horor dari austria dalam satu kata: sadis! cerita sodomi oknum guru ngaji itu adalah setan berbulu kelinci.
dua orang berpenyakit jiwa yg berbahaya, hukuman mati bukan solusi, tapi yg kayak ginian ancaman terhadap lingkungan yg sehat. dunia makin tua, atau kita yg gak waspada? hl --- In [EMAIL PROTECTED], "samiaji" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Selasa, 29 Apr 2008, Disekap Ayah, Enam Kali Dihamili 24 Tahun, Perempuan Austria Dipaksa Tinggal di Gudang Bawah Tanah AMSTETTEN - Seorang anak perempuan di Austria disekap. Dia menjadi budak nafsu sang ayah kandung selama 24 tahun. Elisabeth Fritzl, nama korban yang kini berusia 42 tahun, sampai melahirkan tujuh anak. Seluruhnya adalah hasil perbuatan bejat sang ayah. Yang paling muda berusia lima tahun. Media setempat pun menyebut sang ayah, Josef Fritzl, sebagai monster. Kasus tersebut terungkap ketika Kerstin, salah seorang anak hasil hubungan terlarang itu, sakit dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dia ditemukan pingsan di apartemen kakek yang juga ayahnya tersebut. Untuk memeriksa penyakit yang diderita remaja putri berusia 19 tahun tersebut, dokter pun berusaha menelusuri catatan medisnya. Dari situlah terungkap inses dan penyekapan yang terjadi di keluarga Fritzl tersebut. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa selama 24 tahun, Elisabeth disekap di ruang sempit di bawah tanah tanpa jendela. Di ruang itu pula dia melahirkan tujuh anak hasil perbuatan bejat sang ayah. Dalam wawancara dengan APTN, Kepala Biro Urusan Kriminal Franz Polzer menggambarkan sempitnya ruang bawah tanah yang menjadi tempat penyekapan Elisabeth dan anak-anaknya. Jalan masuknya saja begitu sempit. Polisi baru bisa menemukan ruang tersebut setelah Josef mengantarnya ke pintu rahasia yang sangat kecil. Begitu kecilnya, agar bisa masuk, orang harus menunduk. Untuk bisa membuka pintu itu, polisi harus memaksa Josef menunjukkan kode angka kunci pintu tersebut. "Semuanya serba sempit. Menurut korban, itu sudah agak lumayan karena pernah diperluas beberapa kali," tambah Polzer. Di ruang itu terdapat fasilitas saniter dan peralatan untuk memasak. Juga, dilengkapi televisi untuk hiburan. Kepada petugas, Elisabeth menuturkan bahwa dirinya mengalami siksaan seksual dari sang ayah ketika masih berumur sebelas tahun. Beberapa tahun sebelumnya, dia pernah dicekoki narkoba, diborgol, dan dikurung di ruang bawah tanah itu. Segala perlakuan buruk sang ayah tersebut benar-benar membuat Elisabeth Trauma. Semula dia menolak menceritakan pengalamannya, menjadi budak nafsu dan disekap sang ayah. Elizabeth mau setelah ada jaminan bahwa dirinya tidak akan kembali dipertemukan dengan sang ayah. Juga, jaminan bahwa anak-anaknya akan mendapat perawatan yang baik. Elisabeth menyatakan pernah melahirkan anak kembar pada 1996. Namun, salah seorang di antaranya meninggal beberapa hari kemudian karena kurang mendapat perawatan. Untuk menghilangkan jejak, Josef membakar mayat bayi tersebut. (AP/AFP/erm/ruk) Guru Bejat Sodomi 23 Murid Pengajian Kamis 10 April 2008, Jam: 10:44:00 JAKARTA (Pos Kota) - Perbuatan satu guru ngaji ini benar-benar nista. Ia menyodomi 23 murid, dan parahnya perbuatan bejat itu dilakukan di kamar sekretariat mesjid di daerah Tambora, Jakarta Barat. Orangtua korban meminta polisi segera menangkap pelakunya. Kasus sodomi yang dilakukan oknum Yus, 27, asal Garut, Jawa Barat itu dilaporkan ke Polres Jakbar, Rabu (9/5) siang. Namun, ketika kasus tersebut diadukan ke polisi, tersangka sudah dipecat sehingga dengan leluasa bujangan itu melarikan diri. Terungkapnya aib ini setelah adanya laporan Ny. Tina,25, orang tua murid pengajian. Menurut ibu tiga anak ini, putranya Fir, 8, Minggu (6/4) mengeluh ketika buang hajat merasakan anusnya sakit. "Waktu saya desak, ternyata anak saya mengaku disodomi oleh guru ngajinya," cerita Ny. Tina kepada Pos Kota, Rabu petang di TK Mulya, Jalan Tambora, Jakbar. Rupanya pada hari Minggu itu, warga di Tambora menjadi heboh dengan tersiarnya perbuatan oknum guru ngaji tersebut. Sebab Yus yang akrab dipanggil Ucup itu ternyata sudah menyodomi puluhan muridnya. Pihak pengurus mesjid dan remaja Islam setempat memutuskan memecat Ucup. Mia, 34, pengurus dari Lembaga Perlindungan Anak Kodya Jakarta Barat, yang kebetulan warga Tambora, menyayangkan mengapa pengurus mesjid setelah memecat oknum guru ngaji itu tidak langsung diserahkan ke kantor polisi. Menurut Mia, setelah dikumpulkan semua murid pengajian di mesjid tersebut, untuk sementara korbannya tercatat 23 orang mulai usia 7tahun sampai 16 tahun. "Salah seorang dari mereka sudah dimintai visum guna pengusutan aparat berwajib," ungkap Mia seraya menunjukkan sekitar 20 anak korban pelaku terpaksa dipanggil untuk diminta kesaksiannya. http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=35972&ik=2

