Pantas saja para pejabat Indoensia dengan santai menaikan harga BBM hingga 125% 
tanpa takut merasa miskin sementara rakyat yang penghasilannya di bawah 4 juta 
pada harap-harap cemas. Pada saat rakyat susah, justru para pejabat kekayaannya 
bertambah pesat. Jadi kenaikan harga BBM tidak ada artinya bagi mereka. Justru 
penghasilan mereka jadi meroket.

Di TV dan Media Massa lain diberitakan Mendagri Mardiyanto misalnya pada tahun 
2006 kekayaannya “hanya” Rp 7,26 milyar, pada tahun 2007 jadi sekitar Rp 10,7 
milyar atau naik sekitar Rp 3,5 milyar dalam waktu hanya 17 bulan. Naik 48% 
dalam 17 bulan. Tabungannya bertambah Rp 206 juta lebih per bulan. Padahal gaji 
menteri dari yang saya dapat di media massa tidak lebih dari Rp 60 juta/bulan.

Ada pejabat yang punya rumah sampai 14 rumah padahal banyak rakyat yang tidak 
punya rumah dan cuma hidup di rumah kontrakkan atau pondok mertua Indah.

Meski sebagian kekayaan disebut milik/tabungan istri, tapi kalau istrinya tidak 
bekerja/usaha itu berarti dari pejabat itu juga.

Mudah-mudahan KPK bisa menyelidiki lebih jauh apakah kekayaan itu didapat 
dengan cara yang halal atau korupsi.

Tapi dari sini saya melihat para pejabat Indonesia baru bisa mensejahterakan 
dirinya sendiri. Belum bisa mensejahterakan sebagian besar rakyatnya.

Baca tulisan selengkapnya di:
http://infoindonesia.wordpress.com

===
Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau 
http://syiarislam.wordpress.com


      

Kirim email ke