>
>====
>MUI Bertanggungjawab Atas Kekerasan Pada Ahmadiyah
>
>
>Rabu, 7 Mei 2008 - 18:26 wib
>
>
>
>
>
>Anggi Kusumadewi - Okezone
>
>
>
>JAKARTA - Sejumlah kiai yang bertemu dengan Ketua DPR Agung Laksono 
>menyayangkan fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI)  tentang 
>pelarangan aliran Ahmadiyah.
>
>"MUI merupakan pihak yang paling bertanggungjawab,  atas terjadinya 
>kekerasan di grass root terhadap Ahmadiyah," kata Kiai Imam Ghazali Said 
>usai bertemu dengan Agung Laksono di Gedung DPR,  Jalan Gatot Subroto, 
>Jakarta, Rabu (7/5/2008).
>
>Kiai Imam mengingatkan, bahwa MUI bukan representasi seluruh komunitas 
>keulamaan. Fatwa itu sifatnya tidak mengikat dan umat bisa mencari fatwa 
>lainnnya.
>
>"Kalau memang konsisten pada fatwa MUI dengan mengeluarkan Ahmadiyah dari 
>Islam. Maka KTP umat Ahmadiyah harus diubah menjadi agamanya sediri dan 
>jangan mengklaim 85 persen populasi Indonesia adalah Islam. Karena sudah 
>dikurangi dengan Ahmadiyah," tuturnya.
>
>Ahmadiyah sudah ada di Indonesia sejak 1920. Sejak itu muslim mayoritas 
>sudah melakukan dioalog dengan Ahmadiyah. Bahkan orang Ahmadiyah ada yang 
>menjadi aktivis Masyumi dan saat itu masyarakat tidak meributkan.
>
>"Tapi, kalau SKB sampai turun, maka diharapkan agar SKB tersebut untuk 
>melindungi Ahmadiyah," tandasnya.(hri)
>
>=========
>
>Prihatin Ahmadiyah, Kiai-Kiai Temui Ketua DPR
>
>Rabu, 7 Mei 2008 - 17:58 wib
>
>
>
>
>
>Anggi Kusumadewi - Okezone
>
>
>
>
>JAKARTA - Sejumlah kiai yang berasal dari Jabar, Jateng, Jatim dan 
>beberapa provinsi lainnya pada pukul 04.00 WIB mendatangi Ketua DPR Agung 
>Laksono untuk menyampaikan keprihatinan atas kekerasan terhadap Ahmadiyah 
>yang semakin menjadi.
>
>""Tujuan tertinggi agama Islam adalah kemanusiaan. Kalau kemanusiaan 
>sampai terusik, beberarti negara tidak bisa melindungi rakyatnya sendiri," 
>kata seorang kiai dari sebuah pondok pesantren di Surabaya Imam Ghazali 
>Said usai bertemu dengan Agung Laksono di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, 
>Jakarta, Rabu (7/5/2008).
>
>Problem masing-masing agama, menurut Kiai Imam, hendaknya diselesaikan 
>secara internal oleh agama tersebut. "Pemerintah sebaiknya hanya menjadi 
>pengawas dan pengayom," sarannya.
>
>Kiai Imam memaparkan, Ahmadiyah sudah ada di Indonesia sejak 1920. Sejak 
>itu muslim mayoritas sudah melakukan dialog dengan Ahmadiyah.
>
>"Bahkan orang Ahmadiyah ada yang menjadi aktivis Masyumi dan saat itu 
>masyarakat tidak meributkan," tutupnya.(hri)
>



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke