Eksekutif Nasional
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi
E-mail: [EMAIL PROTECTED], website: http://www.lmnd-online.org 
Secretariat: Jln. Tebet Dalam II G nomor 21, telp. 085691122145


Nomor : 05/B/EN-LMND/Mei-2008
Hal      : Pernyataan Sikap
Lamp     : 

Dini hari (24/05/08), polisi dengan brutal menyerbu masuk kampus
Universitas Nasional (UNAS), di pejateng, pasar Minggu. Selain
menyerbu masuk kampus, polisi juga melakukan serangan brutal dengan
memukuli, menembakkan gas air mata, dan menangkap 100 orang mahasiswa
yang ada ditempat tersebut. Bukan itu saja, polisi juga melarang
wartawan mengambil adegan kekerasan aparat ini dengan melontarkan nada
ancaman dan intimidasi. Tindakan brutal polisi juga berlansung di
kampus Universitas Hasanuddin malam tadi (23/05/08). Ratusan mahasiswa
yang melakukan aksi setelah pengumuman kenaikan BBM, tiba-tiba diserbu
oleh polisi dengan alasan tidak jelas. Kejadian ini telah menambah
daftar kebrutalan polisi dan kurun sebulan terakhir. Di depan istana
negara, 18 aktifis FRM ditangkap polisi dengan jalan cara kekerasan.
Di Bima, NTB 11 orang aktifis mahasiswa juga ditangkap oleh polisi,
setelah sebelumnya, aksi massa dibubarkan dengan cara brutal. Di
Ternate, Maluku Utara, 14 mahasiswa juga ditangkap. Pada sore hari
(21/05), di depan gedung DPR-RI, pihak kepolisian pun telah melepaskan
tembakan peluru karet yang melukai seorang mahasiswa FISIP UI angkatan
2007, Budi Dharma. 

Rentetan kejadian ini, menunjukkan kebrutalan polisi sudah diluar
ambang batas. Tindakan brutal ini mencerminkan watak reaktif dan
reaksioner pemerintahan SBY-JK dalam menanggapi aksi-aksi penolakan
kenaikan BBM. Tindakan ini juga, memberikan keyakinan kuat kepada kita
bahwa kepentingan imperialis begitu kuat dalam menaikkan harga BBM.
Jika selama ini pemerintahan SBY-JK beserta apparatus kekerasannya
(POLRI) berstatemen menghargai aksi-aksi mahasiswa dan rakyat yang
menolak kenaikan BBM, maka kami mengatakan bahwa itu BOHONG besar.
Tindakan refresif dan brutal kepolisian ditujukan untuk menghentikan
dan melokalisir aksi-aksi massa agar tidak berkembang luas dan
membesar. Membesarnya aksi massa tidak dapat dilepaskan dari kenyataan
bahwa memang tidak ada alasan menaikkan harga BBM. situasi ekonomi
yang sulit disertai tidak adanya upaya serius untuk perbaikan ekonomi
telah menjadi alasan kuat bahwa kenaikan seberapapun, akan berimbas
luas kepada seluruh sektor kehidupan rakyat (buruh, petani, kaum
miskin kota, mahasiswa) dan segala macam sektor perekonomian nasional
(kecil, menengah, besar). Saat ini, diluar aksi-aksi mahasiswa
menentang kenaikan BBM, warga madiun, Jawa Timur mengibarkan bendera
setengah tiang sebagai pertanda keprihatinan atas kebijakan pemerintah.

Karena pemerintah sudah mengumumkan kenaikan BBM, maka jelas,
pemerintahan SBY-JK beserta partai-partai pendukung kenaikan BBM
(Golkar dan Demokrat) sebagai kekuatan politik pro-asing (antek
imperialis). kenaikan BBM bukanlah karena faktor tekanan APBN akibat
lonjakan harga minyak dunia, justru Indonesia diuntungkan oleh
kenaikan harga minyak dunia berupa wind-fall profit dalam setiap
barelnya, Akan tetapi, kenaikan harga BBM merupakan kehendak
pemerintah Indonesia (yang diinginkan oleh pihak asing dan
korporasinya) untuk meliberalisasikan sektor migas kita dibawah
kendali sistem pasar. Bukti nyata akan liberalisasi sektor migas
Indonesia ada pada UU nomor 21 tahun 2001 tentang Migas dan UU nomor
25 tahun 2007 tentang penanaman modal asing. Hal itu juga dibuktikan
oleh kenyataan bahwa 85-90% lapangan migas Indonesia dikuasai oleh
pihak asing. 

Maka jelas pilihan kepada kita (gerakan mahasiswa), perjuangan
menentang kenaikan harga BBM akan terus kita lanjutkan, bukan saja
untuk menentang kenaikan ini, akan tetapi sekaligus untuk menentang
pemerintahan pro asing; Pemerintahan SBY-JK (Golkar-Demokrat).
Tindakan refresifitas kepolisian hanya akan menjadi pemicu untuk
meluasnya aksi-aksi perlawanan menentang pemerintahan pro-asing (baca:
imperialisme). 

Oleh karena itu, Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk
Demokrasi (LMND) menyatakan sikap sebagai berikut:
1.      Mengutuk tindakan brutal polisi menyerbu kampus Universitas
Nasional (UNAS) dan menuntut pembebasan seluruh aktifis mahasiswa dan
rakyat yang ditangkap sejak aksi penolakan kenaikan harga BBM;
mengutuk tindakan intimidasi terhadap terhadap wartawan yang meliput
aksi mahasiswa;
2.      Menyerukan kepada seluruh mahasiswa Indonesia, kaum buruh, petani,
kaum miskin kota, sopir angkot, kaum intelektual, dan tokoh politik
anti asing (imperialis) mari kita teruskan perjuangan menentang
kenaikan harga BBM dan menentang pemerintahan pro asing; SBY-JK  dan
partai pendukung kenaikan harga BBM (Golkar dan Demokrat);
3.      Nasionalisasi (Ambil kendali) perusahaan tambang asing dan hapuskan
utang luar negeri sebagai jalan keluar rakyat Indonesia;

Demikian statemen ini kami buat. Kibarkan terus panji-panji perjuangan
rakyat!

Jakarta, 24 Mei 2008

Bangun Dewan Mahasiswa, Rebut Demokrasi Sejati

Eksekutif Nasional
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi 
EN-LMND



Lalu Hilman Afriandi                                                 
 Agus Priyanto
Ketua Umum                                                   Pjs.
Sekretaris Jenderal


Kirim email ke