LIPI : Angka Kemiskinan 2008 Menjadi 41,7 juta

JAKARTA - Tim Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (Tim P2E-LIPI) memperkirakan warga miskin tahun ini akan
bertambah menjadi 41,7 juta orang (21,92 persen). Lonjakan ini akibat
kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM 28,7 persen pekan lalu.

"Dengan kata lain tambahan penduduk miskin tahun ini naik 4,5 juta
dibandingkan posisi 2007," kata Peneliti Senior P2E LIPI Wijaya Adi
pada keterangan pers dampak sosial kenaikan harga BBM di Kantor pusat
LIPI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Rabu (28/5/2008).

Kondisi penduduk miskin tahun 2007 mencapai 37,2 juta atau sekitar
16,58 persen, dengan garis kemiskinan Rp166.697 per orang per bulan.
Dengan adanya kenaikan harga BBM, hingga bulan Desember 2008
diperkirakan kebutuhan hidup layak bagi tiap individu adalah sebesar
Rp195 ribu per orang per bulan.

"Hal ini tentunya akan mempengaruhi kalkulasi jumlah penduduk miskin
yang juga dipastikan akan meningkat," kata Wijaya.

Sehingga cara termudah untuk mengurangi data statistik penduduk miskin
adalah dengan menetapkan garis kemiskinan pada titik yang paling rendah.

Hasilnya, menunjukkan jumlah penduduk miskin pada tahun 2008 akan
menjadi 41,7 juta jiwa, atau sekitar 21,9 persen dari penduduk
Indonesia dengan garis kemiskinan Rp195 ribu per bulan. "Satu hal yang
perlu dicatat, manakala BLT berhenti maka jumlah penduduk miskin akan
melonjak," jelasnya. (Muhammad Ma'ruf/Sindo/rhs)

sumber:
http://economy. okezone.com/ index.php/ ReadStory/ 2008/05 /28/19/113335/ 
lipi-angka- kemiskinan- 2008-menjadi- 41-7-juta

CatataN : Pemerintah mengatakan pencabutan SUbsidi mengurangi angka kemiskinan

-- 



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke