Tomoe adalah simbol kuno berbentuk koma.
Ada suatu lambang tradisional yang terdiri atas dua tomoe -- hitam dan putih -- yang bergabung membentuk lingkaran sempurna. Lambang itu menggambarkan suatu cita2 akan tubuh dan pikiran yang sama2 berkembang secara seimbang dan dalam keselarasan yang sempurna. Ketika tidak perlu terlalu menekankan pada kata2 tertulis, yang cenderung menyempitkan persepsi indrawi terhadap alam, bahkan terkadang yang menghilangkan kepekaan intuitif akan suara Tuhan yang pelan dan menenangkan, yaitu inspirasi. Biarlah kita mengembangkan kepribadian secara alamiah. Bukan punya mata, tapi tidak melihat keindahan; Bukan punya telinga, tapi tidak mendengar musik; Bukan punya pikiran, tapi tidak memahami kebenaran; Bukan punya hati, tapi hati itu tak pernah tergerak dan karena itu tidak pernah terbakar. Itulah hal2 yang harus lebih ditakuti.

