Soal Pengusiran di Bappenas

Terima kasih atas bantuan kawan-kawan merespon dan membaca email 
sebelumnya.

Sesudah terjadinya konflik antara saya dengan Humas Bappenas DR 
Maruhum maka saya segera menulis kronologis kejadian dan saya 
postingkan ke berbagai milis pada Rabu (14/5) pagi.

Kronologis saya kisahkan selengkapnya agar saya dapat menimba saran 
dari kawan-kawan. Sebagai pembelajaran, baik kepada para jurnalis 
maupun  kepada para humas.

Rabu siang, saya dan Iwan Piliang, Pemimpin Redaksi REPORTASE 
Investigasi, juga sudah bertemu dengan Ariady Achmad, staf khusus 
Paskah Suzetta di Kuningan, Jakarta. Ariady adalah kawan Iwan 
Piliang, sejak 1990 di HIPMI. Ia pada Selasa malam telah mengetahui 
konflik yang terjadi antara saya dengan Maruhum. Ariady mengatakan, 
Maruhum telah menceritakan hal tersebut kepada Paskah dan dirinya. 
Menyikapi hal itu, Ariady sempat menelepon Iwan dan pada  pada saat 
itu juga agar tidak terjadi kesalahpahaman. 

Dalam pertemuan antara kami bertiga di Kuningan, Jakarta, Ariyadi 
selaku Staf Khusus Kepala Bappenas, meminta agar konflik bisa 
dihindari. Ia mengakui adanya kesalahan terhadap pengusiran yang 
dilakukan terhadap saya. Sebaliknya saya juga memahami, upaya saya 
untuk mengejar nara sumber terkadang disalahtafsirkan sebagai 
keinginan untuk memaksa nara sumber memberikan konfirmasi.

Perihal konflik dengan Humas Bappenas, kami sepakati bahwa Maruhum 
menjalankan tugasnya sebaga humas dan saya menjalankan tugas sebagai 
reporter. Kesalahpahaman terjadi karena saya menganggap tidak ada 
nara sumber yang bersedia mewakili Paskah di saat Paskah sendiri 
tutup mulut. Sebaliknya Maruhum beranggapan, sebagai wartawan saya 
memaksakan kehendak untuk mengonfirmasi nara sumber - - konfirmasi 
bagian dari verifikasi data, yang menjadi tugas utama reporter.

Saya berterima kasih kepada kawan-kawan jurnalis yang menyampaikan 
saran dan  rasa prihatinnya. 

Dengan penjelasan ini, mudah-mudahan kawan-kawan bisa memahami 
persoalan yang terjadi. Dan pihak Humas Bappenas pun demikian.

Tabik
Didik L. Pambudi


Kirim email ke