--- On Sat, 6/14/08, yayan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: yayan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Global Warming Indonesia ORG] Global Warming Picu Stress
To: "global warming" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Saturday, June 14, 2008, 3:19 PM
Dari kejauhan terlihat sepasang
muda mudi berhenti di bawah pokok pohon yang berdaun lebat. Keringat
membasahi sekujur tubuh mereka, dan ini dapat dilihat dari pakaian yang
dikenakan. Cuaca hari ini cukup panas, kata si pemuda sambil melap
keringat yang hampir masuk ke dalam matanya.
Tidak berapa lama,
awan hitam disertai angin kencang bertiup, meliukkan dahan-dahan
pepohonan dan menerbangkan daun-daun pohon yang menguning. Hujan,
kata gadis manis yang berdiri disampingnya. Sepenggal cerita ini
memberikan gambaran pada kita, betapa cepatnya perubahan cuaca yang
terjadi di bumi saat ini.
Menurut Gatut Susanta dan Hari Sutjahjo
dalam bukunya Akankah Indonesia Tenggelam Akibat Pemanasan Global,
bahwa cuaca merupakan rata-rata kondisi atmosfer disuatu tempat
tertentu dengan waktu yang relative singkat. Kondisi seperti ini
dicermati oleh para ahli sebagai hal yang luar biasa, kemungkinan ada
hubungannya dengan pemanasan global.
Global warming atau pemanasan
global merupakan salah satu isu yang sangat penting di seluruh dunia
saat ini, selain terorisme. Para kepala negara di seluruh dunia selalu
menyempatkan diri membahas isu ini pada momen-momen pertemuan tingkat
regional maupun internasional.
Begitu pentingnya isu ini,
baru-baru ini panitia pemberi Nobel, The Norwegian Nobel Committee
menganugerahkan Nobel Perdamaian kepada mantan Wakil Presiden Amerika
Serikat, Albert Arnold (Al) Gore Jr, dan Intergovernmental Panel on
Climate Change (IPCC) atas usahanya untuk membangun dan menyebarkan
pengetahuan tentang global warming pada masyarakat dunia.
Fenomena pergantian panas ke hujan dalam waktu yang
begitu singkat perlu dicermati, jelas drh Iwan Sahrial MSi pada Kru
Infovet di Gedung Pasca Sarjana Sain Veteriner Universitas Gadja Mada
Yogyakarta. Menurutnya musim hujan merupakan petaka bagi peternak
karena pada musim ini disinyalir kelembaban udara di luar maupun di
dalam lingkungan kandang cukup tinggi, sehingga dikuatirkan terjadinya
pertumbuhan jamur terutama pada pakan yang disimpan pada tempat-tempat
yang lembab.
Dalam jumlah sedikit, kehadiran jamur sukar
dideteksi oleh peternak, namun pada populasi yang cukup banyak, jamur
bisa membahayakan baik bagi ternaknya maupun bagi konsumen produk asal
ternak tersebut, jelas kandidat Doktor Sain Veteriner UGM Yogyakarta
ini.
Sementara itu pada kondisi cuaca yang tidak menentu, di mana
hujan turun secara tiba-tiba dengan kedatangan panas yang juga secara
tiba-tiba, menyebabkan kondisi lingkungan kandang lembab, terutama pada
tempat-tempat dengan penumpukan barang-barang bekas di sekitar
lingkungan kandang. Salah satu yang perlu diawasi peternak terkait hal
ini adalah tempat penyimpanan pakan.
Hal ini disampaikan drh Ade
Rukmantara Technical Service produk obat hewan yang berkantor di PT
Primatama Karya Persada Pekanbaru Riau. Menurutnya tempat pakan dengan
tingkat kelembaban yang tinggi merupakan awal petaka munculnya serangan
jamur pada unggas.
Mengapa demikian? Dikatakan Ade, kebiasaan
jamur adalah hidup pada tempat-tempat yang lembab dengan sedikit atau
tanpa adanya sinar matahari, kemudian jamur mengkontaminasi bahan pakan
atau pakan yang sudah jadi. Peternak yang kurang mengerti dengan
kondisi ini akan memberikan pakan yang sudah terkontaminasi jamur pada
ayam sehat.
Kemudian, pada kondisi di mana jamur bisa hidup aman
dalam tubuh ternak dan memenangkan pertarungannya melawan antibody
dalam tubuh ternak, maka jamur dengan leluasa menyerang organ-organ
vital ternak, serangan ini berakhir dengan kematian.
Untuk itu,
peternak harus tregginas dalam menyikapi perubahan cuaca, dimana pada
saat musim hujan gudang tempat penyimpanan pakan perlu diawasi
kemungkinan adanya atap bocor atau tempias yang berpotensi menimbulkan
kelembaban pada bahan baku pakan atau pakan jadi. Demikian Drh Ade
Rukmantara alumni FKH UGM.
Senada dengan Ade, Hanggono SPt Technical
Service PT Medion wilayah Palembang juga memberikan rambu-rambu yang
harus diterapkan peternak terutama untuk pemeliharaan ayam di akhir
musim kemarau dan diawal musim hujan.
Biasanya saya selalu
menekankan pada peternak agar melakukan pengecekkan pada atap kandang,
saluran air disekitar lingkungan kandang, selokan-selokan air yang
potensial bagi bibit penyakit untuk tumbuh dan berkembang biak dan yang
terpenting adalah menerapkan manajemen pada semua lini yang ada,
ujarnya.
Dari Infovet.....
Ada Hujan di Bulan Juni, Ada Banjir di Bulan Juni, Ada Puting Beliung di Bulan
Juni,....... benar sekali artikel diatas padahal sekarang musim kemarau....
kalau begini caranya bukan hanya peternak yang stress, petani tembakau di
madura juga pasti stress karena hujan akan membuat rusak tembakau.... ....
selama sepuluh tahun terakhir harga tembakau hancur karena cuaca yang tidak
menentu..... ini semua diakibatkan oleh global warming, karena proses cooling
mechanism atau efek pendinginan dari global warming di musim kemarau bisa
terjadi hujan....
bukan hanya petani pasti nelayan juga stress karena ombak selalu tinggi akibat
seringnya badai dan gelombang pasang......
Pengusaha juga stress karena petani, nelayan , peternak tidak bisa membeli
dagangan mereka...... .semua terancam bangkrut.... .....
Bank-Bank juga akan terancam colaps..karena
pengusaha tidak bisa membayar kreditnya di Bank......Industri juga bisa colaps
karena masyarakat tidak punya uang untuk membeli, terutama untuk kebutuhan
pokok....... .......
inilah efek nyata pemanasan global...... benar bukan? Bukan Hanya isu BBM Naik
yang perlu kita bicarakan Global Warming Juga Perlu....... ....karena ini lebih
nyata dan pasti
salam
yayan
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/