MUI tidak usah berpura-pura. Keluarkan saja fatwa sesat bagi mereka yang
membuat rusuh. MUI jelas juga ingin memaksakan kehendak ingin membubarkan
ahmadiyah secara paksa melalui tangan pemerintah.

Kalau MUI masih takut atau malu-malu menyatakan sesat bagi para pelaku
pemaksaan kehendak dan pembuat rusuh di Indonesia, baiklah saya postingkan
saja fatwa sesat dari Ahlusunnah. Jangan tanya ahlussunnah yang mana,
pokonya ahlussunnah hehehehe.....

Sebenarnya gampang saja, larang HTI, adili dan awasi gerakan harakah jangan
sampai membuat rusuh dengan alasan apapun (biasanya sih alasan agama),
jangan biarkan mereka memonopoli penafsiran agama. Indonesia insya Allah
akan maju dan berkembang pesat.


*Membongkar Kesesatan Hizbut Tahrir : Khilafah Islamiyyah*
Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Luqman Ba'abduh
Firqoh-Firqoh, 27 Agustus 2005, 09:50:23
Ketika kaum muslimin, terkhusus para aktivisnya, telah menjauhi dan
meninggalkan metode dan cara yang ditempuh oleh para nabi dan generasi
Salaful Ummah di dalam mengatasi problematika umat dalam upaya mewujudkan
Daulah Islamiyyah, tak pelak lagi mereka akan mengikuti ra`yu dan hawa
nafsu. Karena tidak ada lagi setelah Al-Haq yang datang dari Allah Ta'ala
dan Rasul-Nya n serta Salaful Ummah, kecuali kesesatan.
Sebagaimana firman Allah:
٠َمَاذَا بَعÙ'دَ الÙ'حَقÙ'٠إ٠لاÙ'َ
الضÙ'َلاَلÙ
"Maka apakah setelah Al Haq itu kecuali kesesatan?" (Yunus: 32)

Dengan cara yang mereka tempuh ini, justru mengantarkan umat ini kepada
kehancuran dan perpecahan, sebagaimana firman Allah Ta'ala:
وَأَنÙ'َ هَذَا ص٠رَاط٠ي م٠سÙ'تَق٠يÙ'مًا Ù
َاتÙ'َب٠ع٠وÙ'ه٠وَلاَ تَتÙ'َب٠ع٠وا السÙ'٠بÙ
لَ ٠َتَ٠َرÙ'َقَ ب٠ك٠مÙ' عَنÙ' سَب٠يÙ'ل٠هÙ
ذَل٠ك٠مÙ' وَصÙ'َاك٠مÙ' ب٠ه٠لَعَلÙ'َك٠مÙ'
تَتÙ'َق٠وÙ'نَ
"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka
ikutlah dia, dan janganlah kalian mengikuti As-Subul (jalan-jalan yang
lain), karena jalan-jalan itu menyebabkan kalian tercerai berai dari
jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah Ta'alaepadamu agar kalian
bertaqwa." (Al-An'am: 153)

Diantara cara-cara sesat yang mereka tempuh antara lain:
1. Penyelesaian problem umat melalui jalur politik dengan ikut terjun
langsung atau tidak langsung dalam panggung politik dengan berbagai macam
alasan untuk membenarkan tindakan mereka.

Diantara mereka ada yang beralasan bahwa tidak mungkin Daulah Islamiyyah
akan terwujud kecuali dengan cara merebut kekuasaan melalui jalur politik,
yaitu dengan memperbanyak perolehan suara dukungan dan kursi jabatan dalam
pemerintahan. Sehingga dengan banyaknya dukungan dan kursi di pemerintahan,
syariat Islam bisa diterapkan. Walaupun dalam pelaksanaannya, mereka rela
untuk mengadopsi dan menerapkan sistem politik Barat (kufur) yang bertolak
belakang seratus delapan puluh derajat dengan Islam.

Mereka sanggup untuk berdusta dengan menyebarkan isu-isu negatif terhadap
lawan politiknya. Bila perlu, merekapun sanggup untuk mencampakkan
prinsip-prisip Islam yang paling utama dalam rangka untuk memuluskan ambisi
mereka, baik melalui acara 'kontrak politik' atau yang semisalnya.(1) Bahkan
tidak jarang merekapun sanggup untuk berdusta atas nama Ulama Ahlus Sunnah
dengan mencuplik fatwa-fatwa para ulama tersebut dan mengaplikasikannya
tidak pada tempatnya. Cara ini lebih banyak dipraktekkan oleh kelompok
Al-Ikhwanul
Muslimun.

Sebagian kelompok lagi beralasan bahwa melalui politik ini akan bisa
direalisasikan amar ma'ruf nahi munkar kepada penguasa, yaitu dengan menekan
dan memaksa mereka menerapkan hukum syariat Islam dan meninggalkan segala
hukum selain hukum Islam.
Walaupun sepintas lalu mereka tampak 'menghindarkan diri' untuk terjun
langsung ke panggung politik demokrasi seperti halnya kelompok pertama,
namun ternyata mereka menerapkan cara-cara Khawarij di dalam melaksanakan
aktivitas politiknya. Yaitu melalui berbagai macam orasi politik yang penuh
dengan provokasi, atau dengan berbagai aksi demonstrasi dengan menggiring
anak muda-mudi sebagaimana digiringnya gerombolan kambing oleh
penggembalanya.

Kemudian mereka menamakan tindakan-tindakan tersebut sebagai tindakan kritik
dan kontrol serta koreksi terhadap penguasa, atau terkadang mereka
mengistilahkannya dengan amar ma'ruf nahi munkar. Yang ternyata tindakan
mereka tersebut justru mendatangkan kehinaan bagi kaum muslimin serta
ketidakstabilan bagi kehidupan umat Islam, baik sebagai pribadi muslim
ataupun sebagai warga negara di banyak negeri. Dengan ini, semakin pupuslah
harapan terwujudnya Daulah Islamiyyah. Cara ini lebih banyak dimainkan oleh
kelompok Hizbut Tahrir.

Maka Ahlus Sunnah menyatakan kepada mereka, baik kelompok Al-Ikhwanul
Muslimun ataupun Hizbut Tahrir serta semua pihak yang menempuh cara mereka,
tunjukkan kepada umat ini satu saja Daulah Islamiyyah yang berhasil kalian
wujudkan dengan cara yang kalian tempuh sepanjang sejarah kelompok kalian.
Di Mesir kalian telah gagal total, bahkan harus ditebus dengan dieksekusinya
tokoh-tokoh kalian di tiang gantungan atau ditembak mati, dan semakin
suramnya nasib dakwah. Di Al-Jazair pun ternyata juga pupus bahkan berakhir
dengan pertumpahan darah dan perpecahan.

Atau mungkin kalian akan menyebut Sudan, sebagai Daulah Islamiyyah yang
berhasil kalian dirikan, dimana kalian berhasil dalam Pemilu di negeri
tersebut. Namun apa yang terjadi setelah itu…? Wakil Presidennya adalah
seorang Nashrani, lebih dari 10 orang menteri di kabinet adalah Nashrani.
Atau mungkin kalian menganggap itu sebagai kesuksesan di panggung politik di
negeri Sudan, ketika kalian berhasil 'mengorbitkan' salah satu pembesar
kalian di negeri tersebut dan memegang salah satu tampuk kepemimpinan
tertinggi di negeri itu, yaitu Hasan At-Turabi. Apakah orang seperti dia
yang kalian banggakan, orang yang berakidah dan berpemikiran sesat?! Simak
salah satu ucapan dia: "Aku ingin berkata bahwa dalam lingkup daulah yang
satu dan perjanjian yang satu, boleh bagi seorang muslim â€" sebagaimana
boleh pula bagi seorang Nashraniâ€" untuk mengganti agamanya."(2)

Kami pun mengatakan kepada kelompok Hizbut Tahrir dengan pernyataan yang
sama. Bagaimana Allah akan memberikan keberhasilan kepada kalian sementara
kalian menempuh cara-cara Khawarij yang telah dikecam keras oleh Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wassalam dalam sekian banyak haditsnya?

Dimana prinsip dan dakwah kalian â€"wahai Hizbut Tahrirâ€"dibanding manhaj
yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam dalam
menyampaikan nasehat kepada penguasa, sebagaimana hadits beliau, dari
shahabat 'Iyadh bin Ghunm: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam bersabda:
مَنÙ' أَرَادَ أَنÙ' يَنÙ'صَحَ ل٠ذ٠ي سÙ
لÙ'طَان٠٠َلاَ ي٠بÙ'د٠ه٠عَلاَن٠يَØ(c)ً،
وَلَك٠نÙ' يَأÙ'Ø(R)٠ذ٠ب٠يَد٠ه٠٠َيَØ(R)Ù'ل٠و ب٠هÙ
، ٠َإ٠نÙ' قَب٠لَ م٠نÙ'ه٠٠َذَاكَ، وَإ٠لاÙ'َ
قَدÙ' أَدÙ'َى الÙ'َذ٠ي عَلَيÙ'هÙ
"Barangsiapa yang hendak menasehati seorang penguasa, maka jangan dilakukan
secara terang-terangan (di tempat umum atau terbuka dan yang semisalnya,
pent). Namun hendaknya dia sampaikan kepadanya secara pribadi, jika ia
(penguasa itu) menerima nasehat tersebut maka itulah yang diharapkan, namun
jika tidak mau menerimanya maka berarti ia telah menunaikan kewajibannya."
(HR. Ahmad, Ibnu Abi 'Ashim, Al-Baihaqi. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Imam
Al-Albani di dalam Zhilalul Jannah hadits no. 1096)

2. Jenis cara batil yang kedua adalah melalui tindakan atau gerakan
kudeta/revolusi terhadap penguasa yang sah, dengan alasan mereka telah kafir
karena tidak menerapkan hukum/syariat Islam dalam praktek kenegaraannya.
Kelompok pergerakan ini cenderung menamakan tindakan teror dan kudeta yang
mereka lakukan dengan nama jihad, yang pada hakekatnya justru tindakan
tersebut membuat kabur dan tercemarnya nama harum jihad itu sendiri. Mereka
melakukan pengeboman di tempat-tempat umum sehingga tak pelak lagi warga
sipil menjadi korban. Bahkan tak jarang di tengah-tengah mereka didapati
sebagian umat Islam yang tidak bersalah dan tidak mengerti apa-apa.
Cara-cara seperti ini lebih banyak diperankan oleh kelompok-kelompok radikal
semacam Jamaah Islamiyyah, demikian juga Usamah bin Laden â€"salah satu
tokoh Khawarij masa kiniâ€" dengan Al-Qaeda-nya beserta para pengikutnya
dari kalangan pemuda yang tidak memiliki bekal ilmu syar'i dan cenderung
melandasi sikapnya di atas emosi. Cara-cara yang mereka lakukan ini
merupakan salah satu bentuk pengaruh pemikiran-pemikiran sesat dari
tokoh-tokoh mereka, seperti:
a. Abul A'la Al-Maududi, dimana dia menyatakan: "…Mungkin telah jelas bagi
anda semua dari tulisan-tulisan dan risalah-risalah kita bahwa tujuan kita
yang paling tinggi yang kita perjuangkan adalah: MENGADAKAN GERAKAN
PENGGULINGAN KEPEMIMPINAN. Dan yang saya maksudkan dengan itu adalah untuk
membersihkan dunia ini dari kekotoran para pemimpin yang fasiq dan jahat.
Dan dengan itu kita bisa menegakkan imamah yang baik dan terbimbing. Itulah
usaha dan perjuangan yang bisa menyampaikan ke sana. Itu adalah cara yang
lebih berhasil untuk mencapai keridhaan Allah dan mengharapkan wajah-Nya
yang mulia di dunia dan akhirat." (Al-Ushusul Akhlaqiyyah lil Harakah
Al-Islamiyyah, hal. 16)

Al-Maududi juga berkata: "Kalau seseorang ingin membersihkan bumi ini dan
menukar kejahatan dengan kebaikan… tidak cukup bagi mereka hanya dengan
berdakwah mengajak manusia kepada kebaikan dan mengagungkan ketakwaan kepada
Allah serta menyuruh mereka untuk berakhlak mulia. Tapi mereka harus
mengumpulkan beberapa unsur (kekuatan) manusia yang shalih sebanyak mungkin,
kemudian dibentuk (sebagai suatu kekuatan) untuk merebut kepemimpinan dunia
dari orang-orang yang kini sedang memegangnya dan mengadakan revolusi."
(Al-Ususul Akhlaqiyah lil Harakah Al-Islamiyyah, hal. 17-18)

b. Sayyid Quthb. Pernyataan Sayyid Quthb dalam beberapa karyanya yang
mengarahkan dan menggiring umat ini untuk menyikap lingkungan dan masyarakat
serta pemerintahan muslim sebagai lingkungan, masyarakat, dan pemerintahan
yang kafir dan jahiliyah. Pemikiran ini berujung kepada tindakan kudeta dan
penggulingan kekuasaan sebagai bentuk metode penyelesaian problema umat demi
terwujudnya Khilafah Islamiyyah.
Metode berpikir seperti tersebut di atas disuarakan pula oleh tokoh-tokoh
mereka yang lainnya seperti Sa'id Hawwa, Abdullah 'Azzam, Salman Al-'Audah,
DR. Safar Al-Hawali, dan lain-lain.(3)

Buku-buku dan karya-karya mereka telah tersebar luas di negeri ini, yang
cukup punya andil besar dalam menggiring para pemuda khususnya untuk
berpemikiran radikal serta memilih cara-cara kekerasan untuk mengatasi
problematika umat ini dan menggapai angan yang mereka canangkan. Maka wajib
bagi semua pihak dari kalangan muslimin untuk berhati-hati dan tidak
mengkonsumsi buku fitnah karya tokoh-tokoh Khawarij.

Demikian juga buku-buku kelompok Syi'ah Rafidhah yang juga syarat dengan
berbagai provokasi kepada umat ini untuk melakukan berbagai aksi dan
tindakan teror terhadap penguasa. Mudah-mudahan Allah Ta'ala memberikan
taufiq-Nya kepada pemerintah kita agar mereka bisa mencegah peredaran
buku-buku sesat dan menyesatkan tersebut di tengah-tengah umat, demi
terwujudnya stabilitas keamanan umat Islam di negeri ini.

Khilafah Islamiyyah bukan Tujuan Utama Dakwah para Nabi
Dari penjelasan-penjelasan di atas jelas bagi kita, bahwa banyak dari
kalangan aktivis pergerakan-pergerakan Islam yang menyatakan bahwa
permasalahan Daulah Islamiyyah merupakan permasalahan yang penting, bahkan
terpenting dalam masalah agama dan kehidupan.

Dari situ muncul beberapa pertanyaan besar yang harus diketahui jawabannya
oleh setiap muslim, yaitu: Apakah penegakan Daulah Islamiyyah adalah fardhu
'ain (kewajiban atas setiap pribadi muslim) yang harus dipusatkan atau
dikosentrasikan pikiran, waktu, dan tenaga umat ini untuk mewujudkannya?
Kemudian: Benarkah bahwa tujuan utama dakwah para nabi adalah penegakan
Daulah Islamiyyah?

Maka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, mari kita simak
penjelasan para ulama besar Islam berikut ini.
Al-Imam Abul Hasan Al-Mawardi berkata di dalam kitabnya Al-Ahkam
As-Sulthaniyah: "…Jika telah pasti tentang wajibnya (penegakan) Al-Imamah
(kepemerintahan/kepemimpinan) maka tingkat kewajibannya adalah fardhu
kifayah, seperti kewajiban jihad dan menuntut ilmu." Sebelumnya beliau juga
berkata: "Al-Imamah ditegakkan sebagai sarana untuk melanjutkan khilafatun
nubuwwah dalam rangka menjaga agama dan pengaturan urusan dunia yang
penegakannya adalah wajib secara ijma', bagi pihak yang berwenang dalam
urusan tersebut." (Al-Ahkam As-Sulthaniyah, hal. 5-6)

Imamul Haramain menyatakan bahwa permasalahan Al-Imamah merupakan jenis
permasalahan furu'. (Al-Ahkam As-Sulthaniyah, hal. 5-6)

Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali berkata: "Maka anda melihat pernyataan
mereka (para ulama) tentang permasalahan Al-Imamah bahwasanya ia tergolong
permasalahan furu', tidak lebih sebatas wasilah (sarana) yang berfungsi
sebagai pelindung terhadap agama dan politik (di) dunia, yang dalil tentang
kewajibannya masih diperselisihkan apakah dalil 'aqli ataukah dalil
syar'i…. Bagaimanapun, jenis permasalahan yang seperti ini kondisinya,
yang masih diperselisihkan tentang posisi dalil yang mewajibkannya,
bagaimana mungkin bisa dikatakan bahwa masalah Al-Imamah ini merupakan
puncak tujuan agama yang paling hakiki?"

Demikian jawaban dari pertanyaan pertama. Adapun jawaban untuk pertanyaan
kedua, mari kita simak penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah
:
"Sesungguhnya pihak-pihak yang berpendapat bahwa permasalahan Al-Imamah
merupakan satu tuntutan yang paling penting dalam hukum Islam dan merupakan
permasalahan umat yang paling utama (mulia) adalah suatu kedustaan
berdasarkan ijma' (kesepakatan) kaum muslimin, baik dari kalangan Ahlus
Sunnah maupun dari kalangan Syi'ah (itu sendiri). Bahkan pendapat tersebut
terkategorikan sebagai suatu kekufuran, sebab masalah iman kepada Allah dan
Rasul-Nya adalah perma-salahan yang jauh lebih penting daripada
perma-salahan Al-Imamah. Hal ini merupakan permasalahan yang diketahui
secara pasti dalam dienul Islam." (Minhajus Sunnah An-Nabawiyah, 1/16)
Kemudian beliau melanjutkan:
"…Kalau (seandainya) demikian (yakni kalau seandainya Al-Imamah merupakan
tujuan utama dakwah para nabi, pent), maka (mestinya) wajib atas Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wassalam untuk menjelaskan (hal ini) kepada umatnya
sepeninggal beliau, sebagaimana beliau telah menjelaskan kepada umat ini
tentang permasalahan shalat, shaum (puasa), zakat, haji, dan telah
menentukan perkara iman dan tauhid kepada Allah Ta'ala serta iman pada hari
akhir. Dan suatu hal yang diketahui bahwa penjelasan tentang Al-Imamah di
dalam Al Qur`an dan As Sunnah tidak seperti penjelasan tentang
perkara-perkara ushul (prinsip) tersebut… Dan juga tentunya Diantara
perkara yang diketahui bahwa suatu tuntutan terpenting dalam agama ini, maka
penjelasannya di dalam Al Qur`an akan jauh lebih besar dibandingkan
masalah-masalah lain. Demikian juga penjelasan Rasulullah Shallallahu
'alaihi wassalam terntang permasalahan (Al-Imamah) tersebut akan lebih
diutamakan dibandingkan permasalahan-permasalahan lainnya. Sementara Al
Qur`an dipenuhi dengan penyebutan (dalil-dalil) tentang tauhid kepada Allah
Ta'ala, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta tanda-tanda kebesaran-Nya,
tentang (iman) kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab suci-Nya, para
rasul-Nya, dan hari akhir. Dan tentang kisah-kisah (umat terdahulu), tentang
perintah dan larangan, hukum-hukum had dan warisan. Sangat berbeda sekali
dengan permasalahan Al-Imamah. Bagaimana mungkin Al Qur`an akan dipenuhi
dengan selain permasalahan-permasalahan yang penting dan mulia?" (Minhajus
Sunnah An-Nabawiyah, 1/16)

Setelah kita membaca penjelasan ilmiah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di atas,
lalu coba kita bandingkan dengan ucapan Al-Maududi, yang menyatakan bahwa:
1. Permasalahan Al-Imamah adalah inti permasalahan dalam kehidupan
kemanusiaan dan merupakan pokok dasar dan paling mendasar.
2. Puncak tujuan agama yang paling hakiki adalah penegakan struktur
Al-Imamah (kepemerintahan) yang shalihah dan rasyidah.
3. (Permasalahan Al-Imamah) adalah tujuan utama tugas para nabi.

Menanggapi hal itu, Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah
berkata: "Sesungguhnya permasalahan yang terpenting adalah permasalahan yang
dibawa oleh seluruh para nabi â€"alaihimush shalatu was salaam- yaitu
permasalahan tauhid dan iman, sebagaimana telah Allah simpulkan dalam
firman-Nya:
وَلَقَدÙ' بَعَثÙ'نَا ٠٠يÙ' ك٠لÙ'٠أ٠مÙ'َØ(c)٠رَسÙ
وÙ'لاً أَن٠اعÙ'ب٠د٠وا اللهَ وَاجÙ'تَن٠ب٠وا
الطÙ'َاغ٠وÙ'تَ
"Dan sesungguhnya telah Kami utus pada tiap-tiap umat seorang rasul (dengan
tugas menyeru) beribadahlah kalian kepada Allah (saja) dan jauhilah oleh
kalian thagut." (An-Nahl: 36)

وَمَا أَرÙ'سَلÙ'نَا م٠نÙ' قَبÙ'ل٠كَ م٠نÙ' رَسÙ
وÙ'ل٠إ٠لاÙ'َ ن٠وÙ'ح٠ي إ٠لَيÙ'ه٠أَنÙ'َه٠لاَ Ø¥Ù
لَهَ إ٠لاÙ'َ أَنَا ٠َاعÙ'ب٠د٠وÙ'نÙ
"Tidaklah Kami utus sebelummu seorang rasul-pun kecuali pasti kami wahyukan
kepadanya: Sesungguhnya tidak ada yang berhak untuk diibadahi kecuali Aku,
maka beribadahlah kalian semuanya (hanya) kepada-Ku." (Al-Anbiya`: 25)

وَلَقَدÙ' أ٠وÙ'حَي إ٠لَيÙ'كَ وَإ٠لَى الÙ'َذÙ
يÙ'نَ م٠نÙ' قَبÙ'ل٠كَ لَئ٠نÙ' أَشÙ'رَكÙ'تَ
لَيَحÙ'بَطَنÙ'َ عَمَل٠كَ وَلَتَك٠وÙ'نَنÙ'َ
م٠نَ الÙ'Ø(R)َاس٠ر٠يÙ'نَ
"Sungguh telah kami wahyukan kepadamu dan kepada (para nabi) yang sebelummu
(bahwa) jika engkau berbuat syirik niscaya akan batal seluruh amalanmu dan
niscaya engkau akan termasuk orang-orang yang merugi." (Az-Zumar: 65)

Inilah permasalahan yang terpenting yang karenanya terjadi permusuhan antara
para nabi dengan umat mereka, dan karenanya ditenggelamkan pihak-pihak yang
telah ditenggelamkan… Dan sesungguhnya puncak tujuan agama yang paling
hakiki dan tujuan penciptaan jin dan manusia, serta tujuan diutusnya para
Rasul, dan diturunkannya kitab-kitab suci adalah peribadatan kepada Allah
(tauhid), serta pemurnian agama hanya untuk-Nya… Sebagaimana firman Allah:
وَمَا Ø(R)َلَقÙ'ت٠الÙ'ج٠نÙ'َ وَاÙ'لإ٠نÙ'سَ Ø¥Ù
لاÙ'َ ل٠يَعÙ'ب٠د٠يÙ'نÙ
"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah
kepada-Ku." (Adz-Dzariyat: 56)

الر، ك٠تَابٌ Ø£Ù Ø­Ù'ك٠مَتÙ' آيَات٠ه٠ث٠مÙ'َ Ù Ù
صÙ'٠لَتÙ' م٠نÙ' لَد٠نÙ' حَك٠يÙ'م٠Ø(R)َب٠يÙ'ر٠.
أَلاÙ'َ تَعÙ'ب٠د٠وا إ٠لاÙ'َ اللهَ إ٠نÙ'َن٠ي
لَك٠مÙ' م٠نÙ'ه٠نَذ٠يÙ'رٌ وَبَش٠يÙ'رٌ
"Aliif Laam Raa. (Inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi
serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang
Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. Agar kalian tidak beribadah kecuali kepada
Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa
kabar gembira kepadamu daripada-Nya." (Hud: 1-2)

Demikian tulisan ini kami sajikan sebagai bentuk nasehat bagi seluruh kaum
muslimin. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua.
Wallahu a'lam bish-shawab.

Footnote :
1. Untuk lebih jelasnya tentang berbagai sepak terjang mereka yang
menyimpang dalam politik, pembaca bisa membaca kitab Madarikun Nazhar fi
As-Siyasah karya Asy-Syaikh Abdul Malik Ramadhani; dan kitab Tanwiiruzh
Zhulumat bi Kasyfi Mafasidi wa Syubuhati Al-Intikhabaat oleh Asy-Syaikh Abu
Nashr Muhammad bin Abdullah Al-Imam.
2. Ucapan ini dinyatakan di Universitas Khurthum, seperti dinukil oleh Ahmad
bin Malik dalam Ash-Sharimul Maslul fi Raddi 'ala At-Turabi Syaatimir Rasul,
hal 12.
3. Tiga tokoh terakhir ini yang banyak berpengaruh dan sangat dikagumi oleh
seorang teroris muda berasal dari Indonesia, bernama Imam Samudra.

(Dikutip dari majalah Asy Syariah, Vol. II/No. 17/1426 H/2005, judul asli
"Cara-Cara Batil Menegakkan Daulah Islamiyah, karya Al-Ustadz Abu Abdillah
Luqman Ba'abduh, url
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=289)


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke