http://www.youtube.com/watch?v=U7RLCXNdKF4

 Ahmadiyah Sesat dan Bukan Islam? Ah, Masa
Seeh!!<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html>
> ------------------------------
>  Pengantar Tulisan ini ada hanya karena masalah keprihatinan semata!,
> Bagaimana tidak? Ketika seorang Habib Assegaf dengan lantangnya meneriakan
> *"Darah mereka Halal!!"* yang ditujukan kepada kaum Ahmadiyah (lihat:
> Suara merdeka, 18 April 
> 2008<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#suaramerdeka>
> ). Dapatkah anda bayangkan betapa mengerikannya implikasi teriakan perang
> tersebut?
> Dari 195 Jutaan penduduk Islam di Indonesia pada tahun 2005, Wikipedia),
> maka 99%nya adalah kaum Sunni. Saat ini jumlah pemeluk Ahmadiyah di
> Indonesia mencapai 500 ribu orang (
> http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=330601&kat_id=3), jadi
> potensi bencana yang muncul adalah ratusan ribu manusia akan tersia2, Ibu
> dan anak yang menjadi janda dan yatim piatu, harta benda ludes tidak
> tersisa. Semua ini bermula dari sebuah perbedaan pendapat yang berpotensi
> menuju medan laga! Padahal Negara ini masih ada, namun Ia turut kedalam
> pusaran dan malah berperan aktif menuju ke sebuah episode genocide
> * * *
> Semua ini merupakan rangkaian kompilasi fatwa MUI bahwa Ahmadiyah adalah
> diluar Islam, sesat dan 
> menyesatkan<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#mui2005>,
> Penjelasan dari 
> Ahmadiyah<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#persahmadiyah>dan
>  12
> Butir Penjelasan Versi 
> Ahmadiyah<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#duabelas>.
> Fatwa sesat itu sudah 
> lama<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#fatwasesat>ada
>  dan MUI hanya merupakan kepanjangan
> tangn dari kesepakatan seluruh majelis ulama di dunia. Di Pakistan,
> pemberangusan Ahmadiyah adalah dimungkinkan, mengingat system konstitusi
> berbeda dengan Negara kita (lihat: konstitusi 
> Pakistan<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#konstitusipakistan>
> ) dan telah dinyatakan dalam konstitusi mereka bahwa Ahmadiyah adalah
> aliran non muslim. Sedangkan Di Indonesia ruang gerak pemberangusan
> kebebasan beragama seharusnya tidak dimungkinkan! Jadi tidak ada ruang
> dimana Negara ini menjadi Banci dengan mengakomodir sekelompok orang (bahkan
> kalaupun mereka mayoritas) untuk memaksakan kehendak!
> Jadi, tindakan dari Habib Assegaf dan juga FUI yang terdiri dari sejumlah
> ormas 
> Islam<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#beritaprokontra>,
> di antaranya Persatuan Umat Islam (PUI), Front Pembela Islam (FPI), Hizbut
> Tahrir Indonesia (HTI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU),
> Muhammadiyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Majelis Mujahiddin
> Indonesia dan Tim Pembela Muslim. Beberapa perwakilan partai politik juga
> datang, antara lain, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan
> Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PKB) dan Partai Bintang Reformasi
> (PKB) yang berusaha mengamankan Fatwa itu dengan kekerasan seharusnya
> merupakan tindakan anarkis dan harus segera diberangus!
> (lihat:
> http://www.waspada.co.id/Berita/Nusantara/MUI-em-Ahmadiyah-Kafir-em.html)
> * * *
> Perlu kiranya saya kutip pendapat Muhammad Guntur Romli mengenai Habib
> Assegaf dan FUI: (
> http://guntur.name/2008/02/16/hormati-klarifikasi-ahmadiyah/)
>
> Forum Umat Islam (FUI) melalui tokohnya Muhammad al-Khaththath. Sepanjang
> pengetahuan saya, al-Khaththath ini ketua Hizb Tahrir Indonesia: sebuah
> partai Islam transnasional yang akidah politiknya bertentangan dengan
> ideologi negara kita. Sistem negara yang diingkan oleh Hizb Tahrir bukan
> republik (jumhuriyah), atau federasi (ittihadiyah) namun negara khilafah
> yang bertentangan dengan sistem negara kita yang republik. Hizb Tahrir juga
> akan menghapus teritori wilayah Idonesia dengan memasukkannya dalam wilayah
> khilafah Islam. *Hizb Tahrir juga memiliki keyakinan bahwa demokrasi
> adalah sistem kafir (nidzamul kufr). Hizb Tahrir inilah yang semestinya
> perlu diwaspadai karena akan menghancurkan ideologi yang telah dibangun oleh
> founding fathers kita.* Dibanding ormas-ormas Islam seperti Nahdlatul
> Ulama, Muhammadiyah, Persis, Al-Wahsliyah termasuk juga Ahmadiyah yang
> memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia, Hizb Tahrir tak hanya
> "masbuq" dalam jemaah ormas Islam itu, namun sudah ketinggalan jauh,
> sehingga *ideologi dan tujuan kelompok ini bertentangan dengan ideologi
> negeri kita: NKR, Pancasila dan UUD 45*.
>
>  Pun karakter Islam Hizb Tahrir juga bukan karakter Islam di Indonesia
> yang lebih mengutamakan dakwah kultural dan menggarap langsung masyarkat
> melalui pendidikan: pesantren dan sekolah, rumah sakit, dan lain-lain.
> Sedangkan Hizb Tahrir adalah kelompok yang dibayangi trauma kekalahan akibat
> runtuhnya Imperium Othmaniyah di Turki, dan kelompok ini sebagai partai
> politik transnasional tidak memiliki lembaga-lembaga pendidikan, pelayanan
> kesehatan, atau yang berkaitan langsung dengan hajat masyarakat banyak.
>
>  Saya memiliki dugaan, Forum Umat Islam (FUI) ini adalah kamuflase dari
> Hizb Tahrir yang akhir-akhir ini terpojok karena ideologi mereka dihadapkan
> dengan ideologi negara kita, sehingga beberapa petinggi mereka perlu
> melakukan strategi dengan memperbanyak topeng. Dugaan ini bisa menjadi
> keyakinan karena kuatnya suara Muhammad al-Khaththath, ideolog Hizb Tahrir
> Indonesia di kelompok ini. Selain FUI, Hizb Tahrir juga memiliki "produk
> baru" lain yaitu Gerakan Mahasiswa Pembebasan yang setiap demonstrasi mereka
> menggunakan ikat kepala putih dengan tulisan dua kalimat syahadat bertinta
> hitam. Namun Hizb Tahrir ini tak bisa membohongi masyarakat umum karena ada
> kemiripan slogan, agenda, modus pergerakan hingga *font *(jenis huruf)
> yang mereka gunakan sebagai pamflet.
>
>  Kelompok yang menamakan dirinya Gerakan Umat Islam Indonesia (GBUII) yang
> dipimpin oleh Habib Abdurrahman Assegaf. Melalui informasi yang kami
> kumpulkan di Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan
> (AKKBB), *Abdurrahman Assegaf ini memiliki nama asli Abdul Haris Umarella,
> putra asli Ambon. Kami juga tidak tahu dari mana ia mendapatkan gelar
> kehormatan habib dan mendapatkan gelar marga bangsawan Arab: Assegaf*.
> Abdul Haris Umarella ini pula yang selama ini terus melakukan intimidasi
> terhadap masjid-masjid yang digunakan oleh jamaah Ahmadiyah untuk salat
> jemaah.
>
>  Masih segar dalam ingatan saya ketika Abdul Haris Umarella mendatangi
> masjid al-Fadl bersama anak buahnya di Bogor bulan Desember kemaren, ia
> membawa kitab tebal yang ia yakini sebagai Tadzkirah, dalam tuduhannya juga
> Tadzkirah adalah kitab suci Ahmadiyah. Dan *ia pun menginjak-injak kitab
> tersebut. Saya hanya bisa terperangah, bagaimana ia bisa menginjak sebuah
> kitab yang di dalamnya ada tulisan lafadz Allah, dan ayat-ayat al-Quran?**
> *
> * * *
> Apa amanat dari konstitusi? UUD 45 Pasal 29 ayat (2) disebutkan, "Negara
> menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing
> dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu." Dalam Pasal
> 28E tentang Hak Asasi Manusia hasil amendemen UUD 1945 tahun 2000
> disebutkan, (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut
> agamanya... (2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan,
> menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.
>
>  Dalam UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM, Pasal 22 juga ditegaskan, 1)
> Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat
> menurut agamanya dan kepercayaannya itu; 2) Negara menjamin kemerdekaan
> setiap orang memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut
> agamanya dan kepercayaannya itu.
>
>  Dan dalam Pasal 8 juga ditegaskan bahwa negara—dalam hal ini
> pemerintah—memiliki tanggungjawab menjamin prinsip kebebasan tersebut yang
> menjadi hak asasi manusia, "Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan
> hak asasi manusia menjadi tanggung jawab negara, terutama pemerintah"
> (http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=928)
> * * *
> *Bagaimana Pelaksanaan Konstitusi?* Perintah dan peringatan keras kepada
> Ahmadiyah untuk menghentikan kegiatannya dilakukan melalui surat keputusan
> bersama Mendagri, Jaksa Agung, dan Menteri Agama. Badan Koordinasi Pengawas
> Aliran Kepercayaan (Bakor Pakem) akan meminta Surat Keputusan Bersama (SKB)
> tersebut segera diterbitkan.
>
> "SKB ini akan kita kirim surat ke masing-masing beliau Jaksa Agung, Menag,
> dan Mendagri dengan tembusan Menko Polhukam. Diharapkan melalui forum Menko
> Polhukam supaya peringatan ini segera dikeluarkan," kata Ketua Bakor Pakem
> Wisnu Subroto dalam konferensi pers soal hasil rapat Bakor Pakem di
> Kejagung, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta, Rabu (16/4/2008).
>
> Dia menjelaskan Ahmadiyah memang telah dinyatakan 
> menyimpang<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#kesesatanAhmadiyah>,
> namun Bakor Pakem tidak dapat membubarkan Ahmadiyah secara langsung.
> Pembubaran itu, kata Wisnu, dilakukan oleh Presiden berdasarkan pertimbangan
> dari Mendagri, Jaksa Agung, dan Menteri Agama. Hal itu pun dapat dilakukan
> jika Ahmadiyah tetap aktif meski telah diperingatkan.
>
>  "Menurut UU, pembubaran bisa dimintakan oleh Mendagri, Menag, dan Jaksa
> Agung. Mereka dapat memberikan pertimbangan Presiden untuk membubarkan,"
> jelasnya. (http://www.menkokesra.go.id/content/view/7916/39/)
> * * *
> Apa Kata Ketua Mahkamah Konstitusi? Hal itu senada dengan ucapan Ketua
> Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie menilai persoalan agama lebih
> baik dikembalikan kembali kepada internal agama dan pemerintah lebih baik
> jangan ikut campur. "Tetapi kalau ada kekerasan, barulah pemerintah
> melindunginya," katanya.
> (http://www.menkokesra.go.id/content/view/7919/39/)
> * * *
> Bagaimana perspektif penafsiran dalam Islam? Sebelum melihat bagaimana
> pendapat-pendapat tersebut memainkan peranan dan dapat mempunyai kutub yang
> sangat bertolak belakang, ada baiknya kita simak dulu Al Itqaan Fii Ulumil
> Qur'an karya Jalaluddin As Suyuti dibawah ini:
>  All Muslim scholars acknowledge that the Qur'an contains words which even
> Muhammad's relatives and companions have failed to understand. In his book,
> "The Itqan" (part 2, p. 4), the Suyuti states clearly,
> "Muhammad's companions, who are genuine Arabs, eloquent in language, in
> whose dialect the Qur'an was given to them, have stopped short in front of
> some words and failed to know their meanings, thus they said nothing about
> them. When Abu Bakr was asked about the Qur'anic statement 'and fruits and
> fodder' (8:31), he said, 'What sky would cover me or what land would carry
> me if I say what I do not know about the book of God?' 'Umar ibn al-Khattab
> read the same text from the rostrum, then he said, 'This fruit we know, but
> what is fodder?' Sa'id ibn Jubair was asked about the Qur'anic text in
> chapter 13 of Mary. He said, 'I asked ibn 'Abbas about it, but he kept
> silent."'
> Berikut ini juga kutipan dari majalah *Fatawa 05/II/1425H *hal. 60 – 63:
>
> Abdurrahman bin Muhammad mendengar Abdurrahman bin Mahdi berkata,
> Fitnah dalam masalah hadits itu lebih dahsyat akibatnya dibanding dengan
> fitnah harta atau anak.
>
> Abu Qudamah mendengar Abdurrahman bin Mahdi berkata,
> Sungguh, saya mengetahui cacat/cela sebuah hadits lebih aku cintai
> daripada saya mengambil faedah/manfaat dari 10 hadits.
> Jadi, jangankan para Ulama yang jelas-jelas tidak hidup sejaman dengan
> Nabi dan juga tidak pernah melihat sosok Nabi Muhammad, bahkan para sahabat
> Beliaupun yang menemani selama hidup Beliaupun tidak sepenuhnya mampu
> mengartikan apa yang Allah maksudkan pada kalimat-kalimatnya.
> Titik tolak perbedaan pendapat dalam Islam ini, salah satunya adalah
> berkenaan dengan kenabian dari Mirza Gulam 
> Ahmad<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#mirzagulam>(MGA)dan
>  tentunya juga terhadap nabi-nabi lain dari aliran islam lainnya di saat
> ini maupun kemudian hari.
> Terbuka atau tertutupnya pintu mengenai ada atau tidaknya Nabi lain
> setelah Nabi Muhammad Wafat adalah berdasarkan penafsiran kata ' *khaatama
> ** alnnabiyyiina* dari surat Al Ahzab:40 dibawah ini:
>
>  ðm*aa* k*aa*na mu*h*ammadun ab*aa* a*h*adin min rij*aa*likum wal*aa*kin
> rasuula all*aa*hi wa*kh**aa**tama** alnnabiyyiina* wak*aa*na all*aa*hu
> bikulli syay-in 'aliim* aa*n
>  *[33:40]* Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki
> di antara kamu1224, tetapi dia adalah Rasulullah dan *penutup nabi-nabi*.
> Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
> 1224: Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. bukanlah ayah dari salah seorang
> sahabat, karena itu janda Zaid dapat dikawini oleh Rasulullah s.a.w.
> Kutipan ayat diatas merupakan ajang perang tanding pendapat yang tak
> berkesudahan bahwa Nabi Muhammad merupakan nabi penutup atau tidak terutama
> dalam mengartikan kata *khaatama** alnnabiyyiina* yang menjadi ajang
> perdebatan tertutup atau tidaknya pintu kenabian setelah Muhammad!
> Pendapat-pendapat bahwa kata *khaatama** alnnabiyyiina* berarti PENUTUP
> NABI-NABI merupakan pendapat dari aliran mainstream Islam dan anda dapat
> lihat pendapat itu di 
> sini<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#nabipenutup>
> Sedangkan pendapat-pendapat bahwa kata *khaatama** alnnabiyyiina* berarti
> Nabi yang Termulia dan/atau Nabi yang berahlak sempurna adalah sebagai
> berikut:
> Penjelasan pada catatan kaki 1224 pada surat 33:40 di atas menyatakan
> bahwa ayat itu turun dalam konteks peristiwa Nabi menikahi Siti Zainab. Siti
> Zaenab, sebelumnya merupakan menantu Nabi dari perkawiannya dengan anak
> angkat Nabi yaiotu Zaid ibn Harits. Pada waktu itu orang-orang Arab
> mencerca habis-habisan Beliau dan dianggap telah melanggar tradisi dengan
> menikahi bekas menantunya sendiri. Para kritikus mengatakan bahwa Nabi.
> telah memerintahkan Zaid menceraikan Zainab karena Nabi jatuh cinta kepada
> menantunya.
> Sehingga, kata *khaatama alnnabiyyiina* merupakan sebuah pembelaan Allah
> kepada rasulNya yang menegaskan bahwa rasulNya merupakan seorang yang
> mempunyai ahlak yang setinggi-tingginya, yang paling paling mulia dan yang
> paling sempurna, di antara semua manusia dan para nabi. Beliau adalah *kh
> aatama alnnabiyyiina* dalam segala kebaikan sebagai manusia dan nabi
> Allah.
> Jadi, menurut asal muasal turunnya ayat, maka arti khataam lebih dekat
> pada arti yang 'paling mulia' daripada 'penutup' seperti pendapat kebanyakan
> para aliran mainstream.
> * * *
> Berikut ini adalah pendapat-pendapat yang mendukung bahwa ada pintu yang
> memungkinkan adanya Nabi sesudah Muhammad. Pendapat-pendapat di bawah ini
> banyak digunakan oleh para kaum 
> Ahmadiyah<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#latarbelakangahmadiyah>dalam
>  mendukung Mirza Gulam Ahmad bisa jadi adalah Nabi dan juga para aliran
> lainnya dengan nabi-nabi mereka:
>
> Siti Aisyah, Istri Rasulullah s.a.w. menurut riwayat pernah mengatakan,
>
>  "Katakanlah bahwa beliau (Rasulullah s.a.w.) adalah Khataman Nabiyyin,
> tetapi janganlah mengatakan tidak akan ada nabi lagi sesudah beliau" (lihat
> Durr Mantsur oleh Hafizh Jalal-ud-Din 'Abdur Rahman Sayuthi).
>
> "Katakanlah, sesungguhnya ia [Muhammad] adalah khaatamul-anbiya', tetapi
> jangan sekali-kali kamu mengatakan laa nabiyya ba'dahu (tidak ada Nabi
> sesudahnya)" (Durrun Mantsur, jld. V, hlm. 204; Takmilah Majmaul Bihar, hlm.
> 5)
>
>  Rasulullah s.a.w. adalah yang terbaik, termulia, dan paling sempurna dari
> antara semua nabi dan juga beliau adalah sumber hiasan bagi mereka (lihat
> Syarh Zurqani oleh Imam Muhammad ibn 'Abdul Baqi al-Zurqani, dan Syarah
> Mawahib al-Laduniyyah oleh Syihab-ud-Din Ahmad Qastalani).
>
> Berkata Sheikh Muhyiddin Ibnu Arabi: "Maksud sabda Nabi Muhammad SAW
> sesungguhnya kerasulan dan kenabian telah terputus dan tidak ada lagi rasul
> dan nabi sesudahku, ialah tidak akan ada nabi yang membawa syariat yang akan
> menentang syariat aku. Maka tidaklah nubuwat itu terangkat seluruhnya.
> Karena itu kami mengatakan sesungguhnya yang terangkat ialah nubuwat
> tasyri'i (kenabian yang pakai syariat), maka inilah ma'na tidak ada nabi
> sesudah beliau".(Futuhatul Makkiyah, jilid II halaman 73).
>
>  Syekh Muhyiddin Ibnu Arabi r.h. dalam kitabnya Futuuhatul Makiyyah
> menulis:
> "Inilah arti dari sabda Rasulullah s.a.w., "Sesungguhnya risalah dan
> nubuwat sudah terputus, maka tidak ada Rasul dan Nabi yang datang sesudahku
> yang bertentangan dengan Syari'atku. Apabila ia datang, ia akan ada di bawah
> Syari'atku." (Futuuhatul Makiyyah, Ibnu Arabi, Darul Kutubil Arabiyyah
> Alkubra, Mesir, jld II, hlm. 3)
>
> Imam Muhammad Thahir Al-Gujarati berkata: "Ini tidaklah bertentangan
> dengan hadits tidak ada nabi sesudahku, karena yang dimaksudkan ialah tidak
> akan ada lagi nabi yang akan mebatalkan syariat beliau"....(Takmilah Majmaul
> Bihar, halaman 85).
>
> Mulla 'Ali Al-Qari berkata: "Maka tidaklah hal itu bertentangan dengan
> ayat "khaatamannabiyin" karena yang dimaksudkan ialah tidak akan ada lagi
> nabi yang akan membatalkan agama beliau dan nabi yang bukan dari umat
> beliau"......(Maudhuat Kabir, halaman 59).
>
> Nawwab Siddiq Hasan Khan menulis: "Benar ada hadist yang berbunyi "la
> nabiyya ba'di" artinya menurut pendapat ahli ilmu pengetahuan ialah bahwa
> sesudahku tidak akan ada lagi nabi yang menasikhkan / membatalkan
> syariatku".....(Iqtirabussa'ah, halaman 162).
>
> Imam Sya'rani berkata:"Dan sabda Nabi Muhammad SAW, tidak ada nabi dan
> rasul sesudahku, adalah maksudnya tidak ada lagi nabi sesudah aku yang
> membawa syariat"....(Al-Yawaqit wal Jawahir, jilid II halaman 42).
>
> Arif Rabbani Sayyid Abdul Karim Jaelani berkata:"Maka terputuslah
> undang-undang syariat sesudah beliau dan adalah Nabi Muhammad SAW
> 'khaatamannabiyyin".....(Al-Insanul Kamil halaman 66).
>
> Sayyid Waliuyullah Muhaddist Al-Dahlawi berkata:" Dan khaatamlah nabi-nabi
> dengan kedatangan beliau, artinya tidak akan ada lagi orang yang akan diutus
> Allah membawa syariat untuk manusia".....(Tafhimati Ilahiyah, halaman 53).
>
> Imam Suyuti berkata: "Barang siapa yang mengatakan bahwa Nabi Isa apabila
> turun nanti pangkatnya sebagai Nabi akan dicabut, maka kafirlah ia
> sebenar-benarnya. Maka dia (Isa yang dijanjikan) sekalipun ia menjadi
> khalifah dalam umat Nabi Muhammad SAW, namun ia tetap berpangkat rasul dan
> nabi yang mulia sebagaimana semula".....(Hujajul Kiramah , halaman 31 dan
> 426).
>
>  Ima m Abdul Wahab Asy-Syarani r.h. berkata:
> "Dan sabda Nabi s.a.w.: "tidak ada Nabi dan Rasul sesudah aku, adalah
> maksudnya: tidak ada lagi Nabi sesudah aku yang membawa Syari'at."
> (Al-Yawaqit wal Jawahir, jld. II, hlm. 42)
>
> Imam Thahir Al Gujrati berkata:
> "Ini tidaklah bertentangan dengan Hadits tidak ada Nabi sesudahku, karena
> yang dimaksudkan ialah tidak akan ada lagi Nabi yang akan membatalkan
> Syari'at beliau." (Takmilah Majmaul Bihar, hlm. 85)
>
> Imam mazhab Hanafi yang terkenal, yaitu Mulla Ali al-Qari menjelaskan:
> "Jika Ibrahim hidup dan menjadi Nabi, demikian pula Umar menjadi Nabi,
> maka mereka merupakan pengikut atau ummati Rasulullah s.a.w.. Seperti halnya
> Isa, Khidir, dan Ilyas 'alaihimus salaam. Hal itu tidak bertentangan dengan
> ayat Khaataman-Nabiyyiin. Sebab, ayat itu hanya berarti bahwa sekarang,
> sesudah Rasulullah s.a.w. tidak dapat lagi datang Nabi lain yang membatalkan
> Syari'at beliau s.a.w. dan bukan ummati beliau s.a.w." (Maudhu'aat Kabiir,
> hlm. 69).
>
> Peristiwa wafatnya Ibrahim (putera Rasulullah dari Maria Qibtiyah)
> tercatat sebagai berikut: "Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, berkatalah ia:
> "Ketika Ibrahim ibnu Rasulullah s.a.w. wafat, beliau menyembahyangkan
> jenazahnya dan berkata, "Sesungguhnya di sorga ada yang menyusukannya, dan
> kalau usianya panjang, ia akan menjadi nabi yang benar." (Sunan Ibnu Majah,
> Abu Abdillah Alqazwaini, Darul Fikr, jld. II, hlm. 484, Hadits no. 1511).
>
> Peristiwa wafatnya Ibrahim terjadi pada tahun 9 H, sedangkan ayat
> "khaataman-nabiyyiin" diturunkan pada tahun 5 H. Jadi, ucapan beliau
> mengenai Ibrahim sebagaimana ditemukan dalam Hadits itu adalah 4 tahun
> kemudian setelah beliau menerima ayat "khaataman-nabiyyiin." Jika ayat
> "khaataman-nabiyyiin" diartikan sebagai "penutup / kesudahan / penghabisan
> /akhir" nabi-nabi yaitu tidak boleh ada nabi lagi apa pun juga setelah
> beliau s.a.w., maka seharusnya beliau mengatakan jikalau usianya panjang,
> tentu ia tidak akan pernah menjadi nabi karena akulah penutup nabi-nabi.
> Nabi s.a.w-lah yang menerima wahyu, jadi beliaulah yang paling mengetahui
> arti/makna wahyu yang diterimanya.
>
> Dalam Kitab Nuzulul Masih, Imam Jalaluddin Assuyuti rh (Mujaddid abad IX)
> menyatakan bahwa hadis-hadis yang menyatakan bahwa tidak ada lagi wahyu
> setelah nabi Muhammad saw adalah Palsu.
>
> * * *
> Pantas juga disimak surat Al Maa-idah 5:19-20 dan Al A'Raaf 7:35 dibawah
> ini
>
> y*aa* ahla *a*lkit*aa*bi qad j*aa*-akum rasuulun*aa* yubayyinu lakum 'al*
> aa* fatratin mina *al*rrusuli an taquuluu m*aa* j*aa*-an*aa* min basyiirin
> wal*aa* na*dz*iirin faqad j*aa*-akum basyiirun wana*dz*iirun wa*al*l*aa*hu
> 'al*aa* kulli syay-in qadiir*un*
> *[5:19]* Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami,
> menjelaskan (syari'at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman)
> rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan: "Tidak ada datang kepada kami baik
> seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan".
> Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi
> peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
>
>  wa-i*dz* q*aa*la muus*aa* liqawmihi y*aa* qawmi u*dz*kuruu ni'mata all*aa
> *hi 'alaykum i*dz* ja'ala fiikum anbiy*aa*-a waja'alakum muluukan wa*aa*t*
> aa*kum m*aa* lam yu/ti a*h*adan mina al'*aa*lamiina
> *[5:20]* Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku,
> ingatlah ni'mat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi diantaramu, dan
> dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang
> belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain".
>
>  y*aa* banii *aa*dama imm*aa* ya/tiyannakum rusulun minkum yaqu*shsh*uuna
> 'alaykum *aa*y*aa*tii famani ittaq*aa* wa-a*sh*la*h*a fal*aa *khawfun
> 'alayhim wal*aa* hum ya*h*zanuuna
> *[7:35]* Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada
> kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa
> dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran ter-hadap mereka dan
> tidak (pula) mereka bersedih hati.
>
> Kemudian dengan mengambil Nabi Isa sebagai contoh yang hanya diperuntukan
> bagi kaum keturunan Israel. Apakah kaum mainsteam jaman nabi Isa saat itu
> dapat menerima Isa sebagai Nabi berikutnya? Sejarah telah mencatatnya di
> Golgota, ketika Nabi yang tidak dipercayai para pengikut mainsteram saat itu
> harus memikul kayu salibnya sendiri dan akhirnya disalib di bukit itu.:
>
>  wa-i*dz* q*aa*la 'iis*aa* ibnu maryama y*aa* banii isr*aa*-iila innii
> rasuulu all*aa*hi ilaykum mu*sh*addiqan lim*aa* bayna yadayya mina alttawr
> *aa*ti wamubasysyiran birasuulin ya/tii min ba'dii ismuhu a*h*madu falamm*
> aa* j*aa*-ahum bialbayyin*aa*ti q*aa*luu h*aadzaa* si*h*run mubiinun
> *[61:6]* Dan (ingatlah) ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil,
> sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku,
> yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul
> yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala
> rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka
> berkata: "Ini adalah sihir yang nyata."
>  * * *
>
> Kemudian, apabila aliran-aliran mainstream masih dan tetap percaya bahwa
> Nabi Isa diturunkan Allah hanya dan hanya untuk kaum Israel, maka kepada
> siapakah Isa datang kedua kalinya nanti? Bukankah tetap saja hanya dan
> hanya kepada kaum Israel juga?
>
> Alasan berikutnya adalah apabila aliran-aliran mainstream masih tetap
> percaya bahwa tidak ada 'nabi' setelah Nabi Muhammad wafat maka konsekuensi
> logisnya adalah Nabi Isa juga tidak akan pernah datang nantinya.
>
>  Apabila tetap bahwa Nabi Isa, masih harus datang karena memang Allah
> mengisyaratkan demikian, maka kalimat yang cocok untuk Nabi Isa seharusnya
> adalah sebagai NABI PENUTUP Ya toh!, bukankah Ia yang diisyaratkan sebagai
> yang paling terakhir turun sebelum kiamat!
>
>  Kemudian bagi yang mempercayai bahwa nabi Isa itu masih hidup dan 'di
> simpan' dilangit maka perlu jawaban serius atas pertanyaan itu, yaitu
> mengapa nabi koq Muhammad hanya diberi umur hanya 63 tahun saja (juga dengan
> mengalami sakit berkepanjangan sebelum akhirnya meninggal) padahal Beliau
> jelas-jelas merupakan Nabi yang sangat disayang oleh Allah.
>
>  Perhatikan ayat- dibawah ini:
>
>  wa-in tu*th*i' aktsara man fii al-ar*dh*i yu*dh*illuuka 'an sabiili all*
> aa*hi in yattabi'uuna ill*aa* al*zhzh*anna wa-in hum ill*aa* yakhru*sh*uun
> a
> [6:116] Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi
> ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain
> hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah
> berdusta (terhadap Allah)500 .
> 500: Seperti menghalalkan memakan apa-apa yang telah diharamkan Allah dan
> mengharamkan apa-apa yang telah dihalalkan Allah, menyatakan bahwa Allah
> mempunyai anak.
> Apabila aliran mainstream ini benar maka adalah jelas sudah bahwa pintu
> kenabian sudah tertutup, namun ayat diatas justru mengingatkan untuk tidak
> serta merta menuruti kebanyakan cara berpikir dari orang-orang dimuka bumi
> ini.
> AQ dan sejarah telah mencatat bahwa kaum mayoritas-lah yang selalu
> mati-matian menolak setiap kali ada Nabi diturunkan Allah ke dunia, mereka
> yang paling gencar menghujatnya dan juga mendeskriditkannya seperti yang
> telah terjadi pada nabi2 sebelumnya dan juga kepada Nabi Muhammad
> Disamping itu, apabila benar tidak ada 'wahyu' lagi yang patut disampaikan
> setelah nabi Muhammad meninggal maka tidak akan ada riwayat seperti dibawah
> ini:
>
> Diriwayatkan pula, bahwa ketika Ali bin Abi Tholib meletakkan jasad
> Rasulullah di atas tempat tidurnya, tiba-tiba terdengar suara ghaib dari
> pojok rumah berseru dengan nada tinggi:
> "Jangan kamu mandikan jenazah Muhammad, karena ia adalah orang yang suci
> lagi pula membawa kesucian !"
> Ali curiga terhadap suara itu dan bertanya: "Siapa engkau? Padahal
> Rasulullah menyuruh kami memandikannya".
> Tiba-tiba terdengar pula suara ghaib yang lain yang berseru sebaliknya:
> "Hai Ali, mandikanlah beliau! Suara yang pertama itu adalah suara iblis
> yang terkutuk karena dengki terhadap Muhammad s.a.w., dan ia bermaksud agar
> supaya Nabi Muhammad dimasukkan ke dalam liang kuburnya dalam keadaan tidak
> dimandikan (suci-bersih)".
> "Semoga Allah membalasi engkau dengan kebajikan dikala engkau telah
> memberitahukan, bahwa suara itu adalah suara iblis. Sekarang siapakah pula
> sebenarnya engkau sendiri ?" tanya Ali.
> "Saya adalah Chidhir", jawabnya. Saya datang untuk menghadiri jenazah
> Muhammad s.a.w."
> Kemudian ali bin abi Tholib r.a. memandikan jenazah Rasulullah sedang
> Al-Fadhal bin Abbas dan Usamah bin Zaid r.a. menimba air, dan Malaikat
> Jibrail a.s. datang membawa harum-haruman dari surga.
>  ------------------------------
>  Kesimpulan Berdasarkan kutipan-kutipan diatas, dan juga beberapa pendapat
> yang saya baca, maka saat seseorang dan/atau sekelompok orang menyatakan
> kelompok lainnya adalah sesat perlu kiranya memperhatikan kutipan diatas.
> Arti Islam dalam bahasa arab (aslam, Muslim, bisa salamah, islammu, dll)
> dapat diartikan sebagai kepatuhan secara total kepada Sang Penciptanya.
> Jadi saat ada seseorang dan sekelompok orang yang menyatakan bahwa satu
> ajaran adalah SESAT dan bukan ISLAM/Muslim maka yang harus dipastikan bahwa
> apa yang orang-orang itu sembah adalah bukan ALLAH yang sama yang disembah
> Nabi Adam, Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad.
> Menurut saya, dengan jumlah penduduk muslim 99%-nya mengikuti aliran
> Sunni, maka statement sesat lebih tepat dialamatkan bahwa ahmadiyah adalah
> sesat menurut kreteria sunni, atau bahkan sesat menurut kreteria wahabi dan
> belum tentu sesat menurut kreteria Islam, karena Nabi pernah bersabda bahwa
> Islam akan berkembang menjadi 73 golongan dan hanya satu yang 
> diterima<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2007/11/sudah-lebih-dari-73-golongan-apakah.html>.
>
> Mengutip dari tulisan ulil, yaitu, dalam sejarah Islam, banyak kelompok
> yang dianggap sesat, bahkan dituduh kafir, tetapi mereka tidak pernah
> diminta mendirikan agama sendiri. Contohnya bertebaran dalam sejarah Islam.
> Kelompok Qadariyyah (yang percaya akan kebebasan kehendak), dianggap kafir
> oleh kelompok Suni ortodoks. Kelompok 
> Syiah<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#syiah>juga
>  dianggap kafir oleh sejumlah kelompok Islam. Tetapi, mereka tidak
> pernah diminta mendirikan agama yang terpisah dari Islam.
>
> Kaum filsuf juga dikafirkan beberapa kelompok Islam. Imam Ghazali yang
> hidup pada abad 11 M, mengkafirkan ajaran dua filsuf besar Islam, Al-Farabi
> dan Ibn Sina dalam tiga isu teologi. Tetapi, Imam Ghazali tidak pernah
> meminta mereka untuk mendirikan agama sendiri yang terpisah dari Islam.
> (http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1044)
> Jadi, Taruh kata Ahmadiyah berhasil ditelanjangi 
> bulat-bulat<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#ahmadiyahtelanjang>dan
>  kemudian dipisah-paksakan menjadi non muslim Apakah lantas kekerasan dan
> kedzaliman terhadap kelompok ini akan lenyap? Untuk menjawab pertanyaan
> sepele ini, tidak diperlukan kepandaian meramal dan jawabannya adalah 
> KEKERASAN
> AKAN TETAP ADA <http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/fitna.html>.
>  ------------------------------
>  Penutup Sebagai penutup, silakan anda renungkan surat Al Hujurat 49:11
> dan hadis sahih dibawah ini.
>
> y*aa* ayyuh*aa* *al*la*dz *iina *aa*manuu l*aa* yaskhar qawmun min qawmin
> 'as*aa* an yakuunuu khayran minhum wal*aa* nis*aa*un min nis*aa*-in 'as*aa
> * an yakunna khayran minhunna wal*aa* talmizuu anfusakum wal*aa* tan*aa*bazuu
> bi*a*l-alq*aa*bi bi/sa *a*l-ismu *a*lfusuuqu ba'da *a*l-iim*aa*ni waman
> lam yatub faul*aa*-ika humu *al**zhzhaa*limuun*a*
> *[49:11]* Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang
> laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu
> lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan
> kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah
> suka mencela dirimu sendiri 1410 dan jangan memanggil dengan gelaran yang
> mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk
> sesudah iman1411 dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah
> orang-orang yang zalim.
> 1410: "Jangan mencela dirimu sendiri" maksudnya ialah mencela antara
> sesama mu'min karana orang-orang mu'min seperti satu tubuh.
> 1411: Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang
> digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan
> panggilan seperti: hai fasik, hai kafir dan sebagainya.
> Nasihat Nabi sebagai berikut:
> "Sesungguhnya sesorang ada yang mengerjakan pekerjaan isi surga menurut
> pandangan orang banyak, sedang dia termasuk isi neraka. Sesungguhnya ada
> pula sesorang yang mengerjakan pekerjaan isi neraka menurut pandangan orang
> banyak, sedang dia termasuk isi surga." (HR Bukhari dan Muslim).
>


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke