http://www.ranesi.nl/arsipaktua/indonesia060905/sby_bimbang_skb080507
<http://www.ranesi.nl/arsipaktua/indonesia060905/sby_bimbang_skb080507>
SBY Bimbang, SKB 'Ngambang'
Laporan Aboeprijadi Santoso dari Jakarta

07-05-2008
  Laporan Aboeprijadi Santoso mengenai demo pro Ahmadiyah 
<http://download.omroep.nl/rnw/smac/cms/tossi_demo_pro_ahmadiyah_2008050\
7_44_1kHz.mp3>


SKB atau Surat Keputusan Bersama Mendagri, Kejagung dan Menteri Agama
soal Ahmadiyah tidak akan dikeluarkan dalam waktu dekat, demikian Adnan
Buyung Nasution, atas nama Dewan Penasehat Kepresidenan Wankimpres.
Ganjalnya, menurut Buyung, perlukah pemerintah mencampuri keyakinan
orang? Sebelumnya, Jaksa Agung Hendarman Supanji sudah memastikan SKB
keluar pekan ini. Elite negara bertikai, sementara dua ormas Muslim
terbesar tidak mendukung SKB. Dan di ibukota dan di Yogyakarta demo
besar mengingatkan: "Selamatkan Ahmadiyah, Selamatkan Bangsa". Presiden
dapat dituduh "inkonstitusional" dan terancam pemakzulan jika
menyepakati SKB.

  [ABS_Demo-Tolak-SKB-Ahmadiya.jpg] Demo: "Oleh karena itu, Bapak
Presiden yang terhormat. Saya beritahu dari atas nama hukum bahwa SKB
itu gelap. Tidak ada landasan hukumnya. Anda akan dicatat kepemimpinan
Anda adalah pelanggar hukum yang berat. Oleh karena itu saudara-saudara
kalau coba-coba SKB dilakukan, jangankan sepuluh hari, jangankan satu
hari, detik itu juga akan kita gugat ke pengadilan."

Hak hidup dan keberadaan Ahmadiyah
Demo besar yang diikuti berbagai aktivis minoritas di Indonesia itu pada
intinya menunjuk bahwa SKB yang dikeluarkan Bakor Pakem menjebak bangsa
ini di ujung tanduk. "Save Ahmadiyah, Save Our Nation", seru
kelompok-kelompok perempuan Muslim, kelompok Tionghoa, kelompok
kepercayaan, sejumlah jaksa bertoga hitam dan ratusan aktivis dari
berbagai bidang. Mereka bernyanyi mengutip kata-kata dan ayat-ayat dari
berbagai agama. Aktivis HAM Yeni Rosa Damayanti, Nong Darol Mahmada dari
Islam Liberal, dan aktivis Muslim perempuan Profesor Sri Musdah Mulia
menuntut Bakor Pakem dibubarkan karena dianggap mengancam keberadan dan
persatuan bangsa.

Kelompok-kelompok Islam garis keras seperti Front Pembela Islam FPI,
Hizbut Tahrir Indonesia HTI dan Forum Umat Islam FUI, yaitu forum yang
mempersatukan HTI dengan Partai Keadilan Sejahtera PKS, menjadi
bulan-bulanan. "Preman-preman berjubah putih," istilah Syafii Maarif
bagi kelompok-kelompok radikal itu, menjadi populer.

Dan Sri Musdah Mulia dengan tegas mengajak khalayak menolak Arabisasi
Islam di Indonesia. Demo ini sebenarnya tidak membela Ahmadiyah,
melainkan membela hak hidup dan keberadaannya.

  [ABS-Demo-Tolak-SKB-Ahmadiya.jpg] Wajah Islam-politik Indonesia
Pekan-pekan belakangan menunjukkan betapa majemuk, unik, dan ganjil
wajah Islam-politik di Indonesia.

Gus Dur, rohnya dan anak buahnya hadir di demonstrasi, tapi dia sendiri
bertandang ke Israel, menghadiri perayaan ulang tahun negara yang
dimusuhi oleh kaum radikal di tanah airnya. Sebelum bertolak, dia
mengumumkan siap membela Ahmadiyah di pengadilan.

Pada saat yang sama, kalangan Muslim progresif di ibukota baru-baru ini
menyambut tamu terkenal, yaitu Muslimah dan lesbian Kanada asal Uganda,
Irshad Manji
<http://www.ranesi.nl/tema/masyarakat/pemikir_muslim061020/irsahd_manji_\
moslim061017> , yang menyerukan ijtihad yang amat kritis terhadap Islam,
dan menolak Arabisasi Islam. Sementara sambutan publik terhadap film
"Ayat Ayat Cinta" menunjukkan betapa semua itu aliran itu, yang moderat
dan radikal, dapat bersatu memuji film itu.

Namun, pada saat yang sama juga, seruan Bakor Pakem agar Ahmadiyah
menghentikan kegiatannya, telah mendorong kaum radikal mengintimidasi
Ahmadiyah. Seruan "bunuh" oleh tokoh FPI beredar di YouTube, dan menjadi
pembicaraan media. Kemudian pembakaran sebuah masjid Ahmadiyah terjadi
di Sukabumi.

Jadi, seperti apa sebenarnya watak Islam dan Islam-politik Indonesia
yang menjadi kebanggaan bangsa, karena dianggap terbesar di dunia dan
moderat itu? Islam-politik yang easy going atau santai, seperti dikenal
sampai tahun 1960an, atau Islam-politik yang setengah santai tapi
mendambakan puritanisme atau kemurnian yang dianjurkan oleh para
penentang Ahmadiyah?

NU dan Muhammadiyah
Politik luar negeri Indonesia sekarang bertumpu pada sendi kebanggaan
tadi. Tapi pada saat yang sama ada arus utama yang seolah-olah
membiarkan persekusi terhadap arus yang kecil.

Dua ormas Muslim terbesar, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, menjadi
simbol sekaligus bukti kemoderatan. Mereka tidak mendukung SKB, tetapi
kebanyakan politisi Muslim cenderung mengimbau kesabaran dan menolak
kekerasan terhadap Ahmadiyah, tanpa mempertanyakan keabsahan Bakor Pakem
dan usulan SKBnya. Keragu-raguan arus utama ini juga tampak dari Milad,
yaitu pesta hari ulang tahun PKS baru-baru ini, yang dihadiri, jadi,
diperhitungkan, oleh semua calon Capres 2009.

  [ABS_-Demo-Tolak-SKB-Ahmadiy.jpg] Dengan kata lain, meskipun hanya
kelompok radikal yang menghujat dan memburu Ahmadiyah, namun arus utama
Islam, termasuk juga sebagian NU yang menyebut diri "muslim
konstitusional," masih segan, dan sungkan, untuk menegaskan watak
sekuler dari negara yang tidak sepantasnya mencampuri keyakinan
warganya.

Walhasil, isu Ahmadiyah menunjukkan, pada akhirnya, nilai-nilai dan
penghayatan religius menjadi primat, yaitu ihwal paling utama, di atas
demokrasi.

Dengan demikian, penyikapan soal Ahmadiyah harus mengkualifikasi
demokrasinya Indonesia. Pertikaian elite soal Ahmadiyah menjadi catatan
penting seberapa kuat demokrasi di negara yang katanya salah satu paling
demokratis di Asia ini.

Namun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih
menunda-nunda, ketimbang menegaskan sikap.

Demo: "Indonesia siapa yang punya. Yang punya kita semua."



Kata Kunci: Adnan Buyung Nasution
<http://www.ranesi.nl/articlesbytag?tag=Adnan+Buyung+Nasution> ,
Ahmadiyah <http://www.ranesi.nl/articlesbytag?tag=Ahmadiyah> , Gus Dur
<http://www.ranesi.nl/articlesbytag?tag=Gus+Dur> , Irshad Manji
<http://www.ranesi.nl/articlesbytag?tag=Irshad+Manji> , Muhammadiyah
<http://www.ranesi.nl/articlesbytag?tag=Muhammadiyah> , NU
<http://www.ranesi.nl/articlesbytag?tag=NU> , SBY
<http://www.ranesi.nl/articlesbytag?tag=SBY> , SKB
<http://www.ranesi.nl/articlesbytag?tag=SKB>



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke