Festival Pasar Tradisional 2008
Kamis 15 Mei 2008, Jam: 7:46:00
ARTIS jelita Chintami Atmanagara bersama-sama kriminolog Universitas
Indonesia (UI) Erlangga Masdiana dan Tim Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia
(YLKI) pimpinan Sudaryatmo, selama sebulan mendatang, akan memantau aktifitas
pasar tradisional dan memilih satu yang terbaik untuk memperebutkan Piala
Gubernur DKI Jakarta.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengembalikan warga ke pasar
tradisional, " kata Toto Irianto, Ketua Panitia Festival Pasar Tradisional DKI
Jakarta 2008.
Di Jakarta kini ada 150 pasar tradisional, yang terbagi dalam 3 kategori.
Sebanyak 20 di antaranya terpilih sebagai nominasi untuk mendapatkan gelar 3
terbaik. Penilaian meliputi 3 K : Keindahan, Kebersihan dan Keamanan. "Selain
mengembalikan citra dan mengajak warga kembali ke pasar tradisional, yang telah
direbut pasar-pasar asing, juga untuk menyemengati para pedagang dan pengelola
pasar, agar terus meningkatkan pelayanannya, " tambah Toto Irianto.
Toto menegaskan, harus ada upaya semua pihak agar pasar tradisional
menjadi pilihan yutama. "Devisa kita akan pindah ke negara makmur, kalau
membiarkan pasar tradisional mati, dan membiarkan supermarket dan hypermarket
asing dan bermodal besar merajalela di negeri kita, " tandas Toto, yang selain
ketua panitia festivalk pasar juga Redaktur Pelaksana Pos Kota itu.
Komitmen yang sama dimiliki oleh YLKI. "Kami memiliki harapan yang sama,
yakni berharap pasar tradisional memberikan layanan yang terbaik untuk
konsumennya, " kata Sudaryatmo dari YLKI. Dari kriminolog UI, Erlangga
menegaskan, faktor keamanan merupakan salahsatu alasan mengapa pasar tradional
dan orang lebih gemar belanja di supermarket. "Karena itu, pasar yang terbaik
salahsatu kriterianya adalah pasar yang teraman, " tambahnya.
Chintami Atmanegara menyatakan kesenangannya terlibat dalam penjurian
pasar itu. "Saya memang langganan pasar tradisional. Waktu kecil saya biasa
belanja di Kramat Jati dan Jatinegara, sekarang saya langganan di Pasar
Majestic, Kebayoran Baru, " kata artis penyanyi, film dan sinetron yang tinggal
di Simprug, Jakarta Selatan itu. "Belanja pasar tradisional itu enak, bisa
punya banyak teman, bisa nawar-nawar, dan banyak pilihan, " tambahnya.
(dimas)
Pos Kota - 15 Mei 2008
[Non-text portions of this message have been removed]