Sebetulnya hingga harga minyak Internasional menembus angka US$ 200/barrel pun Indonesia tetap untung. Jadi istilah subsidi BBM itu benar2 penipuan.
Kenapa? Itu benar kalau Indonesia 100% mengimpor minyak. Tapi Indonesia memproduksi sendiri minyak 1 juta bph. Kebutuhan 1,2 juta bph. Dan impor 0,2 juta bph (ini kalau ekspor dan impor aneh ditiadakan karena Indonesia mengekspor 500 ribu bph meski kekurangan). Dengan biaya perolehan minyak dalam negeri US$ 15/barrel dan harga minyak Internasional US$ 200/barrel hingga total biaya untuk bbm impor US$ 215/barrel sementara harga jual sekarang Rp 4.500/liter (US$ 78/barrel) maka Indonesia tetap untuk sekitar US$ 35 juta per hari. Ini matematika sederhana (untung dulu Matematika pernah dapat 9...:). Silahkan download spreadsheetnya di: http://www.mediafire.com/?4gdbwgez1gd Lihat di: http://infoindonesia.wordpress.com/2008/05/08/perbandingan-harga-bensin-di-seluruh-dunia/ AS dan Cina adalah importer minyak terbesar dan ketiga di dunia. Tapi harga minyak di AS cuma Rp 8.464 sementara Cina Rp 5.888 (http://worldnews.about.com/od/oilnaturalgas/tp/oil_imports.htm). Padahal penduduk kedua negara lebih besar dari Indonesia dan pendapatan per kapita penduduk AS jauh lebih besar dari Indonesia. Indonesia meski premium cuma Rp 4.500 (yang akan dinaikkan jadi Rp 6.000/liter) namun harga Pertamax mencapai Rp 8.700/liter. Jadi Indonesia ini benar-benar mengikuti kemauan spekulan pasar/kaum Neoliberalis. Kalau di surat Al Ma'uun orang yang tak menyantuni fakir miskin sebagai pendusta agama, maka para penipu yang menyengsarakan rakyat dengan harga BBM yang tinggi sehingga tarif bis, mikrolet (yang digunakan rakyat kecil) serta angkutan pangan naik lebih dari pendusta agama. Hendaknya kita tidak tertipu dengan tipuan keji yang menyengsarakan rakyat. === Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau http://syiarislam.wordpress.com --- On Thu, 5/8/08, fade2blac <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: fade2blac <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [mifta-perjuangan] OOT Perbandingan Harga Bensin di Seluruh Dunia To: [EMAIL PROTECTED] Date: Thursday, May 8, 2008, 10:51 AM On Thu, May 08, 2008 at 03:04:47AM -0700, ismail hamzah wrote: > sedikit sharing aja, menurut saya bukan di naikan, tapi biaya subsidi nya di > kurangi. > > yep, our goverment memang sangat boros sekali dalam mengurus negara, tapi > saat ini dibutuhkan solusi yang cepat. > > jika pemerintah tetap "memaksakan" untuk mensubsidi BBM, Indonesia akan > bangkrut (untuk saat ini). > Tentang subsidi: misal, harga bensin di luar negeri, Rp. 10.000,- per liter. Pemerintah menghasilkan 100 liter per hari misalnya. Jika dijual keluar, maka pemerintah dapat Rp 1.000.000,-. Cuma karena kebutuhan dalam negri 60 liter perhari, dengan harga Rp 4.500,- per liter, maka pemerintah rugi 60xRp 5.500,- (selisih harga minyak mentah dunia, dikurangi harga minyak lokal). Jadi pemerintah membahasakannya: Pemerintah mensubsidi Rp 330.000,- gara-gara 60 liternya dijual lebih murah di dalam negeri. Mudah-mudahan ketangkep penjelasannya. ---- Berikut cuplikan pendapat Kwik kian gie, 4 tahun lalu: MINYAK mentah yang ada di bawah permukaan bumi disedot sampai ke atas permukaan bumi. Untuk itu ada biayanya, yaitu Rp X per liter. Minyak mentah yang sudah ada di atas permukaan bumi diproses sampai menjadi bensin. Biayanya Rp Y per liter. Bensin itu harus diangkut ke pompa-pompa bensin. Biayanya Rp Z per liter. Rp X + Rp Y + Rp Z = 10 dollar AS per barrel. Satu barrel sama dengan 159 liter. Kalau nilai tukar rupiah satu dollar AS sama dengan Rp 8.600, maka keseluruhan biaya untuk 1 liter adalah (10 x Rp 8.600) : 159 = Rp 540,88, dibulatkan menjadi Rp 540 per liter. Seperti kita ketahui, bensin premium dijual dengan harga Rp 1.810 per liter. Jadi, untuk setiap penjualan satu liter bensin premium, pemerintah kelebihan uang sebanyak Rp 1.270, yaitu kemasukan uang dari menjual bensin sebanyak Rp 1.810 per liternya dikurangi dengan pengeluaran uang sebanyak Rp 540 itu tadi. Ditinjau dari sudut keluar masuknya uang, pemerintah kelebihan uang tunai. Mengapa dikatakan pemerintah memberi subsidi ? emerintah merasa memberi subsidi kepada rakyat yang membeli bensin premium karena seandainya bensin premium itu dijual di luar negeri, saat ini harganya 50 dollar AS per barrel. Dengan kurs yang sama, yaitu Rp 8.600 per dollar AS, harga minyak mentah di luar negeri per barrel sebesar 50 x Rp 8.600 = Rp 430.000. Per liternya dibagi 159 atau sama dengan Rp 2.704,4, dibulatkan menjadi Rp 2.700. Ini harga minyak mentah di luar negeri. Kalau dijadikan bensin, ditambah dengan tiga biaya itu tadi, yakni biaya penyedotan, pengilangan, dan transportasi yang keseluruhannya berjumlah Rp 540 per liter, maka harga bensin di luar negeri Rp 2.700 + Rp 540 = Rp 3.240 per liter. Selisih harga bensin di luar negeri yang Rp 3.240 per liter dengan harga bensin di Indonesia yang Rp 1.810 per liter ini, atau Rp 1.430 per liternya, ini disebut subsidi. Pemerintah merasa memberi subsidi karena tidak bisa menjual bensin dengan harga dunia, gara-gara adanya kewajiban memenuhi kebutuhan rakyatnya akan bensin premium dengan harga yang rendah, yaitu hanya Rp 1.810 per liternya. Pemerintah jengkel, merasa sial benar tidak dapat menjual bensinnya di luar negeri dengan harga Rp 3.240 per liter. Seandainya tidak perlu menjual kepada rakyatnya sendiri dengan harga Rp 1.810, pemerintah akan memperoleh tambahan pendapatan sebesar selisihnya yang disebut "subsidi" itu tadi sebesar Rp 3.240 - Rp 1.810 atau Rp 1.430 per liternya. Bayangkan, berapa kesempatan yang hilang. Ya, kesempatan itulah yang hilang, bukan uang tunai. Jadi, jelas kiranya, yang dinamakan subsidi itu pengertian abstrak yang sama sekali tidak berimplikasi adanya uang keluar. Dalam kenyataan pemerintah mendapatkan kelebihan uang. Hanya, kelebihannya tidak sebesar seandainya rakyat Indonesia diharuskan membeli bensin produksi dalam negeri dengan harga dunia. -- fade2blac ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

