Di Usianya yang ke-80, Tim Bango Raih Peringkat Pertama dalam The  Dream Team 
Championship

Tim Pemasaran Kecap Bango dari PT Unilever Indonesia, Tbk. baru-baru ini 
berhasil meraih peringkat pertama dalam  The Marketing Dream Team Championship, 
ajang pemilihan tim pemasaran 
terbaik yang diselenggarakan oleh majalah SWA bekerjasama dengan  Indonesian 
Marketing Association (IMA) dan MarkPlus & Co. dan tahun  ini adalah 
penyelenggaraan ketiga kalinya. 

The Marketing Dream Team Championship (DTC) adalah penghargaan bagi 
Tim Marketing terbaik yang menangani merek tertentu. Di ajang ini, 
Tim Pemasaran Kecap Bango berhasil menyisihkan 8 tim pemasaran dari 
perusahaan lain yang masuk dalam babak final, berdasarkan kriteria 
2007 Strategy Deployment.

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk., Maurits Lalisang 
menyambut baik hasil yang diraih timnya pada ajang Marketing DTC kali 
ini. "Secara internal, tim Bango juga tergolong berprestasi. Tim ini 
masuk dalam jajaran Club 25, yaitu merek-merek yang berhasil meraih 
pertumbuhan di atas 25%. Merek Bango menjadi salah satu favorit di 
Unilever, karena memiliki misi sosial sangat kuat, yaitu membantu 
meningkatkan kesejahteraan petani kedelai hitam yang saat ini sudah 
mencapai 4 hingga 5 ribu petani. Selain itu, Bango juga menjalankan 
misi melestarikan makanan dan masakan tradisional di tengah gempuran 
masakan asing. Ternyata misi sosial ini berdampak signifikan pada 
penjualan Bango," ujar Maurits.

Memoria Dwi Prasita, Brand Manager Kecap Bango mengatakan, "Salah 
satu yang membuat tim Bango unggul adalah keberhasilan mengangkat 
sebuah merek yang awalnya merupakan merek lokal, menjadi merek 
nasional dan berpotensi go international. Strategi yang kami terapkan 
sangat komprehensif, kami sadar bahwa availability produk merupakan 
kunci utama sebagai merek nasional, untuk itu hal yang pertama 
dilakukan adalah memenuhi distribusi menjangkau wilayah nusantara, 
baik melalui modern trade ataupun traditional trade."

Untuk mengikuti Marketing DTC ini, panitia mewajibkan peserta untuk 
membuat kertas kerja (paper) tentang strategi dan prestasi mereka. 
Paper ini yang selanjutnya menjadi bahan seleksi awal bagi dewan juri 
untuk memutuskan apakah peserta layak melaju ke babak berikutnya 
(final) atau tidak. Di sini, kemampuan para pemasar "menjual" 
strategi dan prestasinya dalam sebuah tulisan sangat dibutuhkan. 
Dewan juri dalam ajang DTC ini terdiri dari Andrianto Widjaja yang 
mewakili IMA; Y.W. Junardy (IMA); Franz Astari (IMA); Kemal Effendi 
Gani (SWA); Yuwohady ( MarkPlus); dan Hardianto Artmadja (SNS Group).

"Keberhasilan kami memperoleh penghargaan Marketing DTC ini, tidak 
lepas dari peranan tim Bango, baik yang saat ini maupun tim Bango 
terdahulu, dan agensi yang membantu kami dalam menjalankan program-
program kami, untuk itu kami mengucapkan terima kasih, terutama juga 
kepada masyarakat yang telah mendukung program-program Bango selama 
ini", ungkap Memoria.

Dan untuk mewujudkan komitmen Bango agar dapat terus memberikan  kualitas yang 
baik sekaligus menjalankan misi sosialnya untuk melestarikan warisan kuliner 
nusantara, tahun ini Bango kembali menggelar Festival Jajanan Bango (FJB) untuk 
ke-4 kalinya. FJB 2008 diadakan di tiga kota yaitu:  Surabaya (Sabtu, 10 Mei 
2008), Bandung (Sabtu, 28 Juni 2008), dan  Jakarta (Jumat-Sabtu, 8-9 Agustus 
2008).



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke