memang bener pak kyai, ditengah 'tensi' yg memanas ini, sangat
disayangkan segala tindakan yg bisa melecut emosi, sebuah provokasi yg
ujung2nya akan menimbulkan kerugian, sedikitnya 70 orang luka-luka & 7
orang 'menginap' di RS.

seharusnya pemerintah segera menuntaskan akar masalah ini, jgn biarkan
konflik berkembang & semakin meluas. Masalah Ahmadiyah sdh seharusnya
diakhiri, 'pertandingan' dg waktu normal 90 mnt sdh berlalu, tp
mengapa 'wasit' enggan meniup peluitnya? ada apa ini?

atau 'wasit' dipesan agar isu ini mengalihkan masalah yg sebenarnya
menimpa negara ini, misalnya kenaikan BBM :)

entahlah...



--- In [email protected], Ananto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kekarasan Itu
> 
> Oleh: KH.  A.  Mustofa Bisri
> 
> 
> 
> Lagi-lagi kita disuguhi tontonan yang sulit dimengerti  oleh pikiran
waras
> kaum beriman  yang berpancasila.  Sekelompok  orang  brutal  memamerkan
> kebengisan dan kekerasannya kepada sesama bangsanya.  Kali ini yang
menjadi
> sasaran adalah kelompok Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Beragama dan
> Berkeyakinan (AKKBB).   Yang lebih memprihatinkan, terutama bagi kaum
> muslimin yang memiliki nurani, mereka yang memamerkan keangkuhan dan
> keganasannya itu  berpakaian busana Nabi agung Muhammad SAW dan
menggunakan
> label Pembela Islam. *Allahummahdihim. *Semoga Allah memberi 
hidayah kepada
> mereka dan terutama kepada imam-imam mereka.
> 
> 
> 
> Mereka yang seperti kalap itu pastilah orang-orang awam yang tidak
begitu
> mengerti tentang Islam dan tidak mengenal kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Tidak
> mengerti  bahwa Islam adalah agama damai dan kasih sayang . Agama yang
> mengecam kezaliman dan kekerasan. Tidak mengerti bahwa kanjeng Nabi
Muhammad
> SAW adalah seorang pemimpin yang *bassaam, *ramah dan murah senyum.
> 
> 
> 
> Seperti sudah diketahui   –kecuali oleh mereka yang tidak mengerti dan
> mereka yang  tertutup hatinya karena takabur—Islam adalah agama
*rahmatan
> lil 'aalamiin. *Yang diutus membawanya adalah seorang manusia
pilihan yang
> paling beradab dan penuh kasih sayang. Nabi Muhammad SAW. Seorang
nabi  yang
> menurut penuturan shahabat Abdullah Ibn 'Umar (diriwayatkan oleh
Imam Ahmad,
> Imam Bukhari, dan imam Muslim), tidak kasar dan tidak pernah melampaui
> batas; nabi yang bersabda: *" Inna khiyaarakum ahsanukum akhlaaqan." *
> (Sesungguhnya
> orang-orang terbaik di antara kalian ialah mereka  yang berakhlak paling
> baik). Shahabat Ibn 'Umar juga menuturkan (riwayat Imam Bukhari) bahwa
> Kanjeng Nabi Muhammad SAW tidak kaku, tidak bengis, tidak suka bersuara
> keras di pasar, dan tidak membalas keburukan dengan keburukan melainkan
> memaafkan dan mengampuni.
> Tentang orang Islam, Nabi Muhammad SAW bersabda: *"Almuslimu man salimal
> muslimuun min lisaanihi wayadihi." * (H.R. Imam Muslim dari shahabat
Jabir)
> "Muslim sejati ialah orang yang menjaga lisan dan tangannya  sehingga
> orang-orang muslim lain selamat dari daripadanya."
> 
> 
> 
> Mungkin mereka yang melakukan kekerasan itu sekedar wayang-wayang yang
> terbakar oleh provokasi imam-imam mereka. Mereka diyakinkan, misalnya,
> bahwa kelompok AKKBB itu pembela kaum sesat Ahmadiyah atau antek-antek
> Yahudi dan Amerika.
> 
> 
> Tapi apapun alasannya  tindakan anarki dan kekerasan tidak
dibenarkan baik
> oleh akal sehat, oleh Islam, dan oleh Negara.
> 
> 
> 
> Negara ini adalah negara hukum. Saya sungguh khawatir
kekerasan-kekerasan
> yang terjadi seperti kemarin itu  justru akan membuat konflik horizontal
> berkepanjangan yang ujung-ujungnya akan merugikan umat Islam
sendiri, Islam,
> dan Indonesia. Apalagi saat ini 'tensi masyarakat' sedang sangat tinggi.
> Karena itu pemerintah --sebagai pihak yang paling utama bertanggungjawab
> yang mengemban amanat dan memiliki perangkat untuk menyelesaikan
> permasalahan  seperti konflik horizontal ini— hendaknya segera bertindak
> sesuai kewenangannya serta sesuai undang-undang dan peraturan yang
berlaku
> di negeri ini.
> 
> 
> 
> Sementara itu kaum muslimin sebagai mayoritas di negeri ini,
terutama para
> pimpinan mereka –termasuk dalam rangka memperjuangkan prinsip mulia
apapun--
>  hendaklah tetap mengedepankan sikap tidak berlebih-lebihan, sikap
kearifan
> dan kesantunan  seperti yang diajarkan dan dicontohkan oleh Pemimpin
agung
> kita, Nabi Muhammad SAW. Tidak justru mengikuti cara-cara munkar yang
> seharusnya kita cegah. Semangat membela Islam dan amar makruf nahi
munkar,
> mestilah dilakukan dengan cara-cara Islami.
> 
> 
> 
> Semoga Allah menunjukkan kita ke jalan yang benar yang Ia ridhai.
Amin. []
> 
> 
> 
> KH. A. Mustofa Bisri, pengasuh Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke