Metrotvnews.com, Paris: Negara-negara
di Eropa tak luput terkena hantaman kenaikan harga minyak dunia. Menaikkan
harga bahan bakar minyak (BBM) pun menjadi pilihan paling masuk akal bagi
kebanyakan pemerintah. Buntutnya bisa ditebak, demonstrasi bermunculan di
mana-mana menentang kebijakan tersebut.
Para petani di Perancis berunjuk rasa memblokade tiga depot BBM di kilang
minyak terbesar Perancis. Aksi para petani ini merupakan kelanjutan aksi serupa
oleh para nelayan di beberapa kota. Mereka menuntut pemerintah mengecualikan
mereka dari pajak BBM karena tak sebanding dengan harga jual hasil panen.
Pemerintah berjanji mencairkan 110 juta euro atau sekitar Rp 1,2 triliun
bantuan langsung tunai bagi para nelayan.
Aksi serupa dilakukan nelayan di Andalucia, Spanyol. Mereka menuntut dana
kompensasi kenaikan harga BBM. Demonstrasi memprotes kenaikan harga BBM di
Spanyol marak sejak awal pekan ini di wilayah-wilayah padat nelayan karena
memang nelayan yang terkena dampak terbesar. Aksi lebih besar oleh Konfederasi
Nelayan Spanyol berlangsung Jum'at (30/5) hari ini. Harga bahan bakar bagi
nelayan melejit 240 persen di sebagian besar pelabuhan Eropa sejak 2004.
Di Belanda, pengemudi truk dari serikat perusahaan logistik berunjuk rasa di
depan parlemen di Den Haag. Mereka menyampaikan petisi kepada anggota parlemen
agar menekan pemerintah membatalkan kenaikan pajak solar yang akan berlaku
Juli. Meski memiliki cadangan gas terbesar di Eropa, Belanda tidak menikmati
harga murah gas dalam negeri.
Sopir-sopir truk di Inggris juga menjerit menghadapi lonjakan harga BBM.
Harga BBM telah naik hampir 50 persen dalam setahun. Mereka menyeru kepada
pemerintahan Perdana Menteri Gordon Brown agar mempertimbangkan ulang rencana
kenaikan pajak BBM dan jalan. Mereka meminta pemerintah memberi potongan harga
BBM. Harga solar di Inggris mencapai sekitar Rp 23 ribu per liter saat
ini.(DOR)
[Non-text portions of this message have been removed]