Membaca ini, saya jadi ingat, bahwa saya pernah menulis sesuatu tentang hal yang sama, pada salah satu milling list.
Disitu saya usulkan agar para wakil rakyat (anggota DPR, DPRD dan mungkin pejabat2 di PEMDA) memberikan contoh PENGHEMATAN dengan cara DITARIK MOBIL DINASNYA, dan diharuskan menggunakan KENDARAAN UMUM untuk berdinas. Dengan demikian, rakyat yang diwakilinya juga akan malu seliweran pakai mobil pribadi, dimulai dari para pengusaha yang harus datang menghadap mereka dikantornya, yang selama ini memenuhi ruang parkir dikantor2 itu. Disamping itu, karena harus naik kendaraan umum, para pejabat tadi jadi tahu betapa sulit, nggak enak dan bahayanya naik-kendaraan-umum, sehingga dalam jabatannya mereka Insya Allah akan mulai berpikir menciptakan peraturan2 dan sebagainya yang pada gilirannya akan merubah kondisi itu menjadi seperti di negara2 maju (yang pernah dikunjkunginya dalam rangka STUDY BANDING itu). Jihad, wahai YANG MULIA. -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Satrio Arismunandar Sent: 13 Mei 2008 22:40 Essay KENAIKAN HARGA BBM DAN SEMANGAT JIHAD Oleh Satrio Arismunandar Apa hubungan antara wacana kenaikan harga BBM dengan semangat jihad? Hubungan ini mungkin terkesan diada-adakan. Namun, saya akan mencoba mengaitkannya denga sebuah cerita, yang konon benar-benar pernah terjadi dalam sejarah kekhalifahan Islam. Khalifah pun bertanya, Hei, Abdullah! Mengapa kamu tidak mendukung rencana pemerintah? Padahal rencana ini sangat baik, demi untuk menyelamatkan kekhalifahan dan agama? ............................................................................ Saya percaya, rakyat pasti ikhlas dan bersedia menyumbangkan harta benda dan milik mereka yang berharga, untuk keselamatan negara dan agama. Tetapi, sebelum kita neminta rakyat berkorban, adalah lebih baik jika paduka, para menteri, para pejabat, dan semua yang lebih mampu dan berkecukupan ini memberi contoh, dengan pengorbanan lebih dulu. ............................................................................ Nah, kembali ke konteks Indonesia dan wacana kenaikan harga BBM. Saya bertanya: Sumbangan dan pengorbanan apakah yang sudah diberikan presiden, para menteri, para pejabat tinggi, anggota DPR, konglomerat dan pengusaha yang dekat dengan istana, para pengemplang dana BLBI, pejabat Pertamina dan BUMN lain yang bertaburan fasilitas, sebelum dengan mudahnya pemerintah meminta rakyat berkorban? Jakarta, 13 Mei 2008 Satrio Arismunandar

