http://www.youtube.com/watch?v=U7RLCXNdKF4
Ahmadiyah Sesat dan Bukan Islam? Ah, Masa Seeh!!<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html> > ------------------------------ > Pengantar Tulisan ini ada hanya karena masalah keprihatinan semata!, > Bagaimana tidak? Ketika seorang Habib Assegaf dengan lantangnya meneriakan > *"Darah mereka Halal!!"* yang ditujukan kepada kaum Ahmadiyah (lihat: > Suara merdeka, 18 April > 2008<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#suaramerdeka> > ). Dapatkah anda bayangkan betapa mengerikannya implikasi teriakan perang > tersebut? > Dari 195 Jutaan penduduk Islam di Indonesia pada tahun 2005, Wikipedia), > maka 99%nya adalah kaum Sunni. Saat ini jumlah pemeluk Ahmadiyah di > Indonesia mencapai 500 ribu orang ( > http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=330601&kat_id=3), jadi > potensi bencana yang muncul adalah ratusan ribu manusia akan tersia2, Ibu > dan anak yang menjadi janda dan yatim piatu, harta benda ludes tidak > tersisa. Semua ini bermula dari sebuah perbedaan pendapat yang berpotensi > menuju medan laga! Padahal Negara ini masih ada, namun Ia turut kedalam > pusaran dan malah berperan aktif menuju ke sebuah episode genocide > * * * > Semua ini merupakan rangkaian kompilasi fatwa MUI bahwa Ahmadiyah adalah > diluar Islam, sesat dan > menyesatkan<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#mui2005>, > Penjelasan dari > Ahmadiyah<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#persahmadiyah>dan > 12 > Butir Penjelasan Versi > Ahmadiyah<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#duabelas>. > Fatwa sesat itu sudah > lama<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#fatwasesat>ada > dan MUI hanya merupakan kepanjangan > tangn dari kesepakatan seluruh majelis ulama di dunia. Di Pakistan, > pemberangusan Ahmadiyah adalah dimungkinkan, mengingat system konstitusi > berbeda dengan Negara kita (lihat: konstitusi > Pakistan<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#konstitusipakistan> > ) dan telah dinyatakan dalam konstitusi mereka bahwa Ahmadiyah adalah > aliran non muslim. Sedangkan Di Indonesia ruang gerak pemberangusan > kebebasan beragama seharusnya tidak dimungkinkan! Jadi tidak ada ruang > dimana Negara ini menjadi Banci dengan mengakomodir sekelompok orang (bahkan > kalaupun mereka mayoritas) untuk memaksakan kehendak! > Jadi, tindakan dari Habib Assegaf dan juga FUI yang terdiri dari sejumlah > ormas > Islam<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#beritaprokontra>, > di antaranya Persatuan Umat Islam (PUI), Front Pembela Islam (FPI), Hizbut > Tahrir Indonesia (HTI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), > Muhammadiyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Majelis Mujahiddin > Indonesia dan Tim Pembela Muslim. Beberapa perwakilan partai politik juga > datang, antara lain, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan > Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PKB) dan Partai Bintang Reformasi > (PKB) yang berusaha mengamankan Fatwa itu dengan kekerasan seharusnya > merupakan tindakan anarkis dan harus segera diberangus! > (lihat: > http://www.waspada.co.id/Berita/Nusantara/MUI-em-Ahmadiyah-Kafir-em.html) > * * * > Perlu kiranya saya kutip pendapat Muhammad Guntur Romli mengenai Habib > Assegaf dan FUI: ( > http://guntur.name/2008/02/16/hormati-klarifikasi-ahmadiyah/) > > Forum Umat Islam (FUI) melalui tokohnya Muhammad al-Khaththath. Sepanjang > pengetahuan saya, al-Khaththath ini ketua Hizb Tahrir Indonesia: sebuah > partai Islam transnasional yang akidah politiknya bertentangan dengan > ideologi negara kita. Sistem negara yang diingkan oleh Hizb Tahrir bukan > republik (jumhuriyah), atau federasi (ittihadiyah) namun negara khilafah > yang bertentangan dengan sistem negara kita yang republik. Hizb Tahrir juga > akan menghapus teritori wilayah Idonesia dengan memasukkannya dalam wilayah > khilafah Islam. *Hizb Tahrir juga memiliki keyakinan bahwa demokrasi > adalah sistem kafir (nidzamul kufr). Hizb Tahrir inilah yang semestinya > perlu diwaspadai karena akan menghancurkan ideologi yang telah dibangun oleh > founding fathers kita.* Dibanding ormas-ormas Islam seperti Nahdlatul > Ulama, Muhammadiyah, Persis, Al-Wahsliyah termasuk juga Ahmadiyah yang > memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia, Hizb Tahrir tak hanya > "masbuq" dalam jemaah ormas Islam itu, namun sudah ketinggalan jauh, > sehingga *ideologi dan tujuan kelompok ini bertentangan dengan ideologi > negeri kita: NKR, Pancasila dan UUD 45*. > > Pun karakter Islam Hizb Tahrir juga bukan karakter Islam di Indonesia > yang lebih mengutamakan dakwah kultural dan menggarap langsung masyarkat > melalui pendidikan: pesantren dan sekolah, rumah sakit, dan lain-lain. > Sedangkan Hizb Tahrir adalah kelompok yang dibayangi trauma kekalahan akibat > runtuhnya Imperium Othmaniyah di Turki, dan kelompok ini sebagai partai > politik transnasional tidak memiliki lembaga-lembaga pendidikan, pelayanan > kesehatan, atau yang berkaitan langsung dengan hajat masyarakat banyak. > > Saya memiliki dugaan, Forum Umat Islam (FUI) ini adalah kamuflase dari > Hizb Tahrir yang akhir-akhir ini terpojok karena ideologi mereka dihadapkan > dengan ideologi negara kita, sehingga beberapa petinggi mereka perlu > melakukan strategi dengan memperbanyak topeng. Dugaan ini bisa menjadi > keyakinan karena kuatnya suara Muhammad al-Khaththath, ideolog Hizb Tahrir > Indonesia di kelompok ini. Selain FUI, Hizb Tahrir juga memiliki "produk > baru" lain yaitu Gerakan Mahasiswa Pembebasan yang setiap demonstrasi mereka > menggunakan ikat kepala putih dengan tulisan dua kalimat syahadat bertinta > hitam. Namun Hizb Tahrir ini tak bisa membohongi masyarakat umum karena ada > kemiripan slogan, agenda, modus pergerakan hingga *font *(jenis huruf) > yang mereka gunakan sebagai pamflet. > > Kelompok yang menamakan dirinya Gerakan Umat Islam Indonesia (GBUII) yang > dipimpin oleh Habib Abdurrahman Assegaf. Melalui informasi yang kami > kumpulkan di Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan > (AKKBB), *Abdurrahman Assegaf ini memiliki nama asli Abdul Haris Umarella, > putra asli Ambon. Kami juga tidak tahu dari mana ia mendapatkan gelar > kehormatan habib dan mendapatkan gelar marga bangsawan Arab: Assegaf*. > Abdul Haris Umarella ini pula yang selama ini terus melakukan intimidasi > terhadap masjid-masjid yang digunakan oleh jamaah Ahmadiyah untuk salat > jemaah. > > Masih segar dalam ingatan saya ketika Abdul Haris Umarella mendatangi > masjid al-Fadl bersama anak buahnya di Bogor bulan Desember kemaren, ia > membawa kitab tebal yang ia yakini sebagai Tadzkirah, dalam tuduhannya juga > Tadzkirah adalah kitab suci Ahmadiyah. Dan *ia pun menginjak-injak kitab > tersebut. Saya hanya bisa terperangah, bagaimana ia bisa menginjak sebuah > kitab yang di dalamnya ada tulisan lafadz Allah, dan ayat-ayat al-Quran?** > * > * * * > Apa amanat dari konstitusi? UUD 45 Pasal 29 ayat (2) disebutkan, "Negara > menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing > dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu." Dalam Pasal > 28E tentang Hak Asasi Manusia hasil amendemen UUD 1945 tahun 2000 > disebutkan, (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut > agamanya... (2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, > menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya. > > Dalam UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM, Pasal 22 juga ditegaskan, 1) > Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat > menurut agamanya dan kepercayaannya itu; 2) Negara menjamin kemerdekaan > setiap orang memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut > agamanya dan kepercayaannya itu. > > Dan dalam Pasal 8 juga ditegaskan bahwa negaradalam hal ini > pemerintahmemiliki tanggungjawab menjamin prinsip kebebasan tersebut yang > menjadi hak asasi manusia, "Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan > hak asasi manusia menjadi tanggung jawab negara, terutama pemerintah" > (http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=928) > * * * > *Bagaimana Pelaksanaan Konstitusi?* Perintah dan peringatan keras kepada > Ahmadiyah untuk menghentikan kegiatannya dilakukan melalui surat keputusan > bersama Mendagri, Jaksa Agung, dan Menteri Agama. Badan Koordinasi Pengawas > Aliran Kepercayaan (Bakor Pakem) akan meminta Surat Keputusan Bersama (SKB) > tersebut segera diterbitkan. > > "SKB ini akan kita kirim surat ke masing-masing beliau Jaksa Agung, Menag, > dan Mendagri dengan tembusan Menko Polhukam. Diharapkan melalui forum Menko > Polhukam supaya peringatan ini segera dikeluarkan," kata Ketua Bakor Pakem > Wisnu Subroto dalam konferensi pers soal hasil rapat Bakor Pakem di > Kejagung, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta, Rabu (16/4/2008). > > Dia menjelaskan Ahmadiyah memang telah dinyatakan > menyimpang<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#kesesatanAhmadiyah>, > namun Bakor Pakem tidak dapat membubarkan Ahmadiyah secara langsung. > Pembubaran itu, kata Wisnu, dilakukan oleh Presiden berdasarkan pertimbangan > dari Mendagri, Jaksa Agung, dan Menteri Agama. Hal itu pun dapat dilakukan > jika Ahmadiyah tetap aktif meski telah diperingatkan. > > "Menurut UU, pembubaran bisa dimintakan oleh Mendagri, Menag, dan Jaksa > Agung. Mereka dapat memberikan pertimbangan Presiden untuk membubarkan," > jelasnya. (http://www.menkokesra.go.id/content/view/7916/39/) > * * * > Apa Kata Ketua Mahkamah Konstitusi? Hal itu senada dengan ucapan Ketua > Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie menilai persoalan agama lebih > baik dikembalikan kembali kepada internal agama dan pemerintah lebih baik > jangan ikut campur. "Tetapi kalau ada kekerasan, barulah pemerintah > melindunginya," katanya. > (http://www.menkokesra.go.id/content/view/7919/39/) > * * * > Bagaimana perspektif penafsiran dalam Islam? Sebelum melihat bagaimana > pendapat-pendapat tersebut memainkan peranan dan dapat mempunyai kutub yang > sangat bertolak belakang, ada baiknya kita simak dulu Al Itqaan Fii Ulumil > Qur'an karya Jalaluddin As Suyuti dibawah ini: > All Muslim scholars acknowledge that the Qur'an contains words which even > Muhammad's relatives and companions have failed to understand. In his book, > "The Itqan" (part 2, p. 4), the Suyuti states clearly, > "Muhammad's companions, who are genuine Arabs, eloquent in language, in > whose dialect the Qur'an was given to them, have stopped short in front of > some words and failed to know their meanings, thus they said nothing about > them. When Abu Bakr was asked about the Qur'anic statement 'and fruits and > fodder' (8:31), he said, 'What sky would cover me or what land would carry > me if I say what I do not know about the book of God?' 'Umar ibn al-Khattab > read the same text from the rostrum, then he said, 'This fruit we know, but > what is fodder?' Sa'id ibn Jubair was asked about the Qur'anic text in > chapter 13 of Mary. He said, 'I asked ibn 'Abbas about it, but he kept > silent."' > Berikut ini juga kutipan dari majalah *Fatawa 05/II/1425H *hal. 60 63: > > Abdurrahman bin Muhammad mendengar Abdurrahman bin Mahdi berkata, > Fitnah dalam masalah hadits itu lebih dahsyat akibatnya dibanding dengan > fitnah harta atau anak. > > Abu Qudamah mendengar Abdurrahman bin Mahdi berkata, > Sungguh, saya mengetahui cacat/cela sebuah hadits lebih aku cintai > daripada saya mengambil faedah/manfaat dari 10 hadits. > Jadi, jangankan para Ulama yang jelas-jelas tidak hidup sejaman dengan > Nabi dan juga tidak pernah melihat sosok Nabi Muhammad, bahkan para sahabat > Beliaupun yang menemani selama hidup Beliaupun tidak sepenuhnya mampu > mengartikan apa yang Allah maksudkan pada kalimat-kalimatnya. > Titik tolak perbedaan pendapat dalam Islam ini, salah satunya adalah > berkenaan dengan kenabian dari Mirza Gulam > Ahmad<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#mirzagulam>(MGA)dan > tentunya juga terhadap nabi-nabi lain dari aliran islam lainnya di saat > ini maupun kemudian hari. > Terbuka atau tertutupnya pintu mengenai ada atau tidaknya Nabi lain > setelah Nabi Muhammad Wafat adalah berdasarkan penafsiran kata ' *khaatama > ** alnnabiyyiina* dari surat Al Ahzab:40 dibawah ini: > > ðm*aa* k*aa*na mu*h*ammadun ab*aa* a*h*adin min rij*aa*likum wal*aa*kin > rasuula all*aa*hi wa*kh**aa**tama** alnnabiyyiina* wak*aa*na all*aa*hu > bikulli syay-in 'aliim* aa*n > *[33:40]* Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki > di antara kamu1224, tetapi dia adalah Rasulullah dan *penutup nabi-nabi*. > Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. > 1224: Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. bukanlah ayah dari salah seorang > sahabat, karena itu janda Zaid dapat dikawini oleh Rasulullah s.a.w. > Kutipan ayat diatas merupakan ajang perang tanding pendapat yang tak > berkesudahan bahwa Nabi Muhammad merupakan nabi penutup atau tidak terutama > dalam mengartikan kata *khaatama** alnnabiyyiina* yang menjadi ajang > perdebatan tertutup atau tidaknya pintu kenabian setelah Muhammad! > Pendapat-pendapat bahwa kata *khaatama** alnnabiyyiina* berarti PENUTUP > NABI-NABI merupakan pendapat dari aliran mainstream Islam dan anda dapat > lihat pendapat itu di > sini<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#nabipenutup> > Sedangkan pendapat-pendapat bahwa kata *khaatama** alnnabiyyiina* berarti > Nabi yang Termulia dan/atau Nabi yang berahlak sempurna adalah sebagai > berikut: > Penjelasan pada catatan kaki 1224 pada surat 33:40 di atas menyatakan > bahwa ayat itu turun dalam konteks peristiwa Nabi menikahi Siti Zainab. Siti > Zaenab, sebelumnya merupakan menantu Nabi dari perkawiannya dengan anak > angkat Nabi yaiotu Zaid ibn Harits. Pada waktu itu orang-orang Arab > mencerca habis-habisan Beliau dan dianggap telah melanggar tradisi dengan > menikahi bekas menantunya sendiri. Para kritikus mengatakan bahwa Nabi. > telah memerintahkan Zaid menceraikan Zainab karena Nabi jatuh cinta kepada > menantunya. > Sehingga, kata *khaatama alnnabiyyiina* merupakan sebuah pembelaan Allah > kepada rasulNya yang menegaskan bahwa rasulNya merupakan seorang yang > mempunyai ahlak yang setinggi-tingginya, yang paling paling mulia dan yang > paling sempurna, di antara semua manusia dan para nabi. Beliau adalah *kh > aatama alnnabiyyiina* dalam segala kebaikan sebagai manusia dan nabi > Allah. > Jadi, menurut asal muasal turunnya ayat, maka arti khataam lebih dekat > pada arti yang 'paling mulia' daripada 'penutup' seperti pendapat kebanyakan > para aliran mainstream. > * * * > Berikut ini adalah pendapat-pendapat yang mendukung bahwa ada pintu yang > memungkinkan adanya Nabi sesudah Muhammad. Pendapat-pendapat di bawah ini > banyak digunakan oleh para kaum > Ahmadiyah<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#latarbelakangahmadiyah>dalam > mendukung Mirza Gulam Ahmad bisa jadi adalah Nabi dan juga para aliran > lainnya dengan nabi-nabi mereka: > > Siti Aisyah, Istri Rasulullah s.a.w. menurut riwayat pernah mengatakan, > > "Katakanlah bahwa beliau (Rasulullah s.a.w.) adalah Khataman Nabiyyin, > tetapi janganlah mengatakan tidak akan ada nabi lagi sesudah beliau" (lihat > Durr Mantsur oleh Hafizh Jalal-ud-Din 'Abdur Rahman Sayuthi). > > "Katakanlah, sesungguhnya ia [Muhammad] adalah khaatamul-anbiya', tetapi > jangan sekali-kali kamu mengatakan laa nabiyya ba'dahu (tidak ada Nabi > sesudahnya)" (Durrun Mantsur, jld. V, hlm. 204; Takmilah Majmaul Bihar, hlm. > 5) > > Rasulullah s.a.w. adalah yang terbaik, termulia, dan paling sempurna dari > antara semua nabi dan juga beliau adalah sumber hiasan bagi mereka (lihat > Syarh Zurqani oleh Imam Muhammad ibn 'Abdul Baqi al-Zurqani, dan Syarah > Mawahib al-Laduniyyah oleh Syihab-ud-Din Ahmad Qastalani). > > Berkata Sheikh Muhyiddin Ibnu Arabi: "Maksud sabda Nabi Muhammad SAW > sesungguhnya kerasulan dan kenabian telah terputus dan tidak ada lagi rasul > dan nabi sesudahku, ialah tidak akan ada nabi yang membawa syariat yang akan > menentang syariat aku. Maka tidaklah nubuwat itu terangkat seluruhnya. > Karena itu kami mengatakan sesungguhnya yang terangkat ialah nubuwat > tasyri'i (kenabian yang pakai syariat), maka inilah ma'na tidak ada nabi > sesudah beliau".(Futuhatul Makkiyah, jilid II halaman 73). > > Syekh Muhyiddin Ibnu Arabi r.h. dalam kitabnya Futuuhatul Makiyyah > menulis: > "Inilah arti dari sabda Rasulullah s.a.w., "Sesungguhnya risalah dan > nubuwat sudah terputus, maka tidak ada Rasul dan Nabi yang datang sesudahku > yang bertentangan dengan Syari'atku. Apabila ia datang, ia akan ada di bawah > Syari'atku." (Futuuhatul Makiyyah, Ibnu Arabi, Darul Kutubil Arabiyyah > Alkubra, Mesir, jld II, hlm. 3) > > Imam Muhammad Thahir Al-Gujarati berkata: "Ini tidaklah bertentangan > dengan hadits tidak ada nabi sesudahku, karena yang dimaksudkan ialah tidak > akan ada lagi nabi yang akan mebatalkan syariat beliau"....(Takmilah Majmaul > Bihar, halaman 85). > > Mulla 'Ali Al-Qari berkata: "Maka tidaklah hal itu bertentangan dengan > ayat "khaatamannabiyin" karena yang dimaksudkan ialah tidak akan ada lagi > nabi yang akan membatalkan agama beliau dan nabi yang bukan dari umat > beliau"......(Maudhuat Kabir, halaman 59). > > Nawwab Siddiq Hasan Khan menulis: "Benar ada hadist yang berbunyi "la > nabiyya ba'di" artinya menurut pendapat ahli ilmu pengetahuan ialah bahwa > sesudahku tidak akan ada lagi nabi yang menasikhkan / membatalkan > syariatku".....(Iqtirabussa'ah, halaman 162). > > Imam Sya'rani berkata:"Dan sabda Nabi Muhammad SAW, tidak ada nabi dan > rasul sesudahku, adalah maksudnya tidak ada lagi nabi sesudah aku yang > membawa syariat"....(Al-Yawaqit wal Jawahir, jilid II halaman 42). > > Arif Rabbani Sayyid Abdul Karim Jaelani berkata:"Maka terputuslah > undang-undang syariat sesudah beliau dan adalah Nabi Muhammad SAW > 'khaatamannabiyyin".....(Al-Insanul Kamil halaman 66). > > Sayyid Waliuyullah Muhaddist Al-Dahlawi berkata:" Dan khaatamlah nabi-nabi > dengan kedatangan beliau, artinya tidak akan ada lagi orang yang akan diutus > Allah membawa syariat untuk manusia".....(Tafhimati Ilahiyah, halaman 53). > > Imam Suyuti berkata: "Barang siapa yang mengatakan bahwa Nabi Isa apabila > turun nanti pangkatnya sebagai Nabi akan dicabut, maka kafirlah ia > sebenar-benarnya. Maka dia (Isa yang dijanjikan) sekalipun ia menjadi > khalifah dalam umat Nabi Muhammad SAW, namun ia tetap berpangkat rasul dan > nabi yang mulia sebagaimana semula".....(Hujajul Kiramah , halaman 31 dan > 426). > > Ima m Abdul Wahab Asy-Syarani r.h. berkata: > "Dan sabda Nabi s.a.w.: "tidak ada Nabi dan Rasul sesudah aku, adalah > maksudnya: tidak ada lagi Nabi sesudah aku yang membawa Syari'at." > (Al-Yawaqit wal Jawahir, jld. II, hlm. 42) > > Imam Thahir Al Gujrati berkata: > "Ini tidaklah bertentangan dengan Hadits tidak ada Nabi sesudahku, karena > yang dimaksudkan ialah tidak akan ada lagi Nabi yang akan membatalkan > Syari'at beliau." (Takmilah Majmaul Bihar, hlm. 85) > > Imam mazhab Hanafi yang terkenal, yaitu Mulla Ali al-Qari menjelaskan: > "Jika Ibrahim hidup dan menjadi Nabi, demikian pula Umar menjadi Nabi, > maka mereka merupakan pengikut atau ummati Rasulullah s.a.w.. Seperti halnya > Isa, Khidir, dan Ilyas 'alaihimus salaam. Hal itu tidak bertentangan dengan > ayat Khaataman-Nabiyyiin. Sebab, ayat itu hanya berarti bahwa sekarang, > sesudah Rasulullah s.a.w. tidak dapat lagi datang Nabi lain yang membatalkan > Syari'at beliau s.a.w. dan bukan ummati beliau s.a.w." (Maudhu'aat Kabiir, > hlm. 69). > > Peristiwa wafatnya Ibrahim (putera Rasulullah dari Maria Qibtiyah) > tercatat sebagai berikut: "Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, berkatalah ia: > "Ketika Ibrahim ibnu Rasulullah s.a.w. wafat, beliau menyembahyangkan > jenazahnya dan berkata, "Sesungguhnya di sorga ada yang menyusukannya, dan > kalau usianya panjang, ia akan menjadi nabi yang benar." (Sunan Ibnu Majah, > Abu Abdillah Alqazwaini, Darul Fikr, jld. II, hlm. 484, Hadits no. 1511). > > Peristiwa wafatnya Ibrahim terjadi pada tahun 9 H, sedangkan ayat > "khaataman-nabiyyiin" diturunkan pada tahun 5 H. Jadi, ucapan beliau > mengenai Ibrahim sebagaimana ditemukan dalam Hadits itu adalah 4 tahun > kemudian setelah beliau menerima ayat "khaataman-nabiyyiin." Jika ayat > "khaataman-nabiyyiin" diartikan sebagai "penutup / kesudahan / penghabisan > /akhir" nabi-nabi yaitu tidak boleh ada nabi lagi apa pun juga setelah > beliau s.a.w., maka seharusnya beliau mengatakan jikalau usianya panjang, > tentu ia tidak akan pernah menjadi nabi karena akulah penutup nabi-nabi. > Nabi s.a.w-lah yang menerima wahyu, jadi beliaulah yang paling mengetahui > arti/makna wahyu yang diterimanya. > > Dalam Kitab Nuzulul Masih, Imam Jalaluddin Assuyuti rh (Mujaddid abad IX) > menyatakan bahwa hadis-hadis yang menyatakan bahwa tidak ada lagi wahyu > setelah nabi Muhammad saw adalah Palsu. > > * * * > Pantas juga disimak surat Al Maa-idah 5:19-20 dan Al A'Raaf 7:35 dibawah > ini > > y*aa* ahla *a*lkit*aa*bi qad j*aa*-akum rasuulun*aa* yubayyinu lakum 'al* > aa* fatratin mina *al*rrusuli an taquuluu m*aa* j*aa*-an*aa* min basyiirin > wal*aa* na*dz*iirin faqad j*aa*-akum basyiirun wana*dz*iirun wa*al*l*aa*hu > 'al*aa* kulli syay-in qadiir*un* > *[5:19]* Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, > menjelaskan (syari'at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) > rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan: "Tidak ada datang kepada kami baik > seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan". > Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi > peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. > > wa-i*dz* q*aa*la muus*aa* liqawmihi y*aa* qawmi u*dz*kuruu ni'mata all*aa > *hi 'alaykum i*dz* ja'ala fiikum anbiy*aa*-a waja'alakum muluukan wa*aa*t* > aa*kum m*aa* lam yu/ti a*h*adan mina al'*aa*lamiina > *[5:20]* Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, > ingatlah ni'mat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi diantaramu, dan > dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang > belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain". > > y*aa* banii *aa*dama imm*aa* ya/tiyannakum rusulun minkum yaqu*shsh*uuna > 'alaykum *aa*y*aa*tii famani ittaq*aa* wa-a*sh*la*h*a fal*aa *khawfun > 'alayhim wal*aa* hum ya*h*zanuuna > *[7:35]* Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada > kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa > dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran ter-hadap mereka dan > tidak (pula) mereka bersedih hati. > > Kemudian dengan mengambil Nabi Isa sebagai contoh yang hanya diperuntukan > bagi kaum keturunan Israel. Apakah kaum mainsteam jaman nabi Isa saat itu > dapat menerima Isa sebagai Nabi berikutnya? Sejarah telah mencatatnya di > Golgota, ketika Nabi yang tidak dipercayai para pengikut mainsteram saat itu > harus memikul kayu salibnya sendiri dan akhirnya disalib di bukit itu.: > > wa-i*dz* q*aa*la 'iis*aa* ibnu maryama y*aa* banii isr*aa*-iila innii > rasuulu all*aa*hi ilaykum mu*sh*addiqan lim*aa* bayna yadayya mina alttawr > *aa*ti wamubasysyiran birasuulin ya/tii min ba'dii ismuhu a*h*madu falamm* > aa* j*aa*-ahum bialbayyin*aa*ti q*aa*luu h*aadzaa* si*h*run mubiinun > *[61:6]* Dan (ingatlah) ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, > sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, > yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul > yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala > rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka > berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." > * * * > > Kemudian, apabila aliran-aliran mainstream masih dan tetap percaya bahwa > Nabi Isa diturunkan Allah hanya dan hanya untuk kaum Israel, maka kepada > siapakah Isa datang kedua kalinya nanti? Bukankah tetap saja hanya dan > hanya kepada kaum Israel juga? > > Alasan berikutnya adalah apabila aliran-aliran mainstream masih tetap > percaya bahwa tidak ada 'nabi' setelah Nabi Muhammad wafat maka konsekuensi > logisnya adalah Nabi Isa juga tidak akan pernah datang nantinya. > > Apabila tetap bahwa Nabi Isa, masih harus datang karena memang Allah > mengisyaratkan demikian, maka kalimat yang cocok untuk Nabi Isa seharusnya > adalah sebagai NABI PENUTUP Ya toh!, bukankah Ia yang diisyaratkan sebagai > yang paling terakhir turun sebelum kiamat! > > Kemudian bagi yang mempercayai bahwa nabi Isa itu masih hidup dan 'di > simpan' dilangit maka perlu jawaban serius atas pertanyaan itu, yaitu > mengapa nabi koq Muhammad hanya diberi umur hanya 63 tahun saja (juga dengan > mengalami sakit berkepanjangan sebelum akhirnya meninggal) padahal Beliau > jelas-jelas merupakan Nabi yang sangat disayang oleh Allah. > > Perhatikan ayat- dibawah ini: > > wa-in tu*th*i' aktsara man fii al-ar*dh*i yu*dh*illuuka 'an sabiili all* > aa*hi in yattabi'uuna ill*aa* al*zhzh*anna wa-in hum ill*aa* yakhru*sh*uun > a > [6:116] Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi > ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain > hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah > berdusta (terhadap Allah)500 . > 500: Seperti menghalalkan memakan apa-apa yang telah diharamkan Allah dan > mengharamkan apa-apa yang telah dihalalkan Allah, menyatakan bahwa Allah > mempunyai anak. > Apabila aliran mainstream ini benar maka adalah jelas sudah bahwa pintu > kenabian sudah tertutup, namun ayat diatas justru mengingatkan untuk tidak > serta merta menuruti kebanyakan cara berpikir dari orang-orang dimuka bumi > ini. > AQ dan sejarah telah mencatat bahwa kaum mayoritas-lah yang selalu > mati-matian menolak setiap kali ada Nabi diturunkan Allah ke dunia, mereka > yang paling gencar menghujatnya dan juga mendeskriditkannya seperti yang > telah terjadi pada nabi2 sebelumnya dan juga kepada Nabi Muhammad > Disamping itu, apabila benar tidak ada 'wahyu' lagi yang patut disampaikan > setelah nabi Muhammad meninggal maka tidak akan ada riwayat seperti dibawah > ini: > > Diriwayatkan pula, bahwa ketika Ali bin Abi Tholib meletakkan jasad > Rasulullah di atas tempat tidurnya, tiba-tiba terdengar suara ghaib dari > pojok rumah berseru dengan nada tinggi: > "Jangan kamu mandikan jenazah Muhammad, karena ia adalah orang yang suci > lagi pula membawa kesucian !" > Ali curiga terhadap suara itu dan bertanya: "Siapa engkau? Padahal > Rasulullah menyuruh kami memandikannya". > Tiba-tiba terdengar pula suara ghaib yang lain yang berseru sebaliknya: > "Hai Ali, mandikanlah beliau! Suara yang pertama itu adalah suara iblis > yang terkutuk karena dengki terhadap Muhammad s.a.w., dan ia bermaksud agar > supaya Nabi Muhammad dimasukkan ke dalam liang kuburnya dalam keadaan tidak > dimandikan (suci-bersih)". > "Semoga Allah membalasi engkau dengan kebajikan dikala engkau telah > memberitahukan, bahwa suara itu adalah suara iblis. Sekarang siapakah pula > sebenarnya engkau sendiri ?" tanya Ali. > "Saya adalah Chidhir", jawabnya. Saya datang untuk menghadiri jenazah > Muhammad s.a.w." > Kemudian ali bin abi Tholib r.a. memandikan jenazah Rasulullah sedang > Al-Fadhal bin Abbas dan Usamah bin Zaid r.a. menimba air, dan Malaikat > Jibrail a.s. datang membawa harum-haruman dari surga. > ------------------------------ > Kesimpulan Berdasarkan kutipan-kutipan diatas, dan juga beberapa pendapat > yang saya baca, maka saat seseorang dan/atau sekelompok orang menyatakan > kelompok lainnya adalah sesat perlu kiranya memperhatikan kutipan diatas. > Arti Islam dalam bahasa arab (aslam, Muslim, bisa salamah, islammu, dll) > dapat