memang congor para ALIEN & pengasong liberal ini ruaar biasa rusaknya,
di satu sisi mereka membela ahmadiyah agar tdk dibubarkan tp mereka
meminta FPI dibubarkan, sangat tdk waras deh.

celakanya, ber'modal'kan dana milyaran, mereka dg mudahnya menggunakan
media utk dijadikan corong propaganda sesatnya, tp sayang masyarakat
udh mengenal 'taktik' busuk mirip penjajah londo ini hehe
akhirnya...kecele deh 

buktinya  polling menggambarkan demikian. Wah koq bs RAIB ni polling,
oh mungkin ga sesuai dg tujuan awal dibuatnya polling ini hehe.. 


Polling FPI di Liputan6.com "Raib"        
Jumat, 13 Juni 2008

Polling "pembubaran" FPI di  Liputan6.com tiba-tiba "raib".
Sebelumnya, hasil polling di situs stasiun TV itu justru tak
menginginkan FPI dibubarkan!

Hidayatullah.com--Tanpa ada pemberitahuan yang jelas, polling
pembubaran FPI di Liputan6.com tiba-tiba "raib". Sebagaimana diketahui
sebelumnya situs ini menyediakan polling terbuka untuk menjaring sikap
masyarakat tentang keberadaan Front Pembela Islam (FPI) terkait kasus
Monas.

"Catatan aksi kekerasan Front Pembela Islam (FPI) cukup panjang.
Terakhir, para anggotanya terlibat penyerangan Aliansi Kebangsaan
Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Beberapa pihak
meminta FPI dibubarkan. Setujukah Anda jika FPI diburkan?" Begitu
Liputan6.com  mengawali polling.

Pasca kasus Monas, 1 Juni 2008 lalu, setidaknya ada empat media online
membuat polling serupa. Selain Liputan6.com, ada situs detik.com,
situs milik PBNU, www.nu.or.id dan Republika online.

Yang mengagetkan, umumnya hasil polling keempat media itu menunjukkan
ketiksetujuan responden membubarkan FPI.

Pantauan www.hidayatullah.com Selasa pagi,  10 Juni 2008 hasil polling
Liputan6.com menunjukkan, 59% (atau 89.126 pembaca tak menginginkan
FPI dibubarkan). Hanya 41%, atau 62.093 pembaca meminta FPI
dibubarkan. Sisanya 272 (0%), menyatakan abstain.

Setiap hari, jumlah peserta polling yang memilih opsi menolak
pembubaran FPI justu semakin meningkat, sehingga menjelang pukul 3:00,
mereka yang menolak pembubaran FPI merangkak menjadi 60%, sedangkan
yang menolak 40%. Namun kemudian, esoknya, tampilan polling itu "raib"
entah ke mana. Tidak ada pengumuman mengapa polling ditutup.

Sedangkan polling di Detik.com hasilnya menunjukkan pihak yang enggan
FPI dibubarkan masih tetap unggul. Sekitar 56, 76 % dengan pemilih
sebanyak 26022 orang. Sedangkan pihak yang menginginkan FPI bubar
meraih 43,24% dengan pemilih sebanyak 19826 orang.
Adapun Polling di www.republika.co.id, mereka yang menginginkan FPI
tidak dibubarkan melejit menjadi 85,5%. Di www.nu.or.id dukungan agar
FPI tidak dibubarkan juga meningkat dari 59 % menjadi 62%.  Yang tak
menginginkan FPI dibubarkan beralasan, "keberadaannya harus tetap
dipertahankan guna menghapus kemaksiatan dan melawan kelompok 
liberal." [thoriq/www.hidayatullah.com]

Kirim email ke