Merdeka!
ah,jawabnya sudah ada di bendera negara, Merah Putih, tak terpisah
satu sama lain,hanya oleh seutas benang tipis.
Merah itu KEBANGSAAN KERAKYATAN.
Putih itu KETUHANAN.

Merah itu NASIONALIS
Putih itu AGAMIS

AGAMIS seharusnya mengadopsi semua nilai nilai kebaikan Versi Tuhan
dari semua agama apapun. Nilai2 Kesucian yang terkandung dalam ajaran
Sidharta, Kristus,Muhammad, dll (bahkan kepercayaan yang saleh)
semuanya membawa kebaikan.Kebaikan biasanya ditandai penyerahan diri
sebesar2nya kepada yang maha pencipta.Kalau ini disepakati, PASTI ADA
TITIK TEMU DALAM MENENTUKAN COMMON SENSE!

Sebaik2nya pejuang kebangsaan, akan sempurnalah apabila ia meyakini
perjuangan yang dilakukannya adalah untuk kebaikan seluruh ummat
manusia.Bukan hanya golongannya saja, semisal dalam Islam itu
rahmatan lil alamiin.
Tentu dalam ajaran putih suci yang dibawa Kristus dan Sidharta juga
berlaku prinsipil yang sama.

Lantas, kalau saya seorang yang berencana mengoyak2 Indonesia dari
dalam, bagaimana caranya?

Gampang sekali...Saya akan pisahkan MERAH dan PUTIH hingga mereka
habis berbunuhan satu sama lain.

Antithesis, kalau saya seorang Indonesia yang ingin membawa
kebangkitan yang 100% kepada negara bangsanya, bagaimana caranya?

Satu satunya cara, adalah melekatkan kembali Sang Merah dan Sang
Putih dengan hanya seutas benang penjahit yang memisahkan keduanya.

Putih itu berada dalam tiap2 hati pemeluk Agama dan Kepercayaan di
Indonesia.
Makanya, satukan MERAH PUTIH, datanglah dalam waktu dekat KEBANGKITAN
BANGSA.

Merdeka!

Yanri,-
Reformasi Agama? tak perlulah, itu sudah mahzab ribuan tahun, dan
sepertinya---ini tipikal entry strategy para NEKOLIM---NEGOSIASIKAN
DEFINISI TUHAN DALAM AGAMA2 MEREKA, MAKA BILA NEGOSIASI DITERIMA
MEREKA, TAK LAMA LAGI BERBUNUHANLAH BANGSA ITU.
This time they do it on ISLAM, next time they will negotiate Christ
and SIdahrta and others.
Kalau jari telunjuk sudah bisa dipatahkan, mematahkan jari2 lainnya
adalah persoalan waktu saja, begitu kata mereka




--- In [EMAIL PROTECTED], Hikayat Dunia <hikdun@> wrote:
>
> Merdeka!
> &nbsp;
> Sebagai buntut dari peristiwa Monas di dalam milis banyak
dibicarakan masalah agama. Di bawah ini sepotong pendapat seseorang
tentang reformasi agama.
> &nbsp;
> "Pemahaman mengenai ajaran agama, apapun agamanya, tentunya harus
> berkembang sesuai perkembangan jaman. Didalam agama Kristen sendiri
> coba anda bandingkan pemahaman agama Kristen jaman sekarang
dibanding
> abad pertengahan, jauh sekali kan bedanya, hal ini disebabkan karena
> munculnya tokoh pembaharu seperti Martin Luther, Calvin, dsb.
> Demikian pula dalam agama Islam, intelektual Islam tentunya
melakukan
> ijtihad untuk memahami AlQuran secara lebih modern yg sesuai dengan
> peradaban modern."
> &nbsp;
> Menghadapi banyak kritik tentang Islam, si penulis berusaha
membandingkan reformasi yang pernah terjadi dalam Agama Kristen dan
pembaharuan yang dilakukan beberapa tokoh Islam. Agar duduk
persoalannya menjadi jelas perlu saya jelaskan masalah reformasi
dalam Agama Kristen.
> &nbsp;
> Pada mulanya, para pendiri Agama Katolik, yaitu keduabelas rasul
berusaha menyebarkan ajaran Yesus sesudah Yesus disalibkan.
Penyebaran dilakukan dari mulut ke mulut dan tidak melibatkan
kekuasaan karena Yesus memang mengajarkan bahwa masalah kerohanian
adalah masalah Tuhan yang harus dipisahkan dari urusan dunia yang
berada di bawah kekuasaan Kaisar.
> Penyebarkan ajaran tersebut ditentang oleh penguasa Romawi sehingga
banyak orang Katolik yang dibunuh. Tetapi walaupun banyak yang mati,
Agama Katolik terus berkembang sampai akhirnya Kaisar Constantinus
malah menjadikan Agama Katolik sebagai Agama Negara dan sejak saat
itu penyimpangan mulai terjadi karena agama dimanfaatkan oleh Kaisar
untuk menunjang kekuasaan.
> Untuk memantapkan kekuasaan Gereja, Paus sebagai pemimpin tertinggi
Gereka Katolik membuat banyak aturan antara lain bahasa dalam
beribadat adalah bahasa Latin sehingga bahasa Latin seolah-olah
menjadi bahasa Tuhan. Umat wajib ke gereja pada hari Minggu dan yang
tidak hadir dinyatakan melakukan dosa besar.
> Waktu terus berjalan dan Paus semakin berkuasa sehingga banyak
ajaran Gereja malah tidak sejalan dengan ajaran Yesus. Ketika Paus
menjadi penguasa seluruh Eropa membawahi para raja, kekuasaan Gereja
berada di puncak kejayaan dan penyelewengan menjadi bertambah-tambah.
> Lalu muncul upaya pembaharuan yang antara lain dihembuskan oleh
Martin Luther yang mengajak untuk kembali ke ajaran Yesus yang
sebenarnya dan reformasi bergulir dan lahirlah Gereka Kristen yang
memisahkan diri dari Gereja Katolik. Pemisahan tersebut menyebabkan
Gereja Katolik juga melakukan introspesi sehingga terjadi juga
pembaharuan antara lain ibadat tidak lagi dilakukan dalam bahasa
Latin tetapi boleh dilakukan dalam bahasa setempat karena Yesus
apalagi Tuhan tidak pernah menentukan dalam bahasa apa ibadat harus
dilakukan.
> Inti dari reformasi dalam Gereja adalah kembali ke ajaran asal atau
dalam istilah poluler yang terjadi adalah back to basic.
> Akibat reformasi dan modernisasi kehidupan di Barat memang gereja
menjadi semakin kosong tetapi tidak berarti ajaran Yesus surut
diamalkan karena yang mengamalkan ajaran Yesus bukan hanya Gereja
tetapi seluruh masyarakat dan pemerintah mengamalkan ajaran Yesus
dalam kehidupan sehari-hari dan bukan dalam bentuk ritual. Pemisahan
urusan pemerintahan dan urusan agama yang merupakan salah satu ajaran
Yesus sudah diterapkan di semua negara maju. Menolong sesama manusia
tidak hanya dilakukan oleh institusi Gereja tetapi dilakukan oleh
masyarakat luas. Walaupun yang menyembah Tuhan dalam bentuk ibadat
secara umum berkurang tetapi kristianitas terus tumbuh.
> &nbsp;
> Apakah reformasi serupa dapat dilakukan dalam Islam?
> &nbsp;
> Muhammad mengatakan bahwa Alquran diturunkan oleh Tuhan dalam
bahasa Arab, sembahyang lima waktu dalam bahasa Arab adalah perintah
Tuhan, puasa pada bulan Ramadhan adalah perintah Tuhan, naik haji
bagi yang mampu adalah perintah Tuhan, kelima Rukun Islam adalah
kewajiban kepada Tuhan.
> Apakah perintah Tuhan boleh diubah? Hanya Tuhan yang tahu dan tidak
ada nabi lagi yang dapat menjawab pertanyaan itu karena menurut
Alquran setelah Muhammad tidak ada lagi nabi. Artinya apa yang
diperintahkan Tuhan kepada umat Islam tidak mungkin diubah lagi. Dari
dulu, hingga sekarang dan untuk selamanya Alquran dan Rukun Islam
tidak mungkin diubah, berarti tidak mungkin ada direformasi.
> &nbsp;
> Menghadapi perubahan jaman di mana manusia dituntut lebih banyak
meluangkan waktunya untuk berkarya menyebabkan waktu untuk
menjalankan kewajiban kepada Tuhan menjadi semakin sempit dan
keinginan menjalan kewajiban itu menimbulkan konflik kepentingan.
> Di dalam masyarakat yang demokratis dan syariat Islam tidak
diwajibkan keimanan dapat luntur sehingga orang lalai melakukan
kewajiban kepada Tuhan dan jika hal itu tarus dibiarkan bukanlah
tidak mungkin Islam akhirnya ditinggalakan pemeluknya.
> Mencegah hal itu terjadi beberapa tokoh Islam terus berjuang agar
Syariat Islam ditegakkan dan &nbsp;mengajak kembali ke asal, back to
basic, yaitu menjalankan ajaran Islam dengan benar sesuai Alquran,
Hadis dan apa yang dicontohkan Muhammad, sehingga tidak heran apa
yang dilakukan Muhammad dan pengikutnya yang berjumlah 10.000 orang
mengendari unta dan menghunus pedang meruntuhkan kekuasaan suku
Quraisy selaku penguasa Mekah lalu menghancurkan patung-patung yang
ada di sekitar Kabah menjadi inspirasi bagaimana seharusnya Islam
ditegakkan.
> &nbsp;
> Perlu direnungkan apa yang harus kita lakukan di Indonesia bagi
kejayaan bangsa kita sendiri.
> &nbsp;

Kirim email ke