http://www.tni-au.mil.id/content.asp?ContentId=4408
TNI AU TERIMA CN-235-220 MPA
Dispenau, 6/6/2008
Dirjen Ranahan Marsda TNI Erris Heriyanto saat mendatangani naskah penyerahan
pesawat CN-235-220 MPA disaksikan oleh Dirut PT. DI. Budi Santoso dan Aslog
Kasau Marsda TNI Imam Wahyudi .
TNI Angkatan Udara menerima satu unit pesawat CN-235-220M Configurasi Maritim
Patrol Aircraft (MPA) buatan PT. Dirgantara Indonesia (DI) yang diserahkan
PT.DI melalui Departemen Pertahanan di Apron Skadron Udara 2 Lanud Halim
Perdanakusuma, Jum'at (6/6).
Pesawat yang dibeli dengan kontrak awal KJB/009/DN/M/1996 pada tanggal 22 Juni
1996 antara Departemen Pertahanan RI dengan PT. IPTN tentang pengadaan 3 unit
pesawat CN-235 dengan tail Number N-19, N-21 dan N-40. Dalam perjalanan waktu
terjadi perubahan nilai kontrak menjadi satu CN-235-220 (N-19) dan CN-235-220
(N-19) Military Transport yang telah diserahkan pada tanggal 29 November 2006.
Menurut Dirut PT.DI. Budi Santoso, CN-235-220M konfigurasi MPA adalah pesawat
yang dilengkapi peralatan modern guna mengamankan wilayah perairan Indonesia
dalam tugas pemantauan. Pesawat ini dipasang radar penjejak bahari dan radar
cuaca multi fungsi, search radar tipe Ocean Master 100 MK II produksi Thales
Airborne system buatan Perancis, juga dilengkapi Storm Scope yang dapat
mendeteksi kandungan electro magnetic pada saat berlangsungnya pendeteksian
perairan yang dipandu dengan perangkat bantu elektronik (ESM) tipe Vigile 200
yang juga di produksi Thales.
Pesawat CN-235-220 MPA juga dapat memantau berbagai pergerakan kapal-kapal
dilaut, mulai dari identifikasi nama kapal, bendera, kecepatan hingga nomor
lambung kapal. Dengan adanya pasawat ini diharapkan pencurian kekayaan alam
Indonesia berupa illegal logging dan illegal fishing dapat ditekan seminimal
mungkin, ujarnya.
Kasau dalam sambutannya yang dibacakan Aslog Kasau Marsda TNI Imam Wahyudi
mengatakan, TNI AU selaku instansi pengguna akan memelihara dan mengoperasikan
alutsista ini secara maksimal, dan berupaya alutsista yang dibeli dari uang
rakyat ini mempunyai usia pakai yang panjang dan mempunyai manfaat yang tinggi
demi terselenggaranya tugas pokok TNI AU dalam rangka menjaga keutuhan wilayah
Dirgantara Nasional dan penegakan hukum di Udara.
Menurut Dirjen Ranahan Marsda TNI Erris Heriyanto, PT.DI masih harus
menyelesaikan kekurangannya berupa satu set suku cadang dan beberapa masalah
yang masih pending, yang terkait dengan perangkat keras dan perangkat lunak
terutama software weapon system serta beberapa hal yang belum disempurnakan.
Hadir pada acara tersebut Wakasau Marsdya TNI I Gusti Made Oka, mantan Kasau
Marsekal TNI (Purn) Herman Prayitno, Marsdya TNI Wresniwiro, para Pejabat
Dephan RI, Mabes TNI, Pejabat Mabesau, TNI AL dan para Direksi PT. DI.
[Non-text portions of this message have been removed]