http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8321
TNI AU SIAPKAN DUA HERCULES UNTUK BANSOS KE CINA
Jakarta - Mabes TNI Angkatan Udara (AU) menyiapkan dua pesawat angkut berat
C-130 Hercules untuk mengangkut bantuan sosial kemanusiaan bagi para korban
gempa di Republik Cina.
"Ada empat pesawat Hercules yang biasanya kita siapkan untuk mendukung berbagai
kegiatan, termasuk mengangkut bantuan kemanusiaan di dalam dan luar negeri.
Untuk ke Cina kita siapkan dua unit," kata Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AU
Marsekal Pertama Chaeruddin Ray menjawab ANTARA di Jakarta, Senin.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan
Rustam S. Pakaya mengatakan, Indonesia akan mengirimkan 62 personel medis dan
militer untuk membantu korban gempa di Provinsi Sincuan, Cina.
Indonesia akan mengirimkan tim gabungan dari Departemen Kesehatan, Tentara
Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia. Departemen Kesehatan
mengirimkan dokter antara lain dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, R.S
Wahidin Makassar, dan R.S dr Soetomo Surabaya.
Tim kesehatan terdiri 20 dokter spesialis, delapan dokter umum, 12 perawat,
satu penata rontgen dan 13 pengelola rumah sakit lapangan. Logistik bantuan
berupa lima ton obat-obatan, empat ton makanan pendamping air susu ibu
(MP-ASI), satu ton makanan siap saji.
Saat ini personel pasukan medis masih melengkapi dokumen keberangkatan. "Lusa
alat dan logistik bisa diberangkatan," kata Rustam.
Pasukan Medis Indonesia rencananya berada 1 bulan di lokasi gempa. Bantuan ini
merupakan imbal balik pertolongan sesama ketika Indonesia terkena gempa dahsyat
tsunami dan Yogyakarta.
Pantuan ANTARA di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, hingga kini belum
terlihat sejumlah bantuan kemanusiaan yang akan dikirim ke Cina.
Dua pekan silam, gempa bumi berkekuatan 7,9 pada Skala Richter mengguncang
Provinsi Shicuan, Cina, dan mengakibatkan ribuan penduduknya meninggal dunia,
luka parah dan hilang.
Jumlah korban tewas akibat gempa besar di Cina kemungkinan mencapai lebih dari
50 ribu jiwa, kata kantor berita resmi Xinhua Kamis pekan lalu, mengutip
keterangan pos bantuan.
Duapuluh ribu jiwa dipastikan meninggal akibat gempa berkekuatan 7,9 skala
richter tersebut. Puluhan ribu lagi masih terkubur di berbagai reruntuhan
bangunan di propinsi Sichuan.
Gempa tersebut juga dilaporkan mengakibatkan fasilitas kesehatan rusak,
pelayanan kesehatan terganggu, ketersediaan air bersih terganggu dan kejadian
penyakit menular meningkat.
Sumber : Antara
[Non-text portions of this message have been removed]