- Jadi yang berani menghadapi asing cuma front ente saja bos? Ente superman apa suparman? Jalur legal (parpol dan elit politik) yang menolak pasti jelek?
- Kalau ingin memakmurkan rakyat, masa import minyak malah kena pajak 35%? Semangat sih semangat, tapi jangan ngaco gitu donk bos.. CMIIW.. Wassalam, Irwan.K 2008/5/15 Jopi Peranginangin <[EMAIL PROTECTED]>: > > > FRONT PEMBEBASAN NASIONAL > > (ABM, PRP, SMI, PPRM, WALHI, FBTN, PEREMPUAN MAHARDIKA, KPA > > SERIKAT PENGAMEN INDONESIA,IGJ, LBH JAKARTA, JGM, KORBAN, ARM, PRAXIS, > IKOHI) > > Sekber : Jl.Pori Raya No 06 Rt 009/Rw 010, Pisangan Timur, Jakarta Timur > > Telp/Fax : 021 4757881, Email : [EMAIL > PROTECTED]<front.pembebasan.nasional%40gmail.com> > > ============================================================== > > AYO BERSATU... > > LAKUKAN AKSI-AKSI MASSA SETIAP HARI > > 21 MEI DAN 1 JUNI : KEPUNG DAN DUDUKI ISTANA > > Gagalkan Rencana Kenaikan Harga BBM.!!! > > Genderang perlawanan rakyat Indonesia, melawan rencana kenaikan harga BBM > telah dibunyikan; Mahasiswa, kaum miskin kota, kaum buruh, kaum tani dan > perempuan di seluruh penjuru Indonesia, setiap hari melakukan aksi-aksi, dan > terus membesar dan menyatu dari hari ke hari. Ini menunjukan, bahwa tingkat > kesejahteraan rakyat sudah dalam batas yang paling rendah, sehingga kenaikan > harga BBM sebesar 30 %, tidak akan lagi sanggup di tanggung oleh rakyat > Indonesia. > > Argumentasi kuno yang di sampaikan oleh Pemerintah, DPR, Elit Politik > maupun Intelektual Tukang, semuanya seragam; Kenaikan harga minyak dunia > yang mencapai US $ 120/barel atau Rp 1.116.000/barel atau Rp 7018/liter akan > menyebabkan kenaikan subsidi dalam negeri sebesar 21,4 trilyun rupiah, > sementara negara tidak mempunyai anggaran, sehingga mau tidak mau, harga BBM > dalam negeri harus di naikan sesuai dengan harga BBM Internasional. > > Yang tidak pernah mereka katakan adalah kenapa harga BBM Internasional > cenderung naik? Dan kenapa harga BBM dalam negeri harus selalu mengikuti > harga BBM Internasional ? > > Sebab-sebab Kenaikan Harga BBM Internasional: > > 1.. Sebab yang paling sering diberitakan adalah menurunnya pasokan dari > negeri-negeri penghasil minyak, baik karena sedang ada pergolakan (seperti > Irak ataupun Nigeria), menurunnya cadangan minyak di beberapa negara > (misalnya Indonesia) maupun karena pemerintah dan rakyat di beberapa negara > sedang melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan minyak > Internasional (seperti yang terjadi di Venezuela), sementara kebutuhan > energi terus meningkat, baik di negara-negara Imperialis (Amerika sebesar > 20,59 juta barel per hari, Jepang sebesar 5,22 juta barel per hari, Rusia > sebasar 3,10 juta barel per hari ) maupun di negara-negara yang sedang > meningkat pertumbuhan ekonominya (seperti India sebesar 2,53 juta barel per > hari maupun Cina sebesar 7,27 juta barel per hari), sekalipun tidak ada > bukti kuat, yang menyatakan bahwa Industri Minyak yang ada di seluruh dunia, > tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut. > 2.. Penyebab yang sejati, dan ini yang jarang sekali di beritakan adalah > spekulasi minyak di pasar saham Internasional. Seperti juga halnya dengan > saham-saham lainnya, maka perdangan saham minyak ini sangat rentan dengan > spekulasi-spekulasi, inilah yang sebenarnya menjadi pemicu utama kenaikan > harga BBM Internasional > Sebab-Sebab Kenaikan Harga BBM Indonesia : > > 1.. Harga BBM di Indonesia selalu naik mengikuti harga dunia karena > mayoritas Perusahaan Minyak dan Gas di Indonesia, di kuasai oleh Modal Asing > (Pemilik Industri Minyak Dunia) sehingga hasil dari minyak Indonesia, lebih > diutamakan untuk di jual ke pasar Internasional, dan jikapun harus dijual di > Indonesia, maka harganya sama dengan harga BBM Internasional itu (yang di > tentukan oleh mereka juga). > 2.. Yang di jual ke dalam negeripun, di batasi hanya 15 % dari total > produksi, itupun pemerintah harus membeli dengan harga Internasional selama > 60 bulan, padahal seharusnya itu adalah kewajiban Perusahaan-Perusahaan > Asing itu, dan seharusnya juga bukan hanya 15 %, tetapi lebih banyak, toh > itu minyak di ambil dari tanah kita. > 3.. Indonesia tidak punya Industri yang mengolah minyak mentah ke minyak > siap pakai, sehingga BBM yang sehari-harinya kita gunakan itu, harus kita > beli dari Negara lain. Sederhananya, kita punya minyak mentah (tapi di > kuasai Asing, hanya sebagian kecil di kuasai PERTAMINA) di bawa ke luar > negeri untuk di olah, kemudian kita beli lagi dengan harga Internasional, > itu yang membuat harga BBM kita selalu mengikuti harga Internasional. > 4.. Yang membuat lebih mahal lagi, pembelian ataupun penjualan minyak itu > melalui perusahaan-perusahaan broker, sehingga lebih mahal lagi ketika di > jual ke rakyat (besarnya keuntungan untuk import bisa mencapai 30 sen per > barel, dengan total impor kita mencapai 113 juta barel per tahun, sehingga > keuntungan broker adalah US $ 170 juta, atau 1,6 trilyun rupiah. Sedang > untuk eksport keuntungan broker US $ 2 per barel, dengan ekport kita per > hari adalah 490 ribu barel, sehingga uang yang masuk ke kantong broker > adalah 9,3 milyar rupiah per hari atau 3,3 trilyun per tahun. > 5.. Yang lebih Parah lagi, seluruh biaya Perusahaan-Perusahaan Asing itu > untuk mengambil minyak mentah ( mulai dari survey awal hingga produksi > berjalan) sepenuhnya (alias 100 %, bahkan sekarang mencapai 120% karena ada > tambahan 20 % bagi perusahaan-perusahaan yang mengembangkan sumur-sumur > minyak yang telah diolah sebelumnya ) di biayai oleh Pemerintah (tentu > dengan uang rakyat, yang dibayar lewat pajak dan lain sebagainya), yang > biasa di sebut cost recovery > Kesimpulan : > > 1.. Jadi sekalipun Bangsa Indonesia memiliki sedikitnya 329 Blok/Sumber > Migas dengan lahan seluas 95 juta hektar (separuh luas daratan Indonesia ) > dengan cadangan minyak yang diperkirakan mencapai 250 sampai dengan 300 > miliar barel (Setara Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar di dunia > saat ini) dengan total produksi minyak mentah hari ini mencapai 1 juta barel > per hari atau 159 juta liter per hari, tidak bermanfaat bagi Rakyat > Indonesia. > 2.. Dengan kesanggupan memproduksi BBM mentah sebesar 1 juta barel > perhari, dengan harga saat ini US $ 120 / barel) maka nilainya mencapai > 1,104 triliun per hari atau 397,44 triliun per tahun. Belum termasuk nilai > penjualan gas yang juga luar biasa besarnya, mencapai 82,8 trilun per tahun. > Jika semua Industri Minyak ini di kuasai oleh Negara yang pro rakyat, maka > tidak akan pernah ada Defisit Anggaran Negara karena kenaikan Harga BBM > Dunia (Defisit Anggaran 21,4 trilyun jauh di bawah keuntungan 397,44 trilyun > dari Minyak di tambah 82,8 trilyun dari Gas) > 3.. Belum lagi Negara tidak perlu mengeluarkan cost recovery yang sangat > besar. Sampai Pertengahan tahun 2007 saja, pemerintah sudah mengeluarkan > dana 93,9 trilyun rupiah. > 4.. Keuntungan untuk rakyat akan bertambah, jika Minyak Mentah di > Indonesia, bisa di olah sendiri, tanpa harus membawa ke luar negeri untuk di > olah, dan kemudian di beli Indonesia lagi. Bayangkan saja, untuk Broker saja > (ekspor di tambah import), terbuang uang 4,9 trilyun rupiah pertahun > 5.. Sekarang bandingkan dengan dana BLT yang hanya 14 trilyun selama 6 > bulan untuk jutaan orang, yang dalam prakteknya 100 ribu perbulan, atau 3000 > perhari. Ganti ongkos angkutan seandainya harga BBM nanti naik, itu saja > sudah tidak cukup. > Kenapa Bangsa Indonesia Yang Kaya dan Besar Bisa Terjajah Modal Asing? > > 1.. Karena seluruh Kekuatan Politik Indonesia (Partai Sisa Orde Baru, > Tentara, Partai Reformis yang sebenarnya Gadungan, Partai Nasionalis yang > juga Gadungan, juga Partai yang mengatasnamakan Agama , tetapi membiarkan > umatnya terjajah) pengecut di Hadapan Modal Internasional, bahkan dengan > suara bulat mendukung pengesahan segala macam UU atau peraturan yang > membiarkan Modal Internasional menjarah kekayaan alam termasuk minyak kita > (yang terbaru adalah UU Penanaman Modal dengan segala turunannya) dan > mengisap tenaga kerja kita. Jika sekarang PDIP, PKB, PKS atau Ketua DPR yang > GOLKAR itu menolak rencana kenaikan BBM, itu hanya jualan buat menang pemilu > 2009 nanti. Demikian juga dengan Tokoh-Tokoh Elit Politik Lama yang sekarang > berada di Pinggiran, yang sibuk berkoar menolak, sejatinya juga sama saja, > tidak ada yang sejati berani melawan Penjajahan Modal Asing, seperti Castro > di Kuba, Chavez di Venezuela, Evo Maorales di Bolivia ataupun Soekarno di > Indonesia. > 2.. Karena Intelektual (Pengamat Ekonomi, Politik dan lain sebagainya, > Rektor maupun Dosen) juga sama pengecutnya, bahkan banyak yang bersedia di > bayar oleh Modal Internasional melalui pemerintah ataupun yang lain, untuk > mendukung program-program Penjajahan itu (baik dengan memberikan dana > penelitian, beasiswa, fasilitas dan lain sebagainya) > 3.. Pengusaha-pengusaha dalam negeri, juga bermental sama seperti > Elit-Elit Politik itu, bukanya melawan Dominasi Modal Internasional, malah > menjadi agen-agen Modal Internasional, bahkan yang sekarang gencar mendukung > kenaikan harga BBM adalah Organisasi Pengusaha seperti KADIN (Kamar Dagang > Indonesia) dan APINDO (Assosiasi Pengusaha Indonesia). > 4.. Kekuatan utama yang sanggup menghadapi Modal Internasional, yakni Klas > Buruh dan Rakyat Miskin belum menunjukan kekuatan sejatinya, berupa > Mobilisasi Aksi Nasional dan Persatuan Organisasi Gerakan. > Jalan Keluar Rakyat Indonesia : > > 1.. Ambil Alih seluruh Industri Migas di Indonesia, juga Industri vital > lainnya, oleh penyatuan mobilisasi rakyat dan di bawah kontrol rakyat. > 2.. Hapus Hutang Luar Negeri, dengan kekuatan penyatuan mobilisasi rakyat > 3.. Bangun Kerja sama dengan pemerintah dan rakyat Venezuela dan Bolivia > untuk pembangunan Refinery dan Industri Minyak di Indonesia > 4.. Diversifikasi Energi yang menjamim kelangsungan lingkungan > 5.. Singkirkan Kaum Modal, Elit dan Parpol Penipu Rakyat, bangun Kekuasan > Rakyat Sendiri > Jalan Keluar Jangka Pendek : > > 1.. Batalkan Rencana Kenaikan Harga BBM dan Turunkan Harga > 2.. Potong Gaji Pejabat dari Pejabat-Pejabat di Tingkat Nasional, hingga > tingkat Kecamatan sebesar 50 % > 3.. Potong Gaji Eksekutif di Perusahaan Swasta sebesar 50 % > 4.. Pembatasan Mobil Pribadi dengan cara membatasi jumlah mobil yang bisa > dimiliki, menaikan pajak mobil, menaikan biaya parkir dan lain sebagainya > 5.. Tetapkan Pajak 35 % dari penjualan Eksport dan Import Minyak > Seruan Persatuan Perlawanan : > > 1.. Lakukan Aksi-Aksi Massa setiap hari, di manapun, dengan cara pemogokan > pabrik, blokir jalan, pendudukan kantor-kantor pemerintah, maupun dengan > aksi-aksi massa di jalan-jalan untuk menggagalkan kenaikan harga BBM > 2.. Satukan aksi-aksi mahasiswa dengan aksi-aksi rakyat, jadikan kampus > sebagai salah satu tempat konsolidasi perlawanan massa rakyat. > 3.. Melakukan Aksi Nasional secara serentak, pada tanggal 21 MEI 2008 dan > 1 JUNI 2008, kepung pusat kekuasaan dan duduki. Di Jakarta : Ayo Bersatu > Kepung dan Duduki Istana. > 4.. Bangun Persatuan Gerakan Rakyat Melawanan Penjajahan secara Nasional > sebagai embrio Pemerintahan Rakyat. > 21 MEI DAN 1 JUNI : AYO BERSATU, KEPUNG DAN DUDUKI ISTANA !! > > GAGALKAN KENAIKAN HARGA BBM DENGAN PERSATUAN MOBILISASI RAKYAT! > > AMBIL ALIH INDUSTRI MIGAS, OLEH PERSATUAN MOBILISASI RAKYAT DAN DIBAWAH > KONTROL RAKYAT! > > SINGKIRKAN KAUM MODAL, ELIT POLITIK DAN PARTAI PENIPU RAKYAT.. > > SAATNYA RAKYAT BEKUASA!! > > JAKARTA, 13 MEI 2008 > > FRONT PEMBEBASAN NASIONAL > [Non-text portions of this message have been removed]

