http://www.tniad.mil.id/news.php?id=3082
PANGDAM IV/DIPONEGORO : PANCASILA WUJUDKAN PERILAKU DAN APLIKASI
Nilai-nilai yang terkandung pada falsafah dasar negara kita Pancasila harus
diwujudkan dalam bentuk perilaku dan aplikasi. Masyarakat yang cinta terhadap
bangsanya harus dibangun kesadarannya akan visi dan persepsi kebangsaan, kapan
dan dimana mereka dapat mengaktualisasikan tanpa menimbulkan ancaman bagi
keutuhan bangsanya. Serta dalam menghadapi tantangan sekarang dan masa datang,
tugas berat yang kita emban adalah membatasi pengaruh eksternal yang negatif,
serta mencegah terjadinya disintegrasi bangsa akibat benturan domestik yang
melampaui batas. Hal tersebut disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI
Darpito Pudyastungkoro, S.IP, M.M. pada seminar nasional yang diselenggarakan
oleh Gema Jateng di Gedung Juang 45 dalam rangka memperingati hari lahirnya
Pancasila dengan topik Restorasi Amandemen UUD 1945, Senin (2/6) Semarang.
Dengan menyadari betapa saratnya potensi ancaman terhadap persatuan dan
kesatuan bangsa dalam kebhinekaan serta betapa tinggi resiko yang mesti
dipikul, kata Pangdam, maka merekatkan kembali kohesi nasional harus menjadi
agenda yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. Dalam hal ini TNI sebagai bagian
dari sebuah komponen bangsa akan selalu konsisten untuk menjaga keutuhan bangsa
dan negara dibawah bingkai negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila dan UUD
1945.
Kemudian dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Pangdam mengajak kepada
seluruh masyarakat, mari mantapkan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan UUD
1945 sebagai konstitusi negara, yang sesungguhnya merupakan alat pemersatu
bangsa dan negara. Hanya dengan demikian kita dapat melestarikan dan
mengaktualisasikan Pancasila dan UUD 1945 dalam era situasi sekarang ini. Dalam
era globalisasi jangan kerdilkan dan dangkalkan Pancasila dan UUD 1945.
Apa lagi pada era strategis seperti ini, Pancasila harus segera mendapatkan
perlakuan yang adil. Pancasila adalah falsafah bangsa sebagai perekat dan titik
simpul dari aneka kemajemukan primordial maupun keberbedaan sistem alam pikir
anak bangsa, dengan pengembangan fungsi integrasi dari falsafah, demikian dapat
dikatakan bahwa kelima sila akhirnya benar-benar menjadi guiding principles
nasional dan nilai-nilai agung yang memayungi berbagai dinamika sosial yang
terjadi di negeri ini.
Lebih lanjut menurut Pangdam, ditengah makin terbukanya koridor dan bahkan
otoritas suatu bangsa atas wilayahnya, wawasan kebangsaan atau nasionalisme
menjadi perekat utama yang dapat memberikan solusi terhadap berbagai masalah
internal kebangsaan. Paling tidak ada satu penyikapan yang sama dalam merespon
tantangan global yang makin signifikan jika seluruh komponen bangsa mendasarkan
diri pada basic nasionalisme. Dalam konteks inilah siapapun dan apapun peran
kebangsaannya, ia harus secara konsisten dapat mengembangkan sikap
nasionalismenya.
Berangkat dari alur pembahasan tersebut, komitmen The Founding Fathers terhadap
persatuan dan kesatuan bangsa ini tidak dapat kita sangsikan lagi. Roh, jiwa
dan raganya dipersembahkan untuk terjaminnya keutuhan bangsa. Jika menengok
dari bentangan sejarah dan penggalan waktu, dimana bangsa Indonesia dapat
mencapai sebuah konsensus untuk tetap bersatu seperti yang terjadi pada tahun
1908, 1928 dan 1945, semua itu tidak dapat dilepaskan dari landasan kultural
bangsa. Sikap toleran dan keinginan untuk bersatulah yang membawa para pelaku
sejarah itu mampu menafikan berbagai hambatan dan perbedaan yang terjadi.
Pertanyaan kritis adalah, bagaimana kita menyikapi kondisi kritis bangsa kita
saat ini ? Sanggupkah kita mempertahankan warisan luhur para pejuang dan
pendiri Republik ini ?, kata Pangdam.
Jika dilihat dalam tatanan masyarakat maju dan mandiri, sambung Pangdam, dimana
lintas batas tidak lagi jelas, justru wawasan kebangsaan amat memegang peranan
sentral. Wawasan kebangsaan bukan hanya menjadi push power untuk berpacu dan
mampu bersaing dengan negara lain, tetapi secara simultan nasionalisme
sekaligus juga menjadi daya tangkal terhadap berbagai upaya yang dapat
mengancam eksistensi bangsa. Kita paham bahwa UUD 1945 sebagai sebuah
konstitusi memuat norma fundamental negara yang merupakan rujukan bagi semua
aturan hukum dibawahnya dan sebagai perwujudan kedaulatan rakyat yang
didalamnya mengandung keseluruhan sistem ketatanegaraan dari suatu negara yang
berupa kumpulan peraturan yang mengatur, membentuk dan memerintah dalam
pemerintahan negara.
Hal pokok yang harus dipetik dan disepakati bahwa persatuan bangsa yang kita
bangun tidak tersaji atas landasan dan kepentingan etnik, maupun
primordialisme. Tidak juga bersifat temporer dan untuk waktu sementara.
Persatuan Nasional itu kita bangun dan kita tegakkan justru lebih didasari oleh
landasan etik, dan kesadaran bersama sebagai satu bangsa sehingga nilai-nilai
etika kebangsaan yang menyangkut persatuan dan kesatuan terbangun cukup kuat
untuk mengakomodasikan berbagai perbedaan dan bahkan konflik kepentingan, ujar
Pangdam diakhir sambutannya. (Pendam 4/Dispenad/Gnr)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/