4/05/2008 01:39
Demo BBM Dinihari di Istana, 26 Orang Dibawa ke Mapolda
Indra Subagja - detikcom

Jakarta, Begitu harga BBM resmi naik pukul 00.00 WIB, 26 orang dari Front 
Perjuangan Rakyat (FPR) menggelar unjuk rasa menolaknya di depan Istana Negara. 
Polisi kemudian menggaruk dan membawa 26 orang itu ke Mapolda Metro Jaya.

"Mereka kita bawa ke Polda untuk diperiksa. Mereka akan kita lepaskan besok 
pagi, karena mereka tidak anarkis," ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Heru 
Winarko, Jakarta, Sabtu (24/5/2008).

Sebelum diangkut dengan truk polisi, mereka dibiarkan menyampaikan aspirasi 
selama 45 menit. "Mereka kemudian kita bubarkan karena tak memiliki izin dan 
aksi malam," imbuh Heru.

Dalam siaran persnya, FPR menyebut aksi mereka dilakukan secara damai. Namun 
polisi menanggapi berlebihan dan bahkan menangkapi mereka.

Bahkan sebelum demonstrasi berlanjut di depan Istana, saat melakukan aksi piket 
di Salemba, salah seorang aktivis FPR ditangkap. Sampai Sabtu dinihari ini, 
aktivis yang ditangkap, M Burhanudin, masih berada di tangan polisi. 


+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
 
Kepada 
Rekan-rekan Media Massa
di Indonesia
 
Subyek : Tolak Kenaikan BBM; 26 Aktivis FPR ditangkap Polda Metro Jaya
 
 
Dengan hormat,
 
Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM telah mendapatkan penolakan dari 
rakyat. Alasan penolakan itu sangat jelas, kenaikan harga BBM akan memicu 
naiknya harga berbagai kebutuhan pokok akibat naiknya biaya transportasi. Tidak 
hanya itu, kenaikan harga BBM juga akan memicu terjadinya PHK, meningkatkan 
pengangguran, dan pada akhirnya menyebabkan pemiskinan pada rakyat yang tengah 
sengsara.
 
Keputusan kenaikan harga BBM pun dilakukan tanpa adanya konsultasi dengan 
rakyat, baik secara langsung maupun melalui mekanisme DPR. Pemerintah tidak 
berusaha mendengarkan aspirasi rakyat, malah berbalik menuduh gerakan menolak 
kenaikan BBM yang merebak di berbagai kota di Indonesia, telah ditunggangi oleh 
tokoh-tokoh politik nasional. Singkatnya, keputusan menaikkan harga BBM 
dilakukan secara tidak demokratis oleh pemerintah.
 
Salah-satu aksi penolakan yang muncul pada saat pengumuman kenaikan harga BBM 
dilakukan oleh Front Perjuangan Rakyat (FPR). Sekitar 26 aktivis FPR dengan 
menggelar aksi piket di Bilangan Salemba sejak pukul 09.00. Satu orang aktivis 
FPR, atas nama M. Burhanudin diamankan pihak kepolisian. Hingga berita ini 
disusun, Burhanudin masih berada di dalam tahanan polisi.
 
FPR melanjutkan aksi dengan menggelar piket di depan Istana Negara. Aksi ini 
ditujukan untuk menyampaikan aspirasi penolakan terhadap keputusan kenaikan 
harga BBM secara damai namun disikapi berlebihan oleh pihak kepolisian. 
Tercatat, 26 aktivis FPR diamankan polisi dan diangkut ke Mapolda Metro Jaya.
 
Penangkapan ini jelas memiliki maksud politik, untuk mengalihkan isu dari 
masalah penolakan rakyat atas kenaikan harga BBM ke isu-isu lain, seperti isu 
keamanan. Penangkapan ini juga semakin memperjelas karakter politik SBY-Kalla 
sebagai rejim anti-rakyat yang membungkam kritik dengan cara-cara represif.
 
Atas kejadian penangkapan ini, Front Perjuangan Rakyat (FPR) menuntut 
pemerintah;
 
1. BEBASKAN SELURUH ANGGOTA FRONT PERJUANGAN RAKYAT (FPR) YANG TENGAH DITANGKAP!
2. MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM!
3. MENUNTUT DITURUNKANNYA SELURUH HARGA KEBUTUHAN POKOK!
4. MENUNTUT KENAIKAN UPAH BURUH INDUSTRI DAN BURUH TANI!
5. MENUNTUT PELAKSANAAN REFORMA AGRARIA SEJATI!
 
Demikian.
 
FRONT PERJUANGAN RAKYAT
 
 
RUDI HB DAMAN
Koordinator FPR
Kontak: 081808974078




      

Kirim email ke