http://www.antara.co.id/arc/2008/6/9/raja-abdullah-dan-abbas-minta-liga-arab-atur-perundingan-fatah-hamas/
Raja Abdullah dan Abbas Minta Liga Arab Atur Perundingan Fatah-Hamas

Jeddah, Arab Saudi (ANTARA News) - Raja Arab Saudi Abdullah dan Presiden 
Palestina Mahmud Abbas, Ahad, sepakat bahwa Liga Arab harus mengatur 
perundingan-perundingan gencatan senjata antara kelompok Fatah dan Hamas, kata 
seorang diplomat Palestina.
"kedua pihak sepakat bahwa semua dialog antar bangsa Palestina harus dilakukan 
dibawah pengawasan Liga Arab," kata perwakilan Palestina di Riyadh, Jamal 
Shobaki, kepada AFP.
Raja Abdullah dan pemimpin Fatah Abbas juga membahas status 
perundingan-perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina yang didukung 
Amerika Serikat, selama pertemuan Ahad di kota Laut merah Jeddah, kata Shobaki 
menambahkan.
Abbas pekan lalu menyerukan perlunya dilakukan dialog dengan Hamas, yang 
menundukkan kelompok Fatah yang setia dari Jalur Gaza Juni tahun lalu, dan 
meretakkan kebijakan sebelumnya yakni menolak pembukaan dialog sampai kontrol 
atas wilayah diserahkan.
Hamas menanggapi sepakat dengan usulan Abbas, mengemukakan harapan-harapan 
rekonsiliasi antara kedua pihak, meskipun prospek kesepakatan perdamaian dengan 
Israel sebelum akhir tahun ini tampaknya tidak mungkin.
Arab Saudi memprakarsai perjanjian antara Fatah dan Hamas pada awal tahun 2007, 
yang menggiring pembentukan pemerintah persatuan Palestina, namun 
ketegangan-ketegangan tak terkendalikan antara kedua pihak menimbulkan 
pertempuran sengit yang mengakibatkan pengambil-alihan kendali Gaza hanya 
beberapa bulan yang lalu.
Abbas pada Ahad malam bertolak ke Kairo untuk melakukan pembicaraan-pembicaraan 
Senin dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak, kata Shobaki.
Pertemuan difokuskan pada kemarahan Palestina terhadap perluasan pemukiman 
Israel di wilayah Tepi Barat yang mereka caplok, terutama dianeksasinya wilayah 
Arab Jerusalem timur, dan Abbas mengharapkan adanya kemajuan dalam 
perundingan-perundingan terakhirnya dengan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, 
kata kantor berita resmi Mesir MENA.
Liga Arab juga mengatur kesepakatan 21 Mei di ibukota Qatar, Doha, antara 
politisi-politisi Lebanon yang bermusuhan, untuk mengakhiri krisis 18 bulan 
yang meletuskan pertempuran di jalan-jalan yang menewaskan 65 orang. (*)



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke