Mas, saya kira bobot Sri Sultan Hamengku Buwono dengan tradisi 
nasionalist kerajaan Jogya adalah jauh lebih besar dari pangeran 
palembang ini. 

Jangan lupa, kerajaan Jogyakarta dimasa revolusi adalah tuan rumah 
bagi pemerintah RI, dan penggagas Serangan Fajar terhadap Belanda.

Salam

Danardono


--- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> buat satrio penting sekali rupanya menampilkan sikap sultan
> palembang, tapi tak penting menampilkan sikap sultan
> hamengkubuwono yang lebih banyak pengikutnya?
> 
> hmm, ya, ya, saya mengerti....
> 
> 
> 
> At 03:58 AM 6/12/2008 -0700, Satrio Arismunandar wrote:
> 
> >Saya tak tahu, apakah berita ini dimuat koran nasional (karena 
saya saat 
> >ini sedang di Aceh). Namun, Harian Aceh (12 Juni) memuat berita 
tentang 
> >demo ribuan warga dari berbagai kelompok Islam dan kelompok 
nasionalis di 
> >Palembang, Sumsel.
> >
> >Aksi itu digelar di bundaran air mancur, Palembang, mulai pukul 
14.00 WIB, 
> >Rabu (11/6). Demo menuntut agar Munarman, Panglima Komando Laskar 
Islam 
> >(KLI), yang kini ditahan polisi agar dibebaskan. Massa juga 
menuntut agar 
> >Habib Rizieq Shihab dibebaskan.
> >
> >Yang unik, Sultan Palembang, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, 
dan 
> >ulama-ulama sepuh lain ikut dalam demo tersebut. Dari sekian 
Sultan dan 
> >monarki yang masih tersisa di Indonesia, Sultan Palembang ini 
rupanya 
> >"agak berbeda" dalam penyikapan dan cara pengungkapannya. Menarik 
juga. ***
> >
> >[Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke