Narasi yang baik..,di abad ini sungguh susah memperlakukan sesama makhluk Tuhan dengan rasa hormat,cerita keteladan kemuliaan akhlak para Nabi/Rosul hanya sebatas didengar,tanpa diteladani. Kepadamulah ya Tuhan semesta alam,kami berserah diri...
Salam > ----- Original Message ----- > From: elza taher > To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Friday, May 02, 2008 2:46 AM > Subject: [mediacare] Menyaksikan Ahmadiyah diserang > > > Di hari libur nasional ini, saya baru saja menonton reportase > hampir semua televisi tentang serangan terhadap Ahmadiyah di > Tasik, Sukabumi dan Bogor. Serangan yang direkam dengan amat > bagus oleh banyak kameramen banyak media televisi itu, jalinan > ceritanya dibuat ibarat sinetron, sehingga menarik untuk ditonton; > . > > > > Bagian pertama, dimulai dengan pernyataan bersama pemda setempat, > bersama para ulama dan pejabat dan aparat penegak hukum. Melalui > pernyataan bersama, mereka meminta pemerintah pusat membubarkan > Ahmadiyah karena sesat, menodai Islam dan meresahkan masyarakat. > Kalau tidak ada larangan mereka kuatir keresahan masyarakat itu > bisa menciptakan situasi anarkhis yang membahayakan persatuan > bangsa. Sesaat setelah pernyataan dibacakan beberapa wajah yang > diambil mukanya oleh televisi itu nampak sedih, tercenung, > prihatin seperti menanggung beban berat. Lalu muncullah iklan > rokok Gudang-Garam, kampanye mempertahankan piala Thomas-Uber dan > jamu sari rapet wangi untuk wanita. > > > > Bagian kedua, tiba tiba muncul orang berseragam putih, bersorban, > wajah wajah lugu, muka ndeso, mengamuk sambil membawa golok, > senjata tajam, tanpa alas kaki, berteriak memanggil Tuhan yang > Maha agung, menyerbu dan membakar bangunan masdjid, yang oleh > penyiarnya disebut masdjid Ahmadiyah. Lalu nampak beberapa orang > lari ketakutan, dikejar kejar dan dilempari batu oleh para > penyerbu, muncul asap memumbung tinggi, masdjid terbakar dan tak > lama kemudian hancur. Adegan paling menarik dan mengenaskan, > adalah saat orang orang dengan muka ketakutan, dilempari batu, > lari tak tentu arah, dikejar oleh massa yang marah sambil > berteriak menyebut nama Tuhan. > > > > Cara kerja para penyerbu juga sangat rapi, tertata dan terlatih > dengan baik. Penyerbuan cuma sebentar, karena masing masing sudah > tahu apa tugasnya. Setelah penyerbu pergi, ratusan polisi yang > datang terlambat, mengamankan lokasi kerusuhan, menangkap > beberapa pelaku, tapi kemudian dibebaskan atas jaminan pemda dan > ulama. Acara makin menarik tapi uhh⦠tiba tiba muncul lagi > Iklan. Kali Ini iklan capres Wiranto yang mengatakan Indonesia > perlu pemimpin kuat, yang mampu menjaga NKRI, menciptakan > ketertipan dan keamanan dan menciptakan puluhan juta lapangan > kerja dalam waktu singkat. Hebatâ¦Ini pemimpin yang dibutuhkan > saat ini. Ini janji yang sering saya dengar dari dulu, termasuk > dari presiden yang sekarang sedang enak berkuasa, janji yang telah > menghantarkannya jadi presiden, janji yang telah dilupakannya⦠> > > > Bagian ketiga, diawali oleh bangunan masdjid yang hancur, asap > yang membumbung tinggi, massa yang marah, lalu kilas balik > pembakaran puluhan masdjid Ahmadyah seluruh Indonesia sejak tiga > tahun terakhir. Rupanya sudah ratusan masdjid Ahmadiyah dibakar, > sekian jamaahnya dibunuh dan dikejar. Dan Alhamdulillah, segala > puji bagi Tuhan, bangsa ini memang cinta damai, tak satupun > pelakunya ditangkap. Lalu, aparat kepolisan bersama pemda dan > ulama, muka mereka amat lelah, membuat pernyataan bersama, > menyayangkan kerusuhan yang baru saja terjadi, yang dilakukan oleh > orang yang yang tak bertanggung-jawab dan meminta agar pemerintah > pusat segera melarang Ahmadiyah karena sesat dan meresahkan.. > > > > Sayangnya tak dijelaskan secara rinci apa yang dimaksud sesat, > siapa yang berhak menyatakan sesat dan siapa saja yang resah, > berapa prosentase orang yang resah dan sebagainya. Kalau ada > survey mengenai ini mungkin tayangan ini menjadi lebih menarik > untuk ditonton. > > > > Dalam kasus ahmadiyah ini saya kagum oleh sikap aparat dan ulama > yang sangat responsif dan saling pengertian di antara mereka. > Lugas, cepat tanggap dan mudah bekerjasama. Kalau saja mereka > melakukan hal yang sama ketika menyaksikan rakyatnya resah > karena antre minyak tanah, dipalak oleh oknum aparat, digenangi > Lumpur, dan sebagainya, mungkin keadaan bangsa takkan seburuk ini. > > > > Tiba tiba, uhh..muncul News; SBY muncul membuka sebuah acara di > istana, ia berjalan menuju panggung, hadirin yang berdasi > berdiri, tepuk tangan bergema, lalu SBY berpidato tanpa teks > berjanji mendukung langkah KPK memberantas korupsi, berjanji > mendorong supremasi hukum, berjanji menjaga NKRI, berjanji menjaga > konsitusi, dan berjanji memberikan perlakuan yang sama di depan > hukum pada semua warganegara, tanpa kecuali. Pidato yang bagus, > tanpa teks. Saya terpesona olah kata katanya yang terakhir itu; > memberikan perlakuan yang sama kepada semua warganegara tanpa > kecuali. Inilah presiden yang dibutuhkan bangsa yang sangat > mejemuk ini. Lalu, tanpa terasa acara-pun berakhir. Pembawa acara > mengakhirinya dengan satu pertanyaan; âbagaimana nasib Ahmadiyah > di Indonesia ,..simak laporan menarik kami berikutnyaâ.. Sungguh > sebuah tontonan bagus di hari libur ini. > > > > Saya tak sabar mnenunggu tontonan berikut itu. Menyaksikan masdjid > dibakar lagi, menyaksikan manusia tak berdosa mati sia-sia, > menyaksikan menunggu pernyataan bersama orang penting itu > â¦sebuah tontonan yang menarik dan menghibur, yang takkan > dijumpai di negara lain⦠> > > > Ada baiknya bapak presiden bersama bapak wakil presiden, Ketua DPR > dan yang terhormat bapak Hidayat Nurwahid, bapak MUI, FPI dan > tokoh ulama lainnya, sesekali meluangkan waktu menonton bersama > tayangan bagus itu. Presiden konon menitikkan airmata waktu > menonton ayat ayat cinta. Saya sangat ingin tahu..bagaimana reaksi > mereka bila menonton tayangan yang baru saya saksikan siang ini⦠> > > > Pondok Cabe 1 Mei 2008 > > > > > > Elza Peldi Taher > > > > > > > > > > > > ------------------------------------------------------------------------------ > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try > it now. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > >

