Membongkar Jaringan
AKKBB (Tamat)
Kamis, 12 Jun 08 09:47 WIB
Kirim teman
Strategi yang dilakukan kelompok liberal
dan juga para sekutunya di Indonesia untuk menghancurkan gerakan-gerakan
Islam—termasuk Front Pembela Islam (FPI), adalah dengan dua cara utama:
Strategi Izharul Islam, yakni
berpura-pura sebagai bagian dari kelompok umat Islam Indonesia namun dari
“dalam” menghancurkan Islam itu sendiri.
Dalam sejarah negeri ini,
strategi Izharul Islam telah diperkenalkan oleh seorang orientalis Yahudi
Belanda bernama Snouck Hurgronje yang berpura-pura menjadi seorang Muslim namun
dikemudian hari terbukti bahwa Hurgronje merupakan musuh dalam selimut.
Demikianlah
yang dikerjakan kaum liberal di Indonesia.
Strategi kedua adalah dengan
memecah-belah umat Islam Indonesia (dev id e et Impera). Mereka memecah umatan
tauh id ini dengan istilah-istilah
kaum pembaharu dan kaum tradisional, kaum radikal dan kaum moderat, Islam
liberal dan Islam Literal, bahkan Jaringan Rahmatan Alamin (maksudnya
“Islam” yang berbaik-baik dengan Zionis-Yahudi seperti halnya
Abdurrahman Wah id dan kawan-kawan)
berhadapan dengan Jaringan Terorisme. Suatu istilah yang keji yang dipakai
secara terang-terangan di situs libforall.com.
Guna meracuni opini publik maka
senjata utama mereka adalah media massa, baik cetak (majalah, koran, tablo id ,
dan aneka penerbitaan buku), radio, situs dan
aneka milis, maupun teve. Serangan media massa jaringan liberal ini secara
kasar terlihat sekali dalam memberitakan apa yang terjadi setelah peristiwa
benrokkan di Monas, 1 Juni 2008.
Mereka beramai-ramai berusaha keras
membentuk opini publik bahwa FPI harus dibubarkan karena meresahkan masyarakat,
radikal, bahkan disebut sebagai ‘barisan preman berjubah’. Di sisi
lain mereka menayangkan aneka liputan tentang bagaimana tertindasnya kelompok
sesat Ahmadiyah. Mereka sama sekali t id ak
memuat sejumlah fakta bahwa AKKBB sebenarnya menyalahi rute aksi di hari
tersebut, memprovokasi dan menantang FPI terlebih dahulu, bahkan ada peserta
demonya yang membawa-bawa senjata api.
Padahal bisa dibayangkan,
andaikata yang membawa senjata api itu salah seorang anggota FPI, maka dalam
waktu sekejap pasti dunia internasional sudah mengetahuinya, bahkan t id ak
mustahil Kedubes AS akan segera menekan SBY
untuk menangkap si pelaku.Dan SBY segera memerintahkan Kapolri untuk menurunkan
Pasukan Elit Polri Densus 88 untuk memburunya.
Apa yang dilakukan media massa
pro-liberal ini sesungguhnya mengikuti arahan yang sudah ditulis oleh Cheryl
Bernard dari think-tank Zionis Amerika (kelompk Neo-Con di mana salah satu pen
to lannya
adalah Paul Wolfowitz, si Zionis-Yahudi Gedung Putih, teman dekat Abdurrhaman
Wah id ) bernama Rand Corporation
dalam artikelnya yang berjudul “CIVIL
DEMOCRATIC ISLAM, PARTNERS, RESOURCES, AND STRATEGIES”. Inilah
artikelnya:
STRATEGI: PECAH
BELAH KELOMPOK ISLAM
Langkah pertama melakukan
klasifikasi terhadap umat Islam berdasarkan kecenderungan dan sikap politik
mereka terhadap Barat dan nilai-nilai Demokrasi.
Pertama : Kelompok Fundamentalis: menolak
nilai-nilai demokrasi dan kebudayaan Barat kontemporer. Mereka menginginkan
sebuah negara o to riter yang puritan
yang akan dapat menerapkan Hukum Islam yang ekstrem dan moralitas. Mereka
bersedia memakai penemuan dan teknologi modern untuk mencapai tujuan mereka.
Kedua : Kelompok Tradisionalis: ingin suatu
masyarakat yang konservatif. Mereka mencurigai modernitas, inovasi, dan
perubahan.
Ketiga: Kelompok Modernis: ingin Dunia Islam
menjadi bagian modernitas global. Mereka ingin memodernkan dan mereformasi
Islam dan menyesuaikannya dengan zaman.
Keempat : Kelompok Sekularis: ingin Dunia Islam
untuk dapat menerima pemisahan antara agama dan negaradengan cara seperti yang
dilakukan negara-negara demokrasi industri Barat, dengan agama dibatasi pada
lingkup pribadi.
STRATEGI BELAH
BAMBU DAN ADU DOMBA
Setelah membagi-bagi umat Islam
atas empat kelompok itu, langkah berikutnya yang penting yang direkomendasi
Rand Corporation adalah politik belah bambu. Mendukung satu pihak dan
menjatuhkan pihak lain, berikutnya membentrokkan antar kelompok tersebut. Upaya
itu tampak jelas dari upaya membentrokkan antara NU yang dikenal tradisionalis
dengan ormas Islam yang Barat sering disebut Fundamentalis seperti FPI, HTI,
atau MMI.
Hal ini dirancang sangat detil. Berikut langkah-langkahnya:
Pertama, Support the modernists first (mendukung kelompok Modernis) dengan,
* Menerbitkan dan mengedarkan karya-karya mereka dengan biaya yang
disubs id i,
* Mendorong mereka untuk menulis bagi audiens massa dan bagi kaum muda,
* Memperkenalkan pandangan-pandangan mereka dalam kurikulum pend id
ikan Islam,
* Memberikan mereka suatu platform publik
* Menyediakan bagi mereka opini dan penilaian pada
pertanyaan-pertanyaan yang fundamental dari interpretasi agama bagi audiensi
massa dalam persaingan mereka dengan kaum fundamentalis dan tradisionalis, yang
memiliki Web sites, dengan menerbitkan dan menyebarkan pandangan-pandangan
mereka dari rumah-rumah, sekolah-sekolah, lembaga-lembaga, dan sarana yang
lainnya.
* Memposisikan sekularisme dan modernisme sebagai sebuah pilihan
“counterculture” bagi kaum muda Islam yang t id ak puas.
* Memfasilitasi dan mendorong kesadaran akan sejarah pra-Islam dan
non-Islam dan budayannya, di media dan di kurikulum dari negara-negara yang
relevan.
* Membantu dalam membangun organisasi-organisasi sipil yang
independent, untuk
* Mempromosikan kebudayaan sipil (civic culture) dan memberikan ruang
bagi rakyat biasa untuk mend id ik diri mereka sendiri mengenai proses politik
dan mengutarakan pandangan-pandangan mereka.
Kedua, Support the traditionalists against the fundamentalists : Mendukung kaum
tradisionalis dalam menentang kaum fundamentalis. Langkah-langkah yang
dilakukan antara lain,
* Menerbitkan kritik-kritik kaum tradisionalis atas kekerasan dan
ekstrimisme yang dilakukan kaum fundamentalis; mendorong perbedaan antara kaum
tradisionalis dan fundamentalis.
* Mencegahaliansi antara kaum tradisionalis dan kaum fundamentalis.
* Mendorongkerja sama antara kaum modernis dan kaum tradisionalis yang
lebih dekat dengan Kaum modernis.
* Jikamemungkinkan, d id ik kaum tradisionalis untuk mempersiapkan diri
mereka untuk mampu melakukan debat dengan kaum fundamentalis. Kaum
fundamentalis secara re to rika seringkali lebih superior, sementara kaum
tradisionalis melakukan praktek politik „Islam pinggiran” yang kabur. Di
tempat-tempat seperti di Asia Tengah, mereka mungkin perlu untuk d id id ik dan
dilatih dalam Islam or to doks untuk mampu mempertahankan pandangan mereka.
* Menambah kehadiran dan profil kaum modernis pada lembaga-lembaga
tradisionalis.
* Melakukan diskriminasi antara sek to r-sek to r tradisionalisme yang
berbeda. Mendorong orang-orang dengan ketertarikan yang lebih besar atas
modernisme, seperti pada Mazhab Hanafi, lawan yang lainnya. Mendorong mereka
untuk membuat isu opini-opini agama dan mempopulerkan hal itu untuk memperlemah
o to ritas dari penguasa yang terinspirasi oleh paham Wahhabi yang terbelakang.
Hal ini berkaitan dengan pendanaan. Uang dari Wahhabi diberikan untuk mendukung
Mazhab Hambali yang konservatif. Hal ini juga berkaitan dengan pengetahuan.
Bagian dari Dunia Islam yang lebih terbelakang t id ak sadar akan kemajuan
penerapan dan tafsir dari Hukum Islam.
* Mendorongpopularitas dan penerimaan atas Sufisme.
Ketiga, Confront and oppose the fundamentalists: Mengkonfrontir dan menentang
kaum fundamentalis. Langkah-langkahnya antara lain:
* Menentang tafsir mereka atas Islam dan menunjukkan ket id ak
akuratannya.
* Mengungkap keterkaitan mereka dengan kelompok-kelompok dan
aktivitas-aktiviats illegal.
* Mengumumkan konsekuensi dari tindakan kekerasan yang mereka lakukan.
* Menunjukkan ket id ak mampuan mereka untuk memerintah, untuk
mendapatkan perkembangan positif atas negara-negara mereka dan
komunitas-komunitas mereka.
* Mengamanatkan pesan-pesan ini kepada kaum muda, masyarakat
tradisionalis yang alim, kepada minoritas kaum muslimin di Barat, dan kepada
wanita.
* Mencegah menunjukkan rasa hormat dan pujian akan perbuatan kekerasan
dari kaum Fundamentalis, ekstrimis dan teroris. Kucilkan mereka sebagai
pengganggu dan pengecut, bukan sebagai pahlawan.
* Mendorong para wartawan untuk memeriksa isu-isu korupsi, kemunafikan,
dan t id ak bermoralnya lingkaran kaum fundamentalis dan kaum teroris.
* Mendorong perpecahan antara kaum fundamentalis.
Keempat, Secara selektif mendukung kaum sekuler:
* Mendorong pengakuan fundamentalisme sebagai suatu musuh bersama,
mematahkan aliansi dengan kekuatan-kekuatan anti Amerika berdasarkan hal-hal
seperti nasionalisme dan id eology kiri.
* Mendorong id e bahwa agama dan Negara juga dapat dipisahkan dalam
Islam dan bahwa Hal ini t id ak membahayakan keimanan tapi malah akan
memperkuatnya. Pendekatan manapun atau kombinasi pendekatan manapun yang
diambil, kami sarankan bahwa hal itu dilakukan dengan sengaja dan secara
hati-hati, dengan mengetahui beban simbolis dari isu-isu yang pasti;
konsekuensi dari penyesuaian ini bagi pelaku-pelaku Islam lain, termasuk resiko
mengancam atau mencemari kelompok-kelompok atau orang-orang yang sedang kita
berusahah bantu; dan kesempatan biaya-biaya dan konsekuensi afiliasi yang t id
ak diinginkan dan pengawasan yang tampaknya pas buat mereka dalam jangka
pendek.
KELEMAHAN UMAT ISLAM INDONESIA
Umat Islam Indonesia sebenarnya kuat, kompak, dan
berjuang menegakkan Islam dengan ikhlas, bahkan jika perlu nyawa pun jadi
taruhannya. Hanya saja, kelemahan yang paling mendasar adalah umatan tauh id
ini t id ak
memiliki media massa yang kuat, apakah itu koran atau stasiun teve.
Dan amat disayangkan pula, sebagian pemimpin umat ini
sekarang sudah banyak yang dijangkiti penyakit wahn,
yakni cinta dunia melebihi kecintaannya pada akherat, sehingga membeli mobil
mewah seperti Bentley yang satu unitnya miliaran rupiah mampu, tapi membuat
satu harian untuk kemashlahatan umat, mengaku t id ak
mampu. Padahal Bentley t id ak akan
bisa dibawa ke liang kubur.
Mudah-mudahan Allah SWT memberikan umatan tauh id ini seorang pemimpin yang
sungguh-sungguh
menegakkan dan mengh id up Islam,
bukan malah h id up dengan menunggangi
umat Islam. Amien Ya Allah! (Tamat/Rizki)
-----Inline Attachment Follows-----
_______________________________________________
Saksi mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://178660.ds.nac.net/mailman/listinfo/saksi_groups.syahid.com