http://www.mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NTM1NA==#
Olimpiade Sains

Siswa Indonesia Kembali Rebut Medali Emas

JAKARTA--MI: Siswa Indonesia kembali menoreh prestasi, yang kali ini 
dipersembahkan oleh para siswa dari PASIAD Bilingual Boarding Schools (Sekolah 
Mitra Kerja Pasiad). 
Para siswa itu unjuk kemampuan dengan memborong dua medali emas pada ajang The 
Second International Young Inventor Project Olympiad (IYIPO) yang 
diselenggarakan di Tbilisi, Georgia, pada 15 - 18 Mei 2008. 
Dalam kegiatan tersebut, Indonesia mengirimkan dua tim. Tim pertama, dalam 
bidang Mathematics-Computer Application, adalah Yoseph, 17, siswa kelas 2 SMA 
Kharisma Bangsa, Tangerang, dengan proyeknya berjudul Numerical Solution of 
Heat Equation. 
Kemudian, tim kedua, adalah bidang biologi, terdiri atas Muhammad Farhan 
Barona,17, dan Erfan Ramadhani, 17, keduanya kelas dua, dari SMA Fatih Banda 
Aceh, dengan proyek yang berjudul Neutralizing Contaminated See Water By 
Mangroves, 
Kedua tim, baik tim matematka maupun tim biologi, berhasil meyakinkan para 
juri, sehingga mereka berhak atas medali emas. Kedua tim itu berhasil 
menyisihkan para peserta lainnya, yang berasal dari 27 negara, dengan jumlah 
total 108 proyek. 
Yoseph lewat karya makalahnya, meneliti tentang penggabungan antara teori 
matematis dengan aplikasi computer matlab. Pada intinya, Yoseph berusaha 
menganalisis penyebaran panas pada bidang dua dimensi. 
''Pengetahuan akan penghitungan penyebaran panas pada bidang dua dimensi itu 
sangat berguna, bagi kehidupan sehari-hari, seperti untuk isolasi 
bangunan-bangunan dari panas agar tidak terganggu oleh perubahan cuaca,'' ujar 
Yoseph saat rombongan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, 
Selasa (27/5) petang. 
Kepada pers, Yoseph mengatakan, penelitian yang dilakukan olehnya berjalan 4 
bulan. ''Dan saya bangga, dari 8 proyek bersama teman dari Amerika mendapat 
medali emas,'' ujar Yoseph. 
Sementara itu, Tim Biologi yang terdiri dari Farhan dan Erfan menunjukkan 
manfaat dan kegunaan tanaman bakau yang selama ini lebih sering dianggap 
sebagai tanaman liar. 
Namun, akan bermanfaat jika digunakan, di sebagian besar lingkungan perairan di 
dunia yang telah dikotori oleh limbah bahan kimia berbahaya dari sisa kegiatan 
pabrik dan industri yang berupa racun logam. 
''Dengan menanam tanaman bakau pada daerah yang tercemar itu, maka dari hasil 
penelitian kami, akar yang bercabang dari hutan bakau akan menghasilkan zat 
yang menetralisir kandungan logam dalam air,'' kata Farhan kepada pers. 
Artinya, jelas Farhan, dapat disimpulkan hutan bakau dapat mengurangi gangguan 
lingkungan yang ditimbulkan oleh kandungan logam berat dalam air. ''Juga, 
keberadaannya mampu menjaga kebersihan air dari limbah industri manufaktur,'' 
ujar Farhan. 
Diakui Farhan, penelitian yang dilakukan bersama Erfan hanya berjalan dua 
bulan, sejak mengambil sampel tanaman bakau dari Jakarta pada Desember 1997, 
dan kemudian ditanam hingga Januari 2008, di perairan Aceh. 
''Hasil penelitian ini, bisa dilakukan di daerah perairan lain, yang memiliki 
tanaman bakau seperti di Muara Angke, Jakarta. Dan, saya mengharapkan, 
penelitian ini dapat ditindaklanjuti. Terutama, khasiat akar bakau dalam 
menarik logam berat seperti merkury,'' ujar Farhan. 
Direktur Pembinaan SMA Depdiknas Sungkowo yang menerima rombongan mengaku 
bangga, atas prestasi yang ditoreh anak bangsa. ''Apalagi, ajang ini, merupakan 
ajang proyek, yang bisa dikembangkan dan diaplikasikan lebih jauh dalam 
kehidupan sehari-hari,'' ujar Sungkowo yang didampingi Kepala Seksi Bakat dan 
Prestasi Direktorat Pembinaan SMA Suharlan. (Dik/SM/OL-2)Arsip Berita :  :  :  


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke