----- Original Message ----- 
Sent: Thursday, June 12, 2008 8:08 PM
Subject: Terusan: Jangan takut jadi orang aneh





   





Jangan takut jadi 
orang aneh 


"Dunia memang aneh", Gumam Pak Ustadz 

"Apanya yang aneh Pak?" 
Tanya Penulis yang fakir ini. 

"Tidakkah antum (kamu/anda) perhatikan di 
sekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, 
tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, 
sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa" 


"Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, 
antum ke masjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai 
minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan 
apa yang antum alami" Kata Pak Ustadz. 

Tanpa banyak tanya, penulis 
melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap 
dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang 
berjarak sekitar 200 M dari rumah. 

Belum setengah perjalanan, penulis 
berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi 
anaknya" 

"Aduh, tumben nih rapi banget, kayak pak ustadz. Mau ke mana, 
sih?" Tanya ibu muda itu. 

Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena 
memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz di 
atas, menjadi sesuatu yang lain rasanya... 

"Kenapa orang yang hendak 
pergi ke masjid dengan pakaian rapi dan memang semestinya seperti itu dibilang 
"tumben"? 

Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan memberi makan anaknya 
di tengah jalan, di tengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja? 


Kenapa orang ke masjid dianggap aneh? 

Orang yang pergi ke masjid 
akan terasa "aneh" ketika orang-orang lain justru tengah asik nonton reality 
show “SUPERSOULMATE” . 

Orang ke masjid akan terasa "aneh" ketika 
melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol di pinggir jalan dengan suara 
lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan. 

Orang ke masjid terasa 
"aneh" ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor karena 
kehujanan. 

Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya 
tersenyum, "Kamu akan banyak menjumpai "keanehan-keanehan" lain di sekitarmu," 
kata Pak Ustadz. 

"Keanehan-keanehan" di sekitar kita? 

Cobalah 
ketika kita datang ke kantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti akan 
nampak 
"aneh" di tengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan mengobrol. 


Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa "aneh", 
karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh di tengah-tengah sebuah 
lingkungan dan teman yang biasa shalat di akhir waktu. 

Cobalah berdzikir 
atau tadabur al Qur'an ba'da shalat, akan terasa aneh di 
tengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan 
makin 
terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya nyaman 
dan 
tidak silau. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang di tempat orang 
tidur, 
bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang di tempat shalat. Aneh, 
bukan? 

Cobalah hari ini shalat Jum'at lebih awal, akan terasa aneh, 
karena masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah ke dua 
menjelang selesai. 

Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi 
nasehat, akan terasa aneh di tengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, 
plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu, dan test..test, test 
saja. 

Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, 
atau ayat al Qur'an, pasti akan terasa aneh di tengah 
orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita 
hot atau lainnya. 

Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi 
sekali lagi jangan takut menjadi orang "aneh" selama keanehan kita sesuai 
dengan 
tuntunan syari'at dan tata nilai serta norma yang benar. 

Jangan takut 
dibilang "tumben" ketika kita pergi ke masjid, dengan pakaian rapi, karena 
itulah yang benar yang sesuai dengan al Qur'an (Al A'raf:31) 


Jangan takut dikatakan "sok alim" ketika kita lakukan shalat dhuha di 
kantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak 
karuan. 

Jangan takut dikatakan "Sok Rajin" ketika kita shalat tepat pada 
waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya 
terhadap orang-orang beriman. 

"Maka 
apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, 
di 
waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, 
Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah 
fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (Annisaa:103) 


Jangan takut untuk shalat Jum'at/shalat berjama'ah berada di 
shaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah. Karena di shaf terdepan itu 
ada kemuliaan sehingga di jaman Nabi Salallahu'alaihi wassalam para sahabat 
bisa 
bertengkar cuma gara-gara memperebutkan berada di shaf depan. 

"Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk 
menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan 
tinggalkanlah jual beli [1475]. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu 
mengetahui". (Al Jumu'ah:9) 

Jangan takut kirim artikel berupa 
nasehat, hadits atau ayat-ayat al Qur'an, karena itu adalah 
sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati, saling menyeru dalam 
kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan; 


"Siapakah yang lebih baik 
perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang 
saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah 
diri?" (Fusshilat:33) 


Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah 
menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali kita menyerukan, sekali kita 
kirim artikel, lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, lenyap donk 
ladang amal kita.... 

Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, 
test-test saja bisa kirim e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus 
berpikir ratusan atau bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat. Aneh 
nggak, sih? 

Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, atau sok 
tahu. Lha wong itu yang disuruh kok, "sampaikan dariku walau satu ayat" 
(potongan dari 
hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3461 dari hadits Abdullah Ibn 
Umar). 

Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail 
itu berisi kebenaran dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail 
dari orang-orang terkenal, e-mail dari manajer atau dari siapapun kalau isinya 
sekedar dan ala kadarnya 
saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim saja. Mutiara akan tetap jadi 
mutiara terlepas dari 
siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak akan pernah menjadi emas, meskipun 
berasal dari tempat yang mewah sekalipun. 

Lakukan 
"keanehan-keanehan" yang dituntun manhaj dan syari'at yang benar. 


Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun itu akan serasa aneh 
ditengah orang-orang yang berbikini dan ber-you can see. 

Jangan takut 
mengatakan perkataan yang benar (Al Qur'an & Hadist), 
meskipun akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak 
bermoral. 

Lagian kenapa kita harus takut disebut "orang aneh" atau 
"manusia langka" jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru 
yang akan menyelematkan kita? 

Selamat jadi orang aneh yang bersyari'at 
dan bermanhaj yang benar... 


NB: Silahkan menyebarkan email ini. 
Tidak ada embel-embel apapun melainkan "DAKWAH" mengharap Ridhonya 
Allah-ku. 

 
 
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke