--- In Loyola:

Anak-Cucuku Sebangsa setanahair Yth.
Dalam rangka memaknai hakikat dan esensi Kebangkitan Nasional serta 
Lahirnya Pancasila untuk merenggut masa depan sesuai cita-cita 
kemerdekaan, ijinkan aku mengutip:
"In the last 8 year and in the midst of our reform movement and 
democratization in this country, we feel that we sometimes do not 
have enough courage and refrain ourselves form mentioning words like 
Pancasila, 1945 Constitution, Unitary State of Indonesia (NKRI) the 
Bhineka Tunggal Ika, national insight (wawasan kebangsaan) stability 
development, pluralism et cetera to avoid being seen as inCompatible 
with reform and democratization movement or being labelled as 
nonreformist. 
Dikutip oleh Nakoela pada hari Pancasila 2008.

Sekiranya pantas dan tidak berkeberatan, silahkan disebarluaskan 
keseluruh Anak Bangsa.



--- End 

Kirim email ke