadiyah menjadi agama baru,
> > masalahnya akan selesai? Apakah benar, jika kelompok ini menyatakan
> > diri sebagai agama baru di luar Islam, dia tidak dimusuhi lagi oleh
> > sejumlah kelompok dalam Islam sebagaimana kita lihat saat ini?
> > >
> > >
> > > Saya, terus terang, ragu sama sekali. Argumen ini dikemukakan oleh
> > banyak kalangan Islam (terutama yang konservatif/ fundamentalis)
> > sebagai "taktik sementara" untuk melumpuhkan Ahmadiyah sebagai sebuah
> > jamaah. Saya tidak yakin, kalangan Islam yang memakai argumen ini
> > benar-benar memiliki komitmen untuk tidak mengganggu Ahmadiyah
> > setelah sekte itu benar-benar memisahkan diri sebagai agama baru.
> > Sejak awal, kelompok ini memusuhi ide toleransi dan anti pluralisme.
> > Bagaimana mungkin kita bisa berharap mereka akan bersikap "pluralis"
> > dan toleran terhadap Ahmadiyah setelah sekte ini benar-benar menjadi
> > agama baru? Bagaimana mungkin kita berharap orang-orang seperti
> > Khalil Ridlwan, Sobri Lubis, Al-Khatta, FPI, FUI, MMI, HTI bisa
> > bersikap pluralis? Mengharap mereka bersikap demikian sama saja
> > berharap "dua ditambah dua sama dengan lima", alias mustahil.
> > >
> > >
> > > Taruhlah Ahmadiyah benar-benar menjadi agama baru, meskipun
> > pengandaian ini sangat sulit terjadi, maka sejumlah masalah baru akan
> > tetap muncul kembali. Sebagaimana kita tahu, Ahmadiyah masih memakai
> > Qur'an dan hadis sebagai dua sumber utama dalam kepercayaan mereka.
> > Mereka juga masih beribadah persis dengan umat Islam yang lain.
> > Mereka masih menjadikan Nabi Muhammad sebagai panutan utama. Seluruh
> > akidah mereka di luar masalah kenabian sama persis dengan akidah umat
> > Islam yang lain. Kalau pun ada perbedaan, paling jauh hanya
> > menyangkut interpretasi mengenai beberapa hal yang kurang terlalu
> > penting (misalnya soal kematian Nabi Isa di mana mereka memiliki
> > interpretasi sendiri yang berbeda dari umumnya kalangan Islam dan
> > Kristen).
> > >
> > >
> > > Jika Ahmadiyah menjadi agama baru, umat Islam "ortodoks" bisa jadi
> > akan mengangkat masalah baru yang tak kalah rumitnya. Mereka bisa
> > saja mempersoalkan penggunaan doktrin, ajaran, simbol dan atribut
> > Islam oleh Ahmadiyah yang sudah menjadi "agama" baru itu. Ingat
> > protes sejumlah kalangan Islam beberapa waktu lalu atas komunitas
> > Kristen di Jakarta yang memakai simbol Islam dalam ibadah natal,
> > seperti baju koko dan peci, dua jenis pakaian yang dianggap sebagai
> > milik khas umat Islam. Jika umat Kristen memakai baju koko saja
> > diprotes karena dianggap "mencuri" simbol Islam, apa yang terjadi
> > nanti jika Ahmadiyah menjadi agama baru, sementtara jamaahnya masih
> > beribadah dan berkeyakinan sama persis dengan umat Islam yang lain?
> > >
> > >
> > > Pertanyaan yang sulit dijawab oleh kalangan Islam adalah: bagaimana
> > mungkin "agama baru" (yakni Ahmadiyah) memiliki akidah, ajaran, dan
> > ibadah yang sama persis dengan Islam? Bagaimana mungkin seorang
> > Ahmadiyah yang melaksanakan salat, puasa, zakat, dan haji sama persis
> > dengan umat Islam yang lain dianggap mengikuti agama lain hanya gara-
> > gara perkara kecil, yakni interpretasi soal kenabian?
> > >
> > >
> > > Masalah lain: jika Ahmadiyah menjadi agama baru, apakah mereka
> > masih diperbolehkan mendirikan masjid dan beribadah dengan cara yang
> > sama dengan umat Islam yang lain? Apakah jamaah Ahmadiyah masih
> > diperbolehkan memakai Qur'an dan hadis sebagaimana umat Islam yang
> > lain? Apakah mereka masih diperbolehkan melaksanakan haji yang masih
> > mereka anggap sebagai kewajiban agama, sebagaimana keyakinan umat
> > Islam yang lain?
> > >
> > >
> > > Jika tuntuntan agar Ahmadiyah menjadi agama baru adalah meminta
> > jamaah Ahmadiyah meninggalkan seluruh doktrin dan atribut Islam, dan
> > sebaliknya menciptakan agama baru yang sama sekali beda dengan Islam
> > dalam segala hal, maka ini permintaan yang konyol. Sebaliknya, jika
> > permintaan itu hanya sebatas Ahmadiyah mendeklarasikan diri sebagai
> > agama baru karena persoalan doktrin kenabian, pertanyaannya: apakah
> > setelah itu ada jaminan tak ada gangguan lagi pada mereka di masa
> > mendatang?
> > >
> > >
> > > Jaminan itu jelas tak ada sama sekali. Sebagaimana kita tahu, agama
> > resmi yang jelas-jelas sudah diakui negara seperti Kristen saja masih
> > mengalami banyak kesulitan untuk mendirikan tempat ibadah, misalnya,
> > dengan alasan melanggar SKB (Surat Keputusan Bersama) yang dibuat
> > begitu rupa sehingga menguntungkan umat Islam yang mayoritas; jika
> > Kristen saja mengalami banyak kesulitan, apalagi Ahmadiyah yang
> > tentunya jauh lebih kecil ketimbang agama Kristen. Saya menduga,
> > jikapun Ahmadiyah menjadi agama baru nantinya, mereka akan mengalami
> > tekanan yang jauh lebih berat daripada yang mereka hadapi saat ini.
> > Mereka kemungkinan besar akan dihalangi untuk membangun masjid karena
> > dianggap akan bisa menyesatkan kalangan awam. Mereka akan dilarang
> > untuk berdakwah, dengan alasan bahwa dengan memakai doktrin dan
> > ajaran Islam yang sama dengan ajaran yang dianut oleh umat Islam yang
> > lain, dakwah itu bisa menyesatkan masyarakat luas. Ingat, Ahmadiyah
> > di Pakistan yang dipaksa menjadi kelompok
> > > di luar Islam, hingga saat ini masih mengalami masalah dengan
> > kolompok Islam arus utama yang lain.
> > >
> > >
> > > Dengan kata lain, dengan menjadi agama baru, Ahmadiyah menjadi
> > lebih mudah dijadikan sasaran empuk untuk diserang oleh kalangan
> > Islam. Selama Ahmadiyah masih berada di dalam Islam, kalangan Islam
> > konsevatif-fundamen talis itu masih mengalami kesulitan untuk
> > melancarkan "serangan penuh" atas Ahmadiyah. Begitu Ahmaidyah resmi
> > keluar dari Islam dan menjadi agama baru, mereka bisa diserang dengan
> > lebih leluasa.
> > >
> > >
> > > Harus kita ingat, kebencian kelompk Islam konservatif- fundamentalis
> > Islam tidak terbatas pada Ahmadiyah. Saya melihat, Ahmadiyah hanya
> > sasaran antara saja. Jika mereka berhasil "melumpuhkan" sekte kecil
> > ini, mereka akan melancarkan eksperimen serupa untuk menyerang
> > kelompok-kelomok lain yang mudah dijadikan sasaran tembak, seperti
> > sekte Syi'ah, atau kalangan pemikir Islam yang berpikir kritis yang
> > selama ini juga sudah sering mereka benci.
> > >
> > >
> > > Tujuan kalangan konservatif adalah: mereka mau menjadi pemilik
> > tunggal merek "Islam". Mereka mau menjadi "diktator keyakinan".
> > >
> > >
> > > Allahumma inna na'udhu bika min al-ghuluwwi fi al-din, wa na'udhu
> > bika min al-mutasyadidin wa al-mutatharrifin.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ------------ --------- --------- ---
> > > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.
> > Try it now.
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
>
> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke