iya bener pak! saya jg heran, koq bs dusta itu muncul di HEADLINE surat kabar terkenal ibukota. Sejak kapan orang sekuler menghalalkan segala cara hehe..
--- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > email palsu mengatasnamakan nong tuh. > > heran katanya berjuang untuk islam, kok pakai dusta. > sejak kapan islam menghalalkan segala cara? > > > > At 11:09 AM 6/5/2008 +0700, you wrote: > > >Maaf dapet dari millis lain... > >Ada yang bisa konfirmasi kabar di bawah? > > > >Kalau benar, 1 Juni 2008 merupakan hari pembungkaman atas penolakan > >kenaikan harga BBM.. sesuatu yang disebutkan oleh Metro Realitas juga > >semalam (4 Juni 2008).. > > > >Kalau benar, harus ada respon yang tepat terhadap rekayasa negatif terhadap > >pembungkaman atas aksi penolakan kenaikan harga BBM. > > > >Jangan pilih/percaya lagi para pe-rekayasa negatif sebagai pemimpin > >bangsa!!!! > >:-( > > > >Wassalam, > > > >Irwan.K > > > >--- On Wed, 6/4/08, nda_cak_ep > ><<mailto:nda_cak_ep%40yahoo.com>[EMAIL >PROTECTED]<nda_cak_ep%40yahoo.com>> > >wrote: > >From: nda_cak_ep <<mailto:nda_cak_ep%40yahoo.com>[EMAIL PROTECTED] > ><nda_cak_ep%40yahoo.com>> > >Subject: [permikomnas-crew] Mengungkap dibalik Kejadian Kekerasan Di MONAS > >To: > ><mailto:permikomnas-crew%40yahoogroups.com>[EMAIL PROTECTED] > > <permikomnas-crew%40yahoogroups.com> > >Date: Wednesday, June 4, 2008, 10:23 AM > > > >Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu, > >nama Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis > >Jaringan Islam Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL. > > > >Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada > >kawan-kawan sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian > >sebenarnya dibalik kejadian yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni > >yang lalu. > > > >Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang > >telah di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM > >yang sedang marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk > >Kebebasan Beragama dan Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja > >untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak dibubarkan. > > > >Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL > >Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA, > >Nasaruddin Umar melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY > >di Cikeas, Bogor. Hal ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat > >orang dalam yaitu Andi Malarangeng yang notabene kakak kandung dari > >Rizal Mallarangeng. > > > >Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat > >mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY > >selaku presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL mengalihkan > >isu yang sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain. Rizal M, > >yang merupakan pemuda JIL yang cerdas memberikan usul bagaimana isu > >kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti dengan isu > >membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat isu pembubaran > >ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu mendapatkan perlakuan > >keras dari FPI. > > > >Lalu setelah mendapatkan 'restu' dari presiden Goenawan Mohammad, > >Hamid Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan > >Kayu No. 68 H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana > >membuat skenario agar anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan > >perusakan yang membuat masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu > >setelah melakukan diskusi selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu > > > >akhirnya berhasil membuat skenario yang bagus, dengan memanfaatkan > >momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni, mereka akan membuat > >semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan beragama dan > >berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta yang > >hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut datang > >dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul, bahwa massa > >FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan kekerasan dan > >pengerusakan. > > > >Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi > >SBY melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan > >Mohammad secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi tersebut > >dan akan mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah untuk > >melancarkan aksi tersebut. > > > >Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas JIL, > >termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali dan > >sedang membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa > >kawan-kawan yang diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan > >tugasnya seperti mengundang kalangan pers media cetak dan media > >elektronik untuk hadir di acara tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun > >bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk menghadiri aksi damai > >besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS membuat isu > >kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang damai. > > > >Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue > >tersebut, tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang > >berlangsung dengan membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk > >dan ratusan anggotanya melakukan pemukulan kepada anggota aksi > >tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi kekerasan tersebut. Hal ini yang > >diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi tersebut adalah aksi yang > >dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan memaksa membubarkan > >aksi tersebut. > > > >Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis ketahui > >bahwa, > > > >1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu > >skenario yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan isu BBM. > > > >2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena selama > >ini FPI > >merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan aksi. > > > >3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan > >simpati dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi dibubarkan. > > > >4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan > >untuk memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada. > > > >Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang > >membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama > >dengan kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap > >kawan-kawan setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email > >kekawan-kawan sekalian. Terima kasih. > > > >-------------- > > > >2008/6/4 Ridwan Nyak Baik <<mailto:rbaik%40pertamina.com>[EMAIL PROTECTED]>: > > > > > Menurut anak BEM UI dalam acara diskusi di Metro TV (Selasa, 3/6, > > > malam) di mana Andi M juga hadir, Sang Jubir SBY itu sudah sering > > > membohongi mereka. Katanya bersedia dialog, eh ketika dihubungi tidak > > > bisa......Di depan forum tampak si Bung Kumis tergagap menerima tembakan > > > langsung mahasiswa. Hanya, dengan silat lidahnya ia bebas dari kehilangan > > > muka. Sayang, Mutia Hafidz si pembawa acara tidak mengejarnya.... > > > > > > Salam, > > > > > > RNB > > > > > > > > > > > > -----Original Message----- > > > *From:* <mailto:mediacare%40yahoogroups.com>[EMAIL PROTECTED] > > [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On > > > Behalf Of *Holy Uncle > > > *Sent:* Tuesday, June 03, 2008 10:15 PM > > > *To:* National; media care > > > *Subject:* [mediacare] Malarangeng: Penanganan Bentrokan di Monas Bukan > > > Pengalihan Isu > > > > > > > > > > > > ***"Ini negara hukum. Dalam negara hukum tidak bisa warga negara melakukan > > > kekerasan pada warga negara lainnya, karena itu kita sesali > > > kejadian-kejadian semacam itu. Tapi dalam hal tanggung jawab, pemerintah > > > bertanggungjawab untuk menegakkan hukum kepada siapapun," tegasnya. > > > > > > > > > ****Nah, pemerintah sudah suarakan tanggungjawabnya untuk menegakkan hukum > > > kepada siapapun. Kita tunggu aksi polisi atau Ansor. * > > > > > > > > > 03/06/08 19:02 > > > > > > Malarangeng: Penanganan Bentrokan di Monas Bukan Pengalihan Isu > > > > > > > > > Jakarta (ANTARA News) - Juru bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng menolak > > > adanya anggapan respon pemerintah atas insiden bentrokan antar organisasi > > > masyarakat di kawasan Monumen Nasional akhir pekan lalu sebagai upaya untuk > > > mengalihkan perhatian masyarakat atas masalah kenaikan harga bahan bakar > > > minyak belum lama ini. > > > > > > "Yang melakukan kekerasan kan bukan pemerintah. Pemerintah justru memberi > > > respons karena menjadi tanggung jawab pemerintah untuk melindungi semua > > > warga negara," kata Andi Mallarangen di kompeks Istana Kepresidenan > > Jakarta, > > > Selasa. > > > > > > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

