Sepertinya bahasa Inggrisnya : Dead or Alive. Entah bahasa Arabnya apa.
KM 
 
-------Original Message-------
 
From: sipitung68
Date: 14/06/2008 12:18:44
To: [email protected]
Subject: [ppiindia] Wanted, Die Or Live!
 
wah apa bener nih akkbb organisasi LIAR alias ILEGAL? waduh, beritanya
ngawur nih, yg namanya organisasi ALIEN pasti terdaftar di Dept dlm
negri bangsa alien ya mungkin di planet mars atau neptunus. Coba aja
check deh!

Wanted, Die Or Live!

Kasus rusuh Monas, Ahad (1/6) lalu masih menyisakan banyak pertanyaan.
Berbagai media massa sekuler, baik itu media cetak maupun teve, tidak
lagi terlihat getol memberitakannya. Ini disebabkan pemerintah
akhirnya mengeluarkan SKB Tiga Menteri yang memerintahkan agar
kelompok sesat Ahmadiyah berhenti melakukan semua kegiatannya (9/6).

Tudingan biang keladi rusuh Monas yang tadinya banyak diarahkan ke FPI
pun kini sudah tidak lagi demikian. Banyak tokoh masyarakat maupun
pejabat negara yang berbalik menuding AKKBB sebagai pihak yang harus
bertanggungjawab. Kapolri Jenderal Soetanto sendiri dalam sebuah
kesempatan di depan anggota DPR menyatakan dengan tegas jika rusuh
Monas bisa terjadi karena ulah AKKBB sendiri yang menyalahi janji
tentang rute aksi demo dan melakukan provokasi kepada massa umat Islam
di Monas. "AKKBB sendiri yang cari-cari masalah!" tandas Kapolri (12/6).

Hanya saja, pengusutan atas kasus rusuh Monas yang dilakukan oleh
pihak kepolisian terasa sekali berat sebelah alias tidak memenuhi asas
keadilan. Ketua FPI Habib Rizieq yang tidak tahu apa-apa, tidak berada
di TKP dan tidak memerintahkan penyerangan, ditangkap dan ditahan.
Namun tokoh-tokoh AKKBB sampai hari ini masih saja bebas melenggang
dalam kebebasan. Jika polisi adil tentu tokoh-tokoh AKKBB juga harus
diseret dan dipenjarakan seperti Habib Rizieq. Apalagi organisasi
bernama AKKBB merupakan organisasi yang tidak tercatat keberadaannya
di Departemen Dalam Negeri alias organisasi ilegal.

Salah satu yang harusnya ditelusuri pihak kepolisian dalam kasus rusuh
Monas adalah seorang pria berkostum AKKBB, berada di tengah-tengah
massa AKKBB, yang membawa-bawa senjata api dalam aksi unjuk rasa
tersebut. Lelaki ini harus dikejar, dijadikan buronan (DPO), dicekal
tidak boleh keluar negeri, untuk diseret ke proses hukum karena
melakukan perbuatan yang jelas-jelas melanggar hukum.

Beberapa hari lalu, dalam milis-milis di dunia maya, foto lelaki
tersebut beredar. Wajahnya jelas dan pistol yang dibawanya pun jelas.
Dengan bekal ini seharusnya polisi mampu mengejarnya. Jika perlu
polisi harus menyebarkan gambar tersebut, menggambar ulang wajah
tersebut dan menyebarkannya ke semua tempat-tempat umum di Indonesia.
Gambar-gambar ini harus ditempel di stasiun kereta api, bandara udara,
terminal, halte bus, rumah-rumah makan, pelabuhan, kantor-kantor,
pangkalan ojek, dan sebagainya.

Agar lebih mudah, harusnya polisi menyeret dahulu tokoh-tokoh AKKBB
untuk bertanggungjawab atas aksi demonya kemarin tersebut, sama
seperti cara pengusutan polisi terhadap tersangka kasus terorisme.
Karena orang yang bawa-bawa senjata api dalam aksi demo yang
diklaimnya "aksi damai" sama saja dengan teroris yang berbahaya. Kita
tunggu saja polisi mengejarnya, atau jika perlu, umat Islam akan
mencarinya sendiri? Die or Live. (rz)


 
 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke