Masya Allah!!!!!!!!!!!! Astagfirullah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Masih untung lafal Allah itu adanya di badan kucing Persia. Bagaimana kalau besok-besok lafal Allah tersebut muncul di badan anjing dan babi? Apakah itu pertanda peringatan dari Allah bahwa babi itu halal dan air liur anjing itu tidak najis? ----- Original Message ----- From: sumar sastrowardoyo To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, April 30, 2008 9:45 PM Subject: [RumahKita] Kucing Persia Berlafal Allah. Jawa Pos. Bisa jadi barokah yang harus dijaga. Rabu, 30 Apr 2008 Kucing Persia Berlafal Allah BEJI - Seekor kucing jantan milik pasangan Sunoto-Atim, warga Desa Kemloko Kecamatan Beji Pasuruan, belakangan jadi pembicaraan. Itu karena loreng di badan kucing tersebut samar-samar membentuk lafal Allah. Sunoto maupun Atim meyakini, tulisan dalam badan kucing piaraannya itu asli. Tulisan itu didapat kucingnya sejak lahir sekitar dua tahun silam. Awalnya, hanya kelihatan samar. Namun, ketika bulu-bulu badannya dielus, tulisan itu terlihat cukup jelas. "Saya nggak mungkin bisa merekayasa. Kalau rekayasa kan pasti hilang. Bahkan, semua orang yang datang ke sini juga mengakui kalau ini adalah tulisan asli," ujar Sunoto kemarin. Pasangan yang memiliki usaha jual beli bangunan di UD Jaya Makmur, Kemloko ini baru sadar, ketika salah satu pelanggannya memberi tahu. "Saat itu ada Pak Haji yang bermaksud membeli kayu di toko kami. Dia lalu pegang-pegang kucing ini dan dielus-elus. Pas ngelus-ngelus itu, muncul tulisan lafal Allah ini. Dan kami disuruh untuk merawatnya baik-baik," terangnya. "Saya nggak tahu Pak Haji itu orang mana. Tapi, katanya ini (kucing) bisa jadi barokah yang harus dijaga," imbuhnya. Kucing jenis Persia ini kemarin tampak patuh pada Atim Kustini, istri Sunoto. Mulai didudukkan, ditidurkan bahkan digendong terlihat lulut (menurut). Namun, ketika disodori tasbih di depannya, Bily terperanjat dan lari kencang. "Saya sendiri tidak tahu. Kalau diberi tasbih, dia takut sekali. Tapi, kalau kalung-kalung mainan yang bukan tasbih, dia nggak masalah," terang perempuan berusia 42 tahun ini. Nasihat Pak Haji yang meminta pasangan dengan tiga anak ini untuk menjaga Bily tetap dilakukannya. Hal itu terbukti dari banyaknya anggota masyarakat yang menginginkan kucing itu untuk mereka miliki. Permintaan untuk memiliki Bily pernah datang dari orang Pandaan dengan nilai penawaran Rp 1,5 juta. Bahkan, ada juga orang laki-laki yang menurutnya istrinya sedang ngidam dan membeli kucing tersebut. "Ada juga orang laki-laki yang sampai dua kali ke sini dan menginginkan kucing itu. Katanya istrinya sedang ngidam dan ingin kucing itu. Ya, kami tetap terpaksa tidak bisa memberikannya," tegas Atim. Menurut Atim, ada keunikan lain dari Bily. Selain takut tasbih, Bily juga tidak mau dikumpulkan dengan ibunya sendiri. "Sempat tak kurung dalam satu ruangan dengan ibunya. Harapan saya biar dikumpuli. Tapi, Bily tetap tak mau," katanya. Sebagaimana kucing pada umumnya, Bily setiap harinya suka makan ikan. Namun, ikan yang dia makan kebanyakan harus digoreng lebih dulu. "Pernah saya kasih ikan tongkol mentah, ia langsung muntah. Jadi, kalau mau kasih makan, ya harus digoreng seperti ini," ujar Atim sambil memperlihatkan ikan tongkolnya yang sudah digoreng. Setiap hari, ia membeli ikan tongkol untuk Bily sebanyak tiga ekor. Untuk pagi, siang dan malam hari. "Ya, kalau dihitung, tiap hari saya belanja ikan untuk Bily sebesar Rp 7.500. Ya, namanya sayang kucing, Mas. Ngalah sedikit nggak apa-apa," cetusnya. [Non-text portions of this message have been removed]