diartikan sebagai kepatuhan secara total kepada Sang Penciptanya. > Jadi saat ada seseorang dan sekelompok orang yang menyatakan bahwa satu > ajaran adalah SESAT dan bukan ISLAM/Muslim maka yang harus dipastikan bahwa > apa yang orang-orang itu sembah adalah bukan ALLAH yang sama yang disembah > Nabi Adam, Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad. > Menurut saya, dengan jumlah penduduk muslim 99%-nya mengikuti aliran > Sunni, maka statement sesat lebih tepat dialamatkan bahwa ahmadiyah adalah > sesat menurut kreteria sunni, atau bahkan sesat menurut kreteria wahabi dan > belum tentu sesat menurut kreteria Islam, karena Nabi pernah bersabda bahwa > Islam akan berkembang menjadi 73 golongan dan hanya satu yang > diterima<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2007/11/sudah-lebih-dari-73-golongan-apakah.html>. > > Mengutip dari tulisan ulil, yaitu, dalam sejarah Islam, banyak kelompok > yang dianggap sesat, bahkan dituduh kafir, tetapi mereka tidak pernah > diminta mendirikan agama sendiri. Contohnya bertebaran dalam sejarah Islam. > Kelompok Qadariyyah (yang percaya akan kebebasan kehendak), dianggap kafir > oleh kelompok Suni ortodoks. Kelompok > Syiah<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#syiah>juga > dianggap kafir oleh sejumlah kelompok Islam. Tetapi, mereka tidak > pernah diminta mendirikan agama yang terpisah dari Islam. > > Kaum filsuf juga dikafirkan beberapa kelompok Islam. Imam Ghazali yang > hidup pada abad 11 M, mengkafirkan ajaran dua filsuf besar Islam, Al-Farabi > dan Ibn Sina dalam tiga isu teologi. Tetapi, Imam Ghazali tidak pernah > meminta mereka untuk mendirikan agama sendiri yang terpisah dari Islam. > (http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1044) > Jadi, Taruh kata Ahmadiyah berhasil ditelanjangi > bulat-bulat<http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/ahamdiyah-bukan-islam-dan-sesat-ah-masa.html#ahmadiyahtelanjang>dan > kemudian dipisah-paksakan menjadi non muslim Apakah lantas kekerasan dan > kedzaliman terhadap kelompok ini akan lenyap? Untuk menjawab pertanyaan > sepele ini, tidak diperlukan kepandaian meramal dan jawabannya adalah > KEKERASAN > AKAN TETAP ADA <http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/04/fitna.html>. > ------------------------------ > Penutup Sebagai penutup, silakan anda renungkan surat Al Hujurat 49:11 > dan hadis sahih dibawah ini. > > y*aa* ayyuh*aa* *al*la*dz *iina *aa*manuu l*aa* yaskhar qawmun min qawmin > 'as*aa* an yakuunuu khayran minhum wal*aa* nis*aa*un min nis*aa*-in 'as*aa > * an yakunna khayran minhunna wal*aa* talmizuu anfusakum wal*aa* tan*aa*bazuu > bi*a*l-alq*aa*bi bi/sa *a*l-ismu *a*lfusuuqu ba'da *a*l-iim*aa*ni waman > lam yatub faul*aa*-ika humu *al**zhzhaa*limuun*a* > *[49:11]* Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang > laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu > lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan > kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah > suka mencela dirimu sendiri 1410 dan jangan memanggil dengan gelaran yang > mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk > sesudah iman1411 dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah > orang-orang yang zalim. > 1410: "Jangan mencela dirimu sendiri" maksudnya ialah mencela antara > sesama mu'min karana orang-orang mu'min seperti satu tubuh. > 1411: Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang > digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan > panggilan seperti: hai fasik, hai kafir dan sebagainya. > Nasihat Nabi sebagai berikut: > "Sesungguhnya sesorang ada yang mengerjakan pekerjaan isi surga menurut > pandangan orang banyak, sedang dia termasuk isi neraka. Sesungguhnya ada > pula sesorang yang mengerjakan pekerjaan isi neraka menurut pandangan orang > banyak, sedang dia termasuk isi surga." (HR Bukhari dan Muslim). > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

